7 Anggota Polisi Ditahan Terkait Kasus Kematian Tahanan di Polres Polman
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tujuh orang oknum polisi Anggota Reskrim Polres Polman ditahan. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Buntut kasus tahanan meninggal, setidaknya 7 (tujuh) orang penyidik personil Reskrim Polres Polewali Mandar (Polman) kini menjalani pemeriksaan dan ditahan di tempat khusus (Patsus).
Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, mengatakan ketujuh personil itu ditahan setelah sebelumnya diperiksa secara intensif oleh Propam. Tujuh personil tersebut diduga kuat ikut bertanggung jawab atas meninggalnya Randi di Tahanan Polres Polman.
“Hasil pemeriksaan Bid Propam Polda Sulbar, ketujuh orang penyidik ini disebut – sebut ikut bertanggung jawab adanya insiden kematian tahanan Polres Polman baru-baru ini. Mereka sudah ditahan,“ kata Slamet Wahyudi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/9/24) malam.
Menurut Kombes Pol Slamet, jika perbuatan ketujuh anggota Polisi itu terbukti melakukan perbuatan yang berakibat meninggalnya tahanan Randi di Tahanan Polres Polman. Maka sanksi tegas dan Pidana akan menanti ketujuh personil itu.
“Tujuh anggota ini jika sudah dilakukan pemeriksaan, kedepan akan mengikuti sidang etik Kepolisian. Jika terbukti bersalah akan dilanjutkan dengan penanganan pidananya oleh Direktorat Kriminal Umum ( Krimum ),“ terangnya.
Sebelumnya, Randi Tahanan Polres Polman dilaporkan meninggal dunia, pada Rabu 11 September 2024 lalu. Korban diduga kuat dianiaya sejumlah oknum polisi saat berada di tahanan dan meninggal dunia.
Sadisnya, kejadian tersebut ikut disaksikan oleh Nasriah, Ibu Randi yang juga berada di tahanan Polres Polman saat itu. Dari pengakuan Narsiah, anaknya dianiaya dan diseret oleh sejumlah oknum yang diduga anggota polisi di sel Polres Polman.
“Saya lihat anak saya diseret dan dipukuli mulai dari dalam sampai di luar tahanan. Bahkan anak saya sempat minta minum tapi terus diseret keluar,” kata Nasria Via telepon, Kamis, (12/9/2024).
Nasriah menuturkan, kondisi jenazah korban mengenaskan yang mengalami luka lebam dan kulit di sejumlah bagian tubuh melepuh dan robek. Nasriah mengaku, dua tangan korban juga memar, hingga kaki kanan korban juga terdapat luka robek seperti patah.
“Punggung dan tangan kanannya terkelupas dan memar, kaki dan tangannya juga,” ungkap Nasriah.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
