Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Sempat Viral, Pasien Ditandu 27 Kilometer di Kalumpang Meninggal Dunia

Sempat Viral, Pasien Ditandu 27 Kilometer di Kalumpang Meninggal Dunia

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Pasien ditandu sejauh 27 kilometer, Jeri (21) warga Desa Lasa, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sempat viral meninggal dunia. Korban menghembuskan nafas terakhir, pada Kamis, (12/12/2024) dini hari, pukul 00.30 WITA.

Pasien ditandu yang meninggal dunia itu disebut kakak kandung korban, Jemi, saat dalam perjalanan untuk dirujuk dari RS Mitra Manakarra Mamuju menuju kota Makassar, pada Selasa, 11 Desember 2024 malam.

“Iya, Ambulance berangkat jam 19.00 WITA dan kabar dari supir Ambulance sekitar jam 00.30 WITA dia meninggal dunia,” kata Jemi.

Kabar duka itu disambut kekecewaan dari keluarga korban, pasalnya menurut Jemi adiknya itu terlambat mendapat penanganan medis. Setelah sebelumnya terbaring selama empat hari dalam perawatan di RS Mitra Manakarra.

“Kami keluarga menilai pelayanan di RS Mitra masih lambat dalam menangani pasien, padahal sudah empat hari dirawat,” ungkap Jemi.

Selain kecewa karena terlambat mendapat penanganan medis, Jemi juga berharap agar Pemerintah lebih memperhatikan akses Jalan di Kecamatan Kalumpang, khususnya ke wilayahnya yang masih terisolir. Hal itu agar kejadian pasien ditandu tidak terjadi lagi.

“Kami berharap akses utama kami yang menghubungkan tiga desa bisa diperbaiki, karena selama ini setiap orang sakit akan selalu mendapat penanganan yang terlambat karena perlu ditandu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jeri pasien ditandu yang menderita sakit parah sejauh 27 kilometer dari Desa Lasa. Kejadian itu juga viral di media sosial lantaran perjuangan warga di tiga desa seakan tidak pernah berhenti.

Bahkan untuk menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, warga di Desa Lasa, Karataun, dan Desa Salumakki menempuh jarak 27-30 kilometer untuk menandu setiap warga yang sakit.

Laporan : Yudi Toda

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerkonas Apindo 2025

    Gubernur Suhardi Duka Jadi Narasumber Utama di Rakerkonas Apindo 2025, Promosikan Potensi Investasi Sulbar

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mekora.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, (5/8/2025). Kehadiran Gubernur Suhardi Duka di forum nasional bergengsi ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi investasi serta kekayaan sumber […]

  • Pupuk Subsidi Sulbar

    Polda Sulbar Gagalkan Penyelundupan 200 Sak Pupuk Subsidi di Trans Sulawesi

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi jenis Phonska sebanyak 200 sak dalam patroli rutin yang digelar di Jalan Lintas Mamuju-Kalukku, Minggu (3/8/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Petugas menghentikan satu unit truk Hino R6 dengan nomor polisi DC 8477 XV yang kedapatan mengangkut […]

  • Sutinah dilaporkan

    Cabup Mamuju Sutinah Suhardi Dilaporkan ke Bawaslu Buntut Klaim Saat Kampanye

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 125
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Calon Bupati (Cabup) Mamuju nomor urut 1, Sutinah Suhardi, dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Mamuju. Pelapor, Akriadi, mengatakan hal itu buntut pernyataan yang menjanjikan bantuan gempa tahap II saat berkampanye. Akriadi menyebut, Sutina seharusnya tidak mengklaim program pemerintah saat melakukan kampanye dikarenakan sedang cuti dan tidak sedang menjabat sebagai kepala daerah. “Kami melaporkan […]

  • Tenun Sulbar

    Mulai November, Tenun Lokal Jadi Seragam Wajib ASN Pemprov Sulbar

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 220
    • 0Komentar

    POLMAN, mekora.id – Tenun khas Sulawesi Barat seperti Sambu dari Mamasa, Saqbe, dan Sekomandi merupakan kekayaan budaya dengan nilai khas. Dengan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berencana memadukan motif-motif itu sebagai pakaian seragam wajib bagi ASN. Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan hal itu sekaligus menghidupkan UMKM sektor textile yang memproduksi […]

  • Upacara HUT ke-80 RI di Bontang Berlangsung Khidmat, Paskibra Sukses Jalankan Tugas

    Upacara HUT ke-80 RI di Bontang Berlangsung Khidmat, Paskibra Sukses Jalankan Tugas

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Mekora.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bontang berlangsung khidmat. Upacara penaikan bendera yang digelar di Stadion Bessai Berinta pada Minggu (17/8/2025) dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Wali kota yang akrab disapa Bunda Neni itu hadir didampingi sang suami, Andi Sofyan Hasdam yang juga Ketua Komite […]

  • Komisi IV DPRD Sulbar Panggil RSUD Sulbar

    Komisi IV Mencecar Direktur RSUD Sulbar Terkait Radioterapi

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 0Komentar

     MAMUJU, mekora.id – Komisi IV DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) mencacar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri, terkait polemik pembangunan bunker Radioterapi, di Ruang Rapat Komisi, pada, Rabu, (10/7/2024). Dalam rapat dengar pendapat itu, Komisi IV DPRD Sulbar, mencecar sejumlah isu, termasuk insiden ambruknya plafon Bunker Radioterapi RSUD Sulbar pekan lalu. […]

expand_less