Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pro Kontra Tambang Batu Bara di Bonehau, Dua Kelompok Nyaris Berhadap-Hadapan Saat Berunjuk Rasa

Pro Kontra Tambang Batu Bara di Bonehau, Dua Kelompok Nyaris Berhadap-Hadapan Saat Berunjuk Rasa

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Dua kelompok pengunjuk rasa di Mamuju nyaris berhadap-hadapan saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur  Sulawesi Barat (Sulbar),  pada Senin (18/03/2024).

Kedua massa pengunjuk rasa itu, masing-masing dari aliansi “Gerakan Pemuda Pemerhati Bonehau” yang memprotes pengoperasian dan pengangkutan tambang batu bara oleh PT. Bonehau Prima Coal (BPC) di Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, yang menggunakan akses jalan umum.

Sedangkan massa lainnya dari puluhan karyawan PT. Bonehau Prima Coal yang tidak ingin aktivitas mereka diganggu dan dituding oleh para pengunjuk rasa dari Gerakan Pemuda Pemerhati Bonehau.

Pantauan Mekora.id, dua kelompok pengunjuk rasa itu menjadwalkan waktu yang sama. Kelompok Pemuda tiba terlebih dahulu yang tak lama disusul oleh massa PT. BPC pada pukul 10.44 WITA.

Unjuk rasa Pemuda

Para pengujuk rasa dari Gerakan Pemuda Pemerhati Bonehau tiba lebih dulu sekitar pukul 10.25 WITA di depan Kantor Gubernur Sulbar. Aksi unjuk rasa itu dilakukan untuk mendesak Pemprov Sulbar, segera mengevaluasi perusahaan tambang batu baru PT. Bonehau Prima Coal yang beroperasi di Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Pasalnya menurut mereka, aktivitas Perusahaan yang memuat hasil tambang menggunakan jalan umum dapat mengganggu mobilisasi masyarakat.
Selain itu, koordinator aksi lapangan, Ruhul Dalling dalam orasinya mengatakan, pemuatan hasil tambang menggunakan jalan umum kini mengancam kualitas jalan yang baru saja di aspal.
Padahal menurut Ruhul, aspal tersebut baru saja dirasakan dan dinikmati warga bonehau selama puluhan tahun tidak terjamah.
“Kita mensyukuri bahwa ada perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja lokal, tetapi perlu melakukan sosialisasi dahulu dan tidak menggunakan jalan umum,” kata Ruhul.
Selain itu mereka juga menyebut, dalam pengoperasian PT. BPC itu belum belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami meminta agar ada sosialisasi, agar masyarakat sekitar bisa merasa aman,” kata Ruhul.
Berikut tuntutan massa aksi :
1. Meminta PT. Bonehau Prima Coal menghentikan Coal Hauling menggunakan akses jalan poros Bonehau Kalumpang
2. Mendesak Gubernur Sulawesi Barat mengeluarkan surat pemberhentian aktivitas PT. Bonehau Prima Coal sebelum melakukan sosialisasi di tingkat Kecamatan dengan mengundang seluruh elemen masyarakat termasuk pemuda.

Unjuk rasa PT.  PT. Bonehau Prima Coal


Tak berselang lama, pada Pukul 10.44 WITA, massa pengunjuk rasa lainnya dari PT. Bonehau Prima Coal tiba di depan Kantor Gubernur Sulbar. Mereka terdiri dari puluhan karyawan dan manajemen PT. Bonehau Prima Coal melakukan orasi dan membentangkan spanduk bertuliskan “Perusahaan Kami Telah Membayar Pajak dan Iuran Sesuai Dengan Peraturan yang Berlaku“.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bontang Bentuk TPKJM, Kasus ODGJ Jadi Sorotan Serius

    Pemkot Bontang Bentuk TPKJM, Kasus ODGJ Jadi Sorotan Serius

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan menggelar Sosialisasi dan Advokasi Tim Pencegahan serta Penanggulangan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Selasa (3/9/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. Acara digelar secara tatap muka dan virtual, dihadiri jajaran OPD, camat dan lurah se-Kota Bontang, […]

  • Kopi Mamasa diekspor ke Malaysia

    Lulus Uji Lab, Kopi Mamasa Siap Diekspor ke Malaysia

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 150
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebanyak 120 kilogram biji kopi Mamasa jenis robusta dan arabika dinyatakan lulus uji lab. Kopi itu siap untuk diekspor berbarengan dengan pelayaran perdana di Pelabuhan Tanjung Silopo, Polman menuju Malaysia. Pejabat Karantina Sulawesi Barat, Instiarni mengatakan, kelayakan biji kopi milik eksportir lokal Yakob. Kini lulus uji setelah melalui proses pemeriksaan menggunakan mikroskop […]

  • HUT ke-80 RI, Wali Kota Bontang Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Tantangan Global

    HUT ke-80 RI, Wali Kota Bontang Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Mekora.id – Suasana syukur dan kebersamaan memenuhi Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu siang (17/8/2025). Pemerintah Kota Bontang menggelar syukuran memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diawali dengan doa bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memanjatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan […]

  • Desa Tanambuah

    Inspektorat Mamuju Umumkan Hasil Audit Dugaan Korupsi Kades Tanambuah, Total 600 Juta

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 132
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemeriksaan dugaan kasus korupsi yang menjerat Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terus berlanjut. Terbaru, Inspektorat Kabupaten Mamuju menyebut hasil pemeriksaan tim audit menemukan Kades Tanambuah sebesar Rp 600 juta pada tahun anggaran 2022 dan 2023. “Dari hasil pemeriksaan Inspektorat kurang lebih ada Rp 600 juta pokok-pokok […]

  • TPA Matakali Polman

    Dekat Dengan Pemukiman, Warga Tolak Rencana Pembangunan TPA di Matakali

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 133
    • 0Komentar

    POLMAN, mekora.id – Warga di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menolak rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah mereka. Menurut salah satu warga Matakali yang tidak ingin disebutkan namanya, penolakan itu lantaran warga sekitar khawatir pada dampak lingkungan yang akan berdampak buruk pada kesehatan mereka. Hal itu lantara, TPA sementara yang […]

  • Peletakan Batu Pertama Masjid Syuhada Mamuju

    Dibangun Kembali, Masjid Raya Suada Mamuju Akan Gunakan Arsitektur Turki Usmani

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Masjid Raya Suada Mamuju kembali dibangun pasca rusak akibat gempa 15 Januari 2021 lalu. Peletakan batu pertama dari Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menandai awal konstruksi masjid bergaya Arsitektur Turki Usmani modern tersebut. Menurut Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Prasarana Permukiman wilayah Sulawesi Barat, M. Arief, konstruksi Masjid Raya Suada Mamuju telah dimulai […]

expand_less