Tambang Emas Ilegal di Bonehau Raup 20 Gram Emas per Hari, Habiskan 200 Liter BBM Subsidi
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konferensi Pers Polresta Mamuju mengungkap Tambang emas ilegal di Bonehau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terungkap mampu menghasilkan 15 hingga 20 gram emas per hari dengan konsumsi BBM subsidi mencapai 200 liter setiap kali operasional. Fakta tersebut terungkap setelah aparat kepolisian menggerebek lokasi tambang yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi pada tengah malam.
Kapolresta Mamuju, Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan para pelaku sengaja menjalankan aktivitas penambangan mulai pukul 00.00 hingga menjelang subuh untuk menghindari pantauan aparat dan masyarakat.
“Para pelaku sengaja melakukan aktivitas penambangan pada tengah malam hingga menjelang pagi untuk menghindari pantauan petugas dan menghindari ekspos,” ujar Ferdyan dalam konferensi pers, Selasa (12/5/2026).
Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 01.30 WITA setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan di kawasan sempadan sungai yang berada di area hutan pada Minggu, 3 Mei 2026 lalu.
Dalam operasi tersebut, polisi menemukan satu unit ekskavator yang sedang beroperasi, satu palong, mesin pompa air, pipa paralon, selang penyedot, 11 karpet penyaring emas, alat dulang, serta emas hasil tambang seberat sekitar 4 gram.
Menurut Ferdyan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tambang ilegal tersebut mampu menghasilkan sekitar 4 gram emas setiap jam. Dengan durasi operasional selama empat hingga lima jam setiap malam, hasil tambang diperkirakan mencapai 15 sampai 20 gram emas per hari.
“Kalau dikonversi ke rupiah, dengan harga emas sekitar Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per gram, maka pendapatan mereka bisa lebih dari Rp10 juta per hari atau lebih dari 300 juta selama beroperasi 15 hari,” jelasnya.
Selain alat tambang, polisi juga mengamankan tiga jeriken berisi BBM subsidi. Kebutuhan bahan bakar untuk operasional alat berat dan mesin lainnya diperkirakan mencapai 150 hingga 200 liter per hari.
“Sudah bisa dipastikan BBM yang digunakan diperoleh secara ilegal,” tambahnya.
Saat ini polisi telah mengamankan delapan orang terdiri dari tujuh pekerja dan satu operator alat berat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengaku telah mengantongi identitas pemodal tambang emas di Bonehau yang diduga menjadi penanggung jawab aktivitas tambang ilegal tersebut.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar