Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Hendak Menambang Pasir di Pasangkayu, Dua WNA China Ditangkap dan Dideportasi

Hendak Menambang Pasir di Pasangkayu, Dua WNA China Ditangkap dan Dideportasi

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Dua warga negara asing (WNA) asal China, LH (54) dan HJ (52), dideportasi oleh Kantor Imigrasi Mamuju pada Senin, 16 September 2024. Keduanya ditangkap saat hendak melakukan aktivitas penambangan pasir di Desa Lariang, Kecamatan Tikke, Kabupaten Pasangkayu.

Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Mamuju mengamankan kedua WNA China tersebut ketika mereka sedang memasang mesin penghisap pasir di lokasi tambang. Aktivitas ini dilaporkan oleh warga sekitar yang mencurigai tindakan mereka.

Kepala Kantor Imigrasi Mamuju, Ikram A. Taha, menjelaskan penangkapan ini berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas penambangan ilegal. Setelah pemeriksaan oleh petugas, diketahui bahwa kedua WNA tidak memiliki dokumen resmi yang mengizinkan mereka melakukan aktivitas tambang di Indonesia.

“Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas penambangan, petugas Imigrasi Mamuju kemudian melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya, kami berhasil mengamankan kedua WNA untuk dilakukan pendalaman di Kantor Imigrasi Mamuju,” kata Ikram dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2024).

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan bahwa keduanya hanya memiliki Izin Tinggal Kunjungan (C16), yang tidak mengizinkan mereka untuk melakukan aktivitas penambangan.

“Keduanya terbukti melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang diberikan. Kami akan menindak tegas setiap WNA yang melanggar Undang-Undang Keimigrasian,” tegas Ikram.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, kedua WNA China tersebut dideportasi melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Senin, 16 September 2024.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan DPRD Mamuju Ajak KPU-Bawaslu Serius Awasi Netralitas ASN di Pilkada Serentak 2024

    Pimpinan DPRD Mamuju Ajak KPU-Bawaslu Serius Awasi Netralitas ASN di Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Gaga Utama
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Wakil Ketua DPRD Mamuju, Andi Abdul Malik mengajak seluruh pihak agar tetap memprioritaskan kualitas demokrasi di Pilkada Serentak 2024. Politikus PDIP ini berharap agar KPU, Bawaslu, dan Gakkumdu memperhatikan masalah netralitas ASN. Bung Malik sapaan akrabnya, menilai keterlibatan ASN dalam Pilkada sangat rentan disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis. Kondisi itu juga dapat […]

  • GMNI Sowan ke PBNU, Bahas Isu Strategis Nasional

    GMNI Sowan ke PBNU, Bahas Isu Strategis Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 55
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) melakukan silaturahmi ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2025). Rombongan DPP GMNI yang dipimpin Ketua Umum Muhammad Risyad Fahlefi dan Sekretaris Jenderal Patra Dewa datang mengenakan jas merah khas GMNI, peci hitam, serta sarung ala […]

  • Kadis PMD Sulbar usai menghadiri ToT LMS Desa Sullbar

    Pelaporan Desa Berbasis Digitalisasi Segera Diterapkan Penuh di Sulbar, Kemendagri Siapkan 40 Pelatih

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 40 calon pelatih dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar), mengikuti Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Hotel Matos, Mamuju. ToT pelatihan PKAD ini dilakukan berbasis Learning Management System (LMS) dengan dua kelas yakni Pengelolaan Keuangan Desa (PKD) dan kelas […]

  • Kelapa Sawit Pasangkayu

    Dugaan Mafia Tanah di Pasangkayu, Advokat : 1.372 Hektar Lahan Warga Dicaplok Perusahaan Sawit

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus tumpang tindih lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), terus menuai perhatian. Dari 59 desa yang ada di wilayah tersebut, tercatat 30 desa mengalami konflik agraria berupa sertifikat hak milik (SHM) warga yang overlaping dengan sertifikat hak guna usaha (HGU) milik perusahaan. Hal ini […]

  • Ketua DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar Serap Aspirasi Warga dalam Dialog Dengar Pendapat Tahap V di Mamuju Tengah

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Amalia Fitri, menggelar Dialog Dengar Pendapat Tahap V bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemerintah setempat di Kabupaten Mamuju Tengah, pada Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin DPRD Sulbar untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di berbagai daerah. Dalam dialog tersebut, sejumlah isu strategis […]

  • Nenek Hilang di Tubo Majene

    Nenek 75 Tahun di Tubo Majene Tersesat 3 Hari Saat Cari Pakan Ternak

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Nenek berusia 75 tahun warga Desa Tubo Tengah, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berhasil dievakuasi selamat oleh tim SAR, Senin (11/12/2023). Sebelumnya Nenek Rawasiah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah berangkat mencari pakan ternak di kebunnya pada Kamis 7 Desember lalu. Namun setelah 3 hari tidak kunjung pulang, keluarga korban akhirnya […]

expand_less