Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Internasional » KBRI Pastikan Lakukan Pendampingan Hukum Dua Mahasiswa yang Ditahan di Polisi Kairo

KBRI Pastikan Lakukan Pendampingan Hukum Dua Mahasiswa yang Ditahan di Polisi Kairo

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Setelah mencuatnya kasus penahanan dua mahasiswa asal Indonesia oleh kepolisian Kairo, Mesir, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo akhirnya turun tangan menyikapi peristiwa tersebut.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) di Mesir, Muhammad Fadli Syah, menyampaikan kepada Mekora.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa (15/4/2025) dini hari WITA, bahwa Duta Besar RI untuk Kairo, Lutfi Rauf, telah mengunjungi Sekretariat KKS di Kairo pada Senin (14/4/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dubes RI juga menemui istri dari Arjung (25), salah satu mahasiswa yang ditahan polisi Kairo, asal Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“Terima kasih untuk beritanya Pak, alhamdulillah hari ini Bapak Duta Besar telah berkunjung ke Sekretariat KKS dan bertemu dengan istri Arjung,” tulis Fadli dalam pesannya.

Dubes RI, lanjut Fadli, meminta mahasiswa Indonesia di Mesir agar tetap fokus menghadapi ujian semester yang akan segera dimulai. Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada keluarga mahasiswa yang ditahan.

“Karena mendekati musim ujian untuk mahasiswa S1, Pak Dubes mengingatkan agar fokus dan lebih giat belajar. Terkait penahanan WNI, beliau menyampaikan keprihatinannya kepada istri Arjung atas musibah yang terjadi,” jelas Fadli.

KBRI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum dan memberikan pendampingan melalui jalur kekonsuleran.

Kronologi Penahanan

Sebelumnya, Dua Mahasiswa asal Indonesia dikabarkan jadi tahanan Polisi di Kairo Mesir. Keduanya adalah Arjung (25) asal Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dan Alwi Dahlan (AD) asal Bandung, Jawa Barat.

Kasus ini baru mencuat ke publik, pada 13 April 2025 kemarin atau satu bulan pasca kejadian, setelah di posting di media sosial Instagram.

Menurut Ketua Kerukunan Sulawesi (KKS) di Mesir, Muhammad Fadli Syah, keduanya merupakan mahasiswa Universitas Al-Azhar yang ditahan sejak 12 Maret 2025 lalu. Mereka ditahan Polisi Mesir sektor Bandara Kairo Mesir setegas petugas Imigrasi dan Bea Cukai mencurigai sebuah bungkusan yang dibawa dari Indonesia.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sulbar

    Peringati Hari Anak Nasional, Kapolda Sulbar : Anak Adalah Aset Yang Harus Dilindungi

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id  – Dalam peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh, hari ini, Selasa, 23 Juli 2024, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adang Ginanjar dan Ketua PD Bhayangkari Sulbar, Ny. Miranti Adang Ginanjar menyampaikan ucapan selamat, kepada seluruh anak di Indonesia, Khususnya di Sulawesi Barat. Adang Ginanjar mengatakan, pihaknya bersama jajaran Polda Sulbar berkomitmen terus melindungi […]

  • Ditikam gegara jaringan Ngelag

    Pria di Mamuju Tikam Rekannya Gegara Jaringan Ngelag Saat Asyik Main Mobile Legend

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pria di Mamuju, Sulawesi Barat, bernama Adzaria (21), terpaksa digelandang ke kantor Polisi. Hal itu setelah dia menikam rekannya sendiri bernama Ismail (21) gegara jaringan Ngelag saat sedang asyik bermain mobile legend. Rabu, (31/7/2024). Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Jamaluddin, kejadian itu bermula saat korban dan pelaku bersama sejumlah […]

  • Abdul Halim, Wakil Ketua III DPRD Sulbar

    AKD DPRD Sulbar Terbentuk, Abdul Halim : Mari Bekerja Kolektif

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 51
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Ketua III DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, menyambut baik terbentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang dilaksanakan, Selasa, (5/11/2024). Politikus PDI Perjuangan yang back to back jadi Wakil Ketua DPRD Sulbar itu berharap, agar seluruh komponen bekerja kolektif dan menjunjung tinggi kelembagaan dalam melaksanakan fungsi DPRD Sulbar. “Kita ingin semua bekerja […]

  • Transformasi Digital Diskominfo Sulbar

    Diskominfo Sulbar Kencangkan Transformasi Digital Untuk Perkuat Kepercayaan Publik

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui penguatan transformasi digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui pelaksanaan Rapat Konsolidasi Transformasi Dokumentasi dan Publikasi Digital yang digelar Diskominfo Sulbar di Hotel Maleo Town Square, Mamuju, pada Senin, (28/7/2025). Kegiatan ini secara resmi […]

  • Rapat Paripurna DPRD Sulbar

    DPRD Sulbar Bahas 5 Ranperda, Ada Perlindungan Bagi Investor

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat paripurna untuk membahas lima rancangan peraturan daerah (Ranperda). Rapat itu dilaksanakan pada Kamis, (07/03/2024). Adapun 5 (lima) ranperda tersebut yakni 2 (dua) Ranperda atas prakarsa pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yaitu : 1. Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Kepada Masyarakat dan Investor. 2. Ranperda Ranperda tentang […]

  • TPA Matakali Polman

    Dekat Dengan Pemukiman, Warga Tolak Rencana Pembangunan TPA di Matakali

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 107
    • 0Komentar

    POLMAN, mekora.id – Warga di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menolak rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah mereka. Menurut salah satu warga Matakali yang tidak ingin disebutkan namanya, penolakan itu lantaran warga sekitar khawatir pada dampak lingkungan yang akan berdampak buruk pada kesehatan mereka. Hal itu lantara, TPA sementara yang […]

expand_less