GMNI Polman Desak Pelaku Kekerasan Seksual Perumpuan Diproses Hukum, Bukan Kekeluargaan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sarinah Alin, Wakabid GMNI Polman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POLMAN, Mekora.id – Kasus kekerasan seksual di Polewali Mandar (Polman) kembali terjadi, kali ini menimpa seorang remaja perempuan berusia 16 tahun. Ironisnya, kasus ini dikabarkan tidak dibawa ke ranah hukum, melainkan akan diselesaikan secara kekeluargaan.
Menanggapi hal tersebut, Sarinah Alin, Wakil Ketua Bidang Sarinah Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menegaskan bahwa penyelesaian seperti ini tidak dapat dibenarkan.
“Jika kasus seperti ini terus dibiarkan tanpa melalui proses hukum, maka pelaku lain akan merasa bisa lolos tanpa konsekuensi. Hal ini sangat berbahaya dan dapat memperparah kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Sarinah Alin, Jumat (28/3/2025).
Ia menekankan pentingnya penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) agar korban mendapatkan keadilan yang semestinya dan untuk mencegah terjadinya kasus serupa.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memastikan kasus ini ditangani sesuai prosedur hukum. Selain itu, masyarakat juga memiliki peran penting untuk terus mengawal kasus ini agar tidak ada impunitas bagi pelaku,” tegasnya.
Melalui pernyataannya, DPC GMNI Polman mengajak semua pihak, baik aparat, pemerintah, maupun masyarakat, untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak, serta memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas serta mendesak pihak kepolisian segera menaikkan ke tahap penyidikan menetapkan tersangka dan melakukan penahanan tersangka sampai proses hukum selesai dan memastikan kasus ini ditangani dengan benar,” tegasnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
