Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Dugaan Penyerobotan Lahan PT Letawa di Pasangayu Berlanjut, eks Karyawan dan Warga Bersaksi di Polda Sulbar

Dugaan Penyerobotan Lahan PT Letawa di Pasangayu Berlanjut, eks Karyawan dan Warga Bersaksi di Polda Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Laporan dugaan tindak pidana korporasi oleh PT Letawa, anak usaha dari PT Astra Agro Lestari (AAL), terus berproses di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Barat.

Terbaru, Kuasa hukum Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP), Hasri, SH., MH., menghadirkan tiga saksi kunci ke hadapan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulbar, pada Kamis, (8/5/2025).

Ketiga saksi tersebut adalah Ofier Paath, mantan Asisten Transport PT Letawa yang telah bekerja selama 36 tahun; Yani Pepy, putri dari mantan komisaris PT Letawa; serta Abdul Rahim, Kepala Desa Jengeng Raya—wilayah yang menjadi salah satu titik konflik agraria.

“Kami hadirkan saksi yang mengetahui secara langsung bagaimana perusahaan beroperasi, cara penguasaan lahan, dan dampaknya terhadap masyarakat,” ujar advokat yang akrab disapa Jack itu

Dalam kesaksiannya, Ofier Paath, membeberkan sejumlah fakta terkait pengelolaan internal perusahaan dan dugaan penguasaan lahan di luar HGU (Hak Guna Usaha) tanpa izin yang sah.

Yani Pepy mengungkap, dinamika internal manajemen serta sejumlah keputusan strategis perusahaan yang berdampak pada masyarakat sekitar. Sementara Abdul Rahim memperkuat laporan lewat pengakuannya mengenai sejarah penguasaan tanah serta klaim warga yang selama ini diabaikan.

Jack menegaskan, langkah hukum ini merupakan bagian dari perjuangan panjang petani sawit Pasangkayu dalam menghadapi konflik agraria dengan perusahaan.

“Jika bukti sudah cukup, maka tidak ada alasan untuk tidak menetapkan perusahaan sebagai tersangka. Ini bukan gertakan. Kami serius,” tegasnya.

Bahkan, Jack menyebut laporan terhadap dugaan penyerobotan lahan dan perambaan tanpa HGU dari perusahaan raksasa di Pasangayu, baru permulaan.

“Tunggu tanggal mainnya. Ini baru awal dari perlawanan panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulbar dikabarkan telah turun langsung meninjau lokasi perkebunan PT Letawa di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, untuk melakukan verifikasi awal atas laporan yang masuk.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramugari Palsu 1,32 Menit Play Button

    Perempuan Asal Palembang Nekat Jadi Pramugari Palsu Demi Kelabui Orang Tuanya

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 593
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id — Seorang perempuan berinisial KN (23) nekat terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan mengenakan seragam pramugari Batik Air. Aksi tersebut bukan untuk bekerja, melainkan demi mempertahankan kebohongan kepada orangtuanya bahwa ia telah menjadi pramugari. Belakangan terungkap, KN sebelumnya sempat melamar sebagai pramugari di Batik Air, namun gagal lolos seleksi. Rasa malu membuatnya […]

  • Wawali Agus Haris Buka Turnamen Voli Putri Antar Kelurahan se-Bontang

    Wawali Agus Haris Buka Turnamen Voli Putri Antar Kelurahan se-Bontang

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle zul
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka Turnamen Bola Voli Putri Antar Kelurahan se-Kota Bontang di halaman Kantor Kelurahan Loktuan, Sabtu sore (26/7/2025). Ajang olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang digagas Karang Taruna Bina Mandiri Loktuan dengan dukungan penuh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai […]

  • Karyawati Koperasi Pasangkayu

    Karyawati Koperasi di Pasangkayu Tewas Dibunuh Suami Nasabah Karena Kesal

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Hijrah (19), pegawai koperasi BUMN di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ditemukan tak bernyawa di kebun kelapa warga di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Sabtu (20/9/2025) pagi. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam, celana yang dikenakan copot pelaku. Sementara seragam kerjanya terlilit di leher. Dibunuh Suami Nasabah Setelah ditemukan tewas, pelaku pembunuhan mengarah […]

  • Kapal HIlang di Sumare

    Kapal Penumpang Dari Pulau Ambo Hilang Kontak di Perairan Mamuju, Nasib 28 Penumpang Belum Diketahui

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kapal Bigetron GT -6 yang mengangkut rombongan warga Sumare untuk menghadiri pernikahan di Pulau Ambo, Kecamatan Balabalakang dilaporkan hilang kontak, pada Kamis (20/12/2023) dini hari. Kapal tersebut memuat 26 penumpang, 1 anak buah kapal (ABK) dan 1 pemilik kapal, bertolak dari pulau Ambo pada Rabu pukul 10.00 WITA. Dengan jarang tempuh sekitar […]

  • Korban Terseret Sungai Mamasa

    Korban Terseret Sungai Mamasa, Nenek Ditemukan Cucu Masih Dalam Pencarian

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Satu dari dua korban terseret Sungai di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari pencarian ketiga, Senin, (17/3/2025). Kepala Basarnas Sulawesi Barat, Mahmud, mengatakan korban terseret arus sungai Mamasa yang ditemukan bernama Datu La’bi (64). Korban ditemukan sekitar Pukul 12.20 WITA berjarak 34 kilometer […]

  • Anggota Koperasi Mekar Pammulukang Kalukku

    40 Warga Desa Pammulukang Kalukku Laporkan Ketua Koperasi Mekar atas Dugaan Penggelapan Dana 400 Juta

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – 40 ibu-ibu warga Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melaporkan Ketua Koperasi Mekar berinisial SN atas dugaan penipuan dan penggelapan dana sebesar Rp 400 juta. Laporan tersebut disampaikan ke SPKT Polresta Mamuju pada Sabtu (21/9/2024). Menurut salah satu anggota koperasi Mekar di Kalukku, Zulfiani, SN diduga menggunakan data pribadi 40 […]

expand_less