Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Air Mata Guru Kontrak di Mamuju : 17 Tahun Mengabdi, Umur 50 Tahun Tak Kunjung Terakomodir PPPK

Air Mata Guru Kontrak di Mamuju : 17 Tahun Mengabdi, Umur 50 Tahun Tak Kunjung Terakomodir PPPK

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Bura, seorang perempuan berusia 50 tahun mengabdi sebagai guru kontrak sejak 2008 di Sekolah Dasar (SD) Inpres Sangkurio, Kali Mamuju, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Ia datang bersama ratusan tenaga kontrak lainnya untuk mempertanyakan kejelasan nasib mereka ke Pemerintah Daerah. Pasalnya formasi PPPK tahun 2025 yang dibuka Pemerintah Kabupaten Mamuju hanya membuka formasi untuk tenaga teknik sebanyak 875 orang.

Padahal menurut Bura, ia telah mengabdi sejak tahun 2008 untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) Inpres Sangkurio, Lingkungan Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Mamuju, Sulawesi Barat. Di Usianya yang telah senja itu ia tak lagi banyak pilihan, ia hanya berharap diakomodir jadi PPPK paruh waktu seperti di daerah lain.

“Usia saya sudah 50 tahun, sekarang hanya berharap agar pemerintah mendengar kami,” kata Bura di tengah aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Mamuju, Senin, (15/9/2025).

Bura mengaku, mengajar setiap hari. Ia hanya beristirahat saat sedang sakit dan hari Sabtu. Selebihnya ia gigih mengajar para murid-murid kelas dua SD dengan berbagai macam mata pelajaran.

“Saya mengajar setiap hari, berdua dengan rekan saya. Kecuali sakit dan hari Sabtu tidak masuk karena ibadah,” ungkapnya.

Meski telah mengabdi selama puluhan tahun, nasibnya hingga kini belum juga mendapatkan kejelasan. Statusnya sebagai tenaga kontrak hanya menghasilkan upah Rp 500 ribu per bulan. Itu pun diterima setiap enam bulan sekali yang juga terdampak pemotongan.

“Kami diberi upah Rp 500 ribu per bulan yang diterima setiap enam bulan sekali, itu pun masih ada potongan. Kadang juga dapat cuma Rp 1,2 Juta per enam bulan,”

Bura juga mengaku, jam kerja yang dipersyaratkan untuk diangkat jadi PPPK telah mencukupi. Bahkan ia mengaku telah mengumpulkan pemberkasan saat dijanjikan diminta oleh Badan Kepegawaian Daerah. Namun hingga kini tidak ada kejelasan nasibnya.

“Saya juga sudah mengumpulkan berkas waktu diminta sama BKD, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan. Air mata saya sudah habis memohon di sekolah agar diakomodir tapi tidak ada kejelasan sampai sekarang ini,” katanya.

Luapan harapan pun ia lantunkan, Bura berharap aksi unjuk rasa yang dilakukan bersama ratusan tenaga kontrak dari tenaga medis dan tenaga pendidik bisa diakomodir pemerintah daerah.

“Harapan kami pemerintah dapat mendengar suara hati kami, kami selayaknya bisa dihargai dan jangan gantung kami tetapi perjelas nasib kami,” ujarnya.

Sebelumnya, polemik ini muncul setelah Pemerintah Kabupaten Mamuju mengumumkan formasi PPPK Paruh Waktu 2025 hanya dibuka untuk tenaga teknik sebanyak 875 orang.

Hal itu menuai sorotan dari tenaga pendidik dan tenaga medis, pasalnya hanya Kabupaten Mamuju dari semua wilayah yang membatasi formasi penerimaan PPPK paruh waktu.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Gubernur Sulbar di BIMP-EAGA Brunei

    Pj Gubernur Sulbar Wakili Indonesia Dalam Forum Asean BIMP-EAGA di Brunei

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 215
    • 0Komentar

    BRUNEI, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, jadi delegasi Pemerintah Republik Indonesia mengikuti BIMP-EAGA Chief Ministers, Governors and Local Government Forum (CMGLF),  di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, yang berlangsung dari 23-26 Oktober 2023. Pertemuan CMGLF merupakan forum kepala daerah dari 4 negara Asia Tenggara se-kawasan yakni Brunei, Indonesia, Malaysia dan […]

  • Prodi IPA Unsulbar

    Prodi IPA Unsulbar Bekali Ibu-Ibu di Desa Lapeo, Ubah Daun Pandan Jadi Kantong Teh

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 203
    • 1Komentar

    MAJENE, mekora.id – Prodi IPA Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan pelatihan pemanfaatan daun pandan untuk kelompok PKK di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kamis (26/10/2023). Menurut Ketua Prodi IPA Unsulbar, Dr. Nurhikma Ramadhana, daun pandan hijau punya beberapa manfaat besar untuk menjaga kesehatan. Diantaranya, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, pereda nyeri, menurunkan demam, […]

  • Partispasi Pilkada 2024 disorot HMI Manakarra dan IP2MLR

    Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung relatif aman dan lancar. Namun rendahnya partisipasi pemilih Pilkada kali ini jadi sorotan, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju tahun 2024 ini diperkirakan hanya mencapai angka 75 persen, itu […]

  • Korban Pelecehan Kakanwil Sulbar

    Kuasa Hukum Ungkap Kakanwil Kemenag Sulbar VCS Hingga Berupaya Perogol Korban

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 162
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah Kakanwil Kemenag Sulbar dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pada pegawai PPPK Perempuan, pada Kamis (14/03/2024). Kuasa hukum korban, Busman Rasyid mengatakan, kliennya juga melaporkan dugaan upaya perogolan (hendak mencabuli) yang diduga dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Sulbar itu. Busman mengungkap, dugaan pelecehan dan upaya perogolan yang oleh orang nomor […]

  • Paus Terdampar di Majene

    Masuk ke Tambak Warga, Paus Terdampar dan Mati di Pantai Barane Majene

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 388
    • 0Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Seekor paus sepanjang 5 meter ditemukan terdampar dan masuk ke area saluran tambak milik warga di Pantai Barane, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat, (6/3/2026) sore. Paus false killer whale dengan nama latin Pseudorca crassidens itu, sebelumnya ditemukan warga terdampar di sekitar Pantai Palippis, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar […]

  • Tersangka pengeroyokan Mahasiswa di Mamuju

    Polda Sulbar Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengeroyokan Mahasiswa di Mamuju

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan mahasiswa di Mamuju, yakni Bripda AER (21) dan Bripda AMA (21). Keduanya diduga menjadi pelaku utama penganiayaan terhadap mahasiswa bernama Ramli pada 1 Januari 2025 lalu. Dirkrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, mengungkapkan motif di balik pengeroyokan mahasiswa di Mamuju […]

expand_less