Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Akses Mineral Kritis Indonesia
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H. Silalahi,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GMNI menilai, pertukaran akses mineral strategis dengan pembebasan tarif untuk produk ekspor unggulan menciptakan ketimpangan struktural jangka panjang bagi pembangunan industri nasional. “Tukar guling antara mineral kritis dan pengecualian tarif pada komoditas pertanian jelas menimbulkan ketimpangan struktural jangka panjang,” ujar Andreas.
Lebih jauh, GMNI memperingatkan bahwa kesepakatan semacam ini berpotensi membuka celah baru eksploitasi sumber daya alam Indonesia oleh kekuatan ekonomi luar negeri. Organisasi mahasiswa itu menekankan negara harus menjaga kedaulatan SDA dan kepentingan rakyat.
“Kita harus belajar dari sejarah luar negeri, termasuk dinamika geopolitik global seperti yang terjadi di Venezuela. Amerika Serikat sangat agresif dalam mengamankan sumber daya alam berbagai negara. Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah,” ujarnya.
GMNI menyerukan kepada Pemerintah RI untuk berpikir lebih serius dan tidak menandatangani ART jika substansi perjanjian mengorbankan pengelolaan mineral kritis tanpa jaminan kedaulatan dan manfaat yang adil bagi Indonesia.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
