Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nasional » Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Akses Mineral Kritis Indonesia

Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Akses Mineral Kritis Indonesia

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mekora.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengkaji ulang bahkan menolak rencana penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (ART) dengan Amerika Serikat (AS) yang membuka akses terhadap mineral kritis Indonesia.

Kesepakatan ART antara Indonesia dan AS direncanakan ditandatangani pada akhir Januari 2026 oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump setelah proses legal drafting selesai. Perjanjian ini mencakup penurunan tarif resiprokal AS terhadap produk Indonesia dari 32% menjadi 19% sekaligus pembukaan akses pasar, termasuk pembebasan bea masuk untuk produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan teh.

Namun, Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H. Silalahi, menilai salah satu tuntutan AS dalam perundingan itu — akses terhadap mineral kritis Indonesia seperti nikel, tembaga, bauksit, dan rare earth — berpotensi merugikan kepentingan nasional jangka panjang.

“Akses mineral kritis yang diberikan pemerintah Indonesia dalam ART berpotensi merugikan negara. Mineral kritis adalah kekayaan terbatas dan tidak terbarukan, berbeda dengan komoditas seperti kopi, teh, dan sawit yang dapat diproduksi ulang,” tegas Andreas dalam pernyataannya kepada Mekora.id, Jumat, (9/1/2026).

Mineral kritis memiliki peran strategis dalam industri global, terutama untuk produksi baterai, kendaraan listrik, dan teknologi tinggi lainnya. Indonesia sendiri merupakan salah satu penghasil nikel terbesar dunia, sehingga posisinya sangat penting dalam rantai pasok global.

GMNI menilai, pertukaran akses mineral strategis dengan pembebasan tarif untuk produk ekspor unggulan menciptakan ketimpangan struktural jangka panjang bagi pembangunan industri nasional. “Tukar guling antara mineral kritis dan pengecualian tarif pada komoditas pertanian jelas menimbulkan ketimpangan struktural jangka panjang,” ujar Andreas.

Lebih jauh, GMNI memperingatkan bahwa kesepakatan semacam ini berpotensi membuka celah baru eksploitasi sumber daya alam Indonesia oleh kekuatan ekonomi luar negeri. Organisasi mahasiswa itu menekankan negara harus menjaga kedaulatan SDA dan kepentingan rakyat.

“Kita harus belajar dari sejarah luar negeri, termasuk dinamika geopolitik global seperti yang terjadi di Venezuela. Amerika Serikat sangat agresif dalam mengamankan sumber daya alam berbagai negara. Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah,” ujarnya.

GMNI menyerukan kepada Pemerintah RI untuk berpikir lebih serius dan tidak menandatangani ART jika substansi perjanjian mengorbankan pengelolaan mineral kritis tanpa jaminan kedaulatan dan manfaat yang adil bagi Indonesia.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekapitulasi Pilkada Sulbar 2024

    Rekapitulasi Pilkada Sulbar Selesai, SDK-JSM Menang Telak di 5 Kabupaten

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 264
    • 4Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Hasil rekapitulasi dan perhitungkan suara untuk Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar) resmi ditetapkan oleh KPU. Penetapan itu dilaksanakan KPU Sulbar, di Mamuju, Sabtu (7/12/2024) malam. Berdasarkan hasil rekapitulasi Pilkada Sulbar 2024, pasangan nomor urut tiga (3), Suhardi Duka dan Salim S Mengga (SDK-JSM) meraih suara signifikan, yakni mencapai 337.512 atau 46,18 persen. Dari […]

  • Evaluasi kinerja Pejabat Mamasa

    Jelang Pelantikan Pejabat Eselon, Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Diminta Perhatikan Keterwakilan Wilayah

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 196
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Menjelang rencana pelantikan massal pejabat eselon II dan III di lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa, organisasi Sinergi Muda Mamasa menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah. Dewan Pembina Sinergi Muda Mamasa, Salmon Soppang Manglo, meminta agar dalam proses pengisian jabatan tersebut pemerintah daerah turut mempertimbangkan keterwakilan dari tiga wilayah yang ada di Kabupaten Mamasa. […]

  • Radioterapi RSUD Sulbar

    PPK, PPTK, Hingga Pengawas Proyek Radioterapi RSUD Sulbar Dipanggil Kejati

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Konsultan Pengawas pembangunan gedung (Bunker) Radioterapi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat (Sulbar),  dipanggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar untuk mengklarifikasi tentang ambruknya plafon beberapa saat lalu. Konsultan Pengawas, Muhammad Ridwan mengatakan, dirinya memberikan keterangan pada Kejati Sulbar perihal plafon proyek senilai Rp 19,4 miliar itu, pada, Jumat, 12 Juli 2024 […]

  • Warga Kabuloang

    Warga Kabuloang Desak Polda Sulbar Usut Pencaplokan Lahan 79 Hektar oleh PT Polemaju

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 222
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Polemik pencaplokan lahan seluas 79 hektar di Desa Kabuloang, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, oleh PT Polemaju Mineral Mandiri memasuki babak baru. Warga yang didampingi kuasa hukum telah menyerahkan keterangan dan bukti ke Polda Sulawesi Barat pada Kamis, (16/1/2025). Pendamping Hukum warga Kabuloang, Imanuddin, menyatakan keterangan yang diberikan di Polda Sulawesi Barat, terkait […]

  • Stunting Bukan Hanya Soal Kemiskinan, Wagub Sulbar: Butuh Pendekatan Budaya dan Edukasi

    Stunting Bukan Hanya Soal Kemiskinan, Wagub Sulbar: Butuh Pendekatan Budaya dan Edukasi

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Review Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2025 di Hotel Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Senin, (25/8/2025). Rapat ini bertujuan untuk memastikan berbagai kegiatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang telah direncanakan dan dilaksanakan selama Semester I […]

  • Reses Abdul Halim di Sidodadi

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Serap Aspirasi Warga Sidodadi saat Reses

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 100
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, melaksanakan reses masa sidang kedua tahun 2026 di titik ketiga, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (10/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam keterangannya, Abdul Halim menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk […]

expand_less