Diduga Kesal Tak Diberi Uang, Wartawan Bodrek Beri Amplop Berisi Rp5 Ribu ke Bupati Mamasa
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Wartawan Bodrex/Wartawan Abal-abal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, Mekora.id – Sekelompok orang yang diduga mengaku-ngaku sebagai wartawan alias wartawan bodrek menjadi sorotan publik setelah menyerahkan sebuah amplop kepada Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, saat meninjau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lapangan Kondosapata, Jumat (13/3/2026).
Amplop tersebut diketahui berisi uang pecahan Rp5 ribu. Aksi itu diduga dilakukan sebagai bentuk sindiran kepada Bupati Mamasa karena kelompok (wartawan bodrek) tersebut tidak menerima uang dalam kegiatan tersebut.
Peristiwa itu langsung memicu perbincangan di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional seorang wartawan.
Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan tersebut.
Menurutnya, jika benar dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai wartawan, tindakan tersebut sangat tidak terpuji karena dapat merusak citra profesi pers yang selama ini bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik.
“Perilaku seperti ini sangat disayangkan karena dapat mencederai marwah profesi pers. Wartawan sejati bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik, profesional, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ryan dalam keterangannya.
Ia menilai tindakan yang menimbulkan kesan tidak etis tersebut berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap profesi wartawan yang selama ini bekerja secara profesional.
Karena itu, Sinergi Muda Mamasa meminta Dewan Pers untuk turun tangan menelusuri serta menindak oknum-oknum yang mengaku sebagai wartawan namun tidak menjalankan profesinya sesuai standar dan kode etik jurnalistik.
“Kami berharap Dewan Pers dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan tetapi justru merusak citra pers. Hal ini penting agar kepercayaan publik terhadap dunia jurnalistik tetap terjaga,” tegasnya.
Selain itu, Ryan juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap mendukung kerja-kerja jurnalistik yang profesional. Ia meminta agar pihak yang menemukan praktik penyalahgunaan profesi wartawan tidak ragu untuk melaporkannya.
Sinergi Muda Mamasa menilai penertiban terhadap oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan perlu dilakukan secara serius guna menjaga kehormatan serta kredibilitas dunia pers di Indonesia.
(Laporan : Jupran)
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar