Balabalakang Jadi Wilayah Utama Konservasi Pesisir Pemprov Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pulau Popongan, kecamatan Kepulauan Balabalakang, Kabupaten Mamuju. (Foto : Instagram/ahmadcs92)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Kepulauan Balabalakang di Kabupaten Mamuju, masuk dalam program fokus konservasi wilayah pesisir, pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Hal itu menyusul Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang lebih dulu ditetapkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor 47 tahun 2022.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Suyuti Marzuki mengatakan, dipilihnya Kepulauan Balabalakang sebagai telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) RZWP3K Sulbar tahun 2023.
Hal itu menyusul Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang lebih dulu ditetapkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor 47 tahun 2022. Pemerintah target 30 persen wilayah pesisir dan laut Indonesia sebagai kawasan konservasi pada tahun 2045.
Kepulauan Balabalakang disebut memiliki peran yang sangat besar untuk peningkatan kualitas lingkungan di Sulawesi Barat dan sekitarnya. Selain itu perairan Kepulauan Balabalakang juga berada jalur ALKI II yang jadi penghubung Samudera Hindia dan Pasifik.
” Dengan posisi tersebut Sulawesi Barat juga memiliki tantangan yang cukup besar dalam pengelolaan kawasan konservasi di Kepulauan Balabalakang,” kata Suyuti, Senin (18/03/2024).
Selain itu, wilayah konservasi di Kepulauan Balabalakang akan berdampak pada iklim Ibu Kota Negara (IKN), dikarenakan berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur.
“Karena itu DKP sedang mengupayakan pembentukan satuan unit pengelola ataupun UPTD untuk efektivitas pengelolaan dan peningkatan pengawasan di kawasan konservasi Kepulauan Balabalakang yang nantinya akan menjadi lembaga kontrol holder kawasan perairan di wilayah penopang IKN di masa yang akan datang,” pungkas Suyuti.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News