Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Penyaluran Kredit di Sulbar Melambat, BI Catat Risiko Kredit Korporasi Masih Tinggi

Penyaluran Kredit di Sulbar Melambat, BI Catat Risiko Kredit Korporasi Masih Tinggi

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat mencatat perkembangan sistem keuangan daerah pada triwulan I 2026 masih berada dalam kondisi stabil, meski pertumbuhan kredit mulai mengalami perlambatan.

Dalam paparan SIPAKADA Media yang digelar Kamis (8/5/2026), BI mengungkapkan pertumbuhan penyaluran kredit di Sulawesi Barat pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 3,84 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melambat dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 6,87 persen.

Kepala Deputi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Deputi Deputi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat, Erdi Fiat Gemilang, menjelaskan perlambatan kredit telah terjadi sejak 2023, terutama setelah periode pertumbuhan tinggi pada 2020 hingga 2022. Meski demikian, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan tren yang lebih baik dengan pertumbuhan mencapai 10,28 persen pada triwulan I 2026.

“DPK bergerak lebih moderat dengan pola yang relatif stabil, sementara kualitas kredit masih terjaga,” ujar Erdi.

Dari sisi risiko perbankan, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Sulbar tercatat berada pada level 4,45 persen dan cenderung stabil sejak 2023. Sementara Loan at Risk (LAR) mengalami penurunan ke kisaran 11 hingga 13 persen, yang menunjukkan perbaikan kualitas portofolio restrukturisasi kredit.

Namun demikian, BI menyoroti tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada kisaran 281 hingga 305 persen. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan pembiayaan kredit di Sulbar masih banyak ditopang dana dari luar daerah karena penghimpunan dana lokal belum mampu mengimbangi ekspansi kredit.

SIPAKADA Media BI Sulbar 2026

Pada segmen korporasi, pertumbuhan kredit terus mengalami perlambatan. Hingga triwulan I 2026, kredit korporasi hanya tumbuh 1,09 persen (yoy), turun signifikan dibandingkan pertengahan 2024 yang sempat mencapai 11,37 persen. Perlambatan ini mencerminkan moderasi permintaan pembiayaan dari sektor usaha.

Selain itu, kualitas kredit korporasi juga masih menghadapi tekanan. NPL kredit korporasi tercatat berada di kisaran 7,62 persen dan relatif stagnan sejak 2023. BI menilai kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya risiko pada sektor usaha.

Berbeda dengan sektor korporasi, kredit rumah tangga masih tumbuh cukup baik meski mulai melambat. Pada triwulan I 2026, kredit rumah tangga tumbuh 9,61 persen setelah sebelumnya mencapai 11,35 persen pada triwulan IV 2025. Rasio NPL kredit rumah tangga juga tetap rendah di level 1,30 persen.

Secara sektoral, penyaluran kredit di Sulbar masih didominasi sektor pertanian dengan pangsa mencapai 20,50 persen dari total kredit sepanjang 2020–2025. Sektor perdagangan berada di posisi kedua dengan porsi 17,93 persen.

Meski mendominasi, pertumbuhan kredit sektor pertanian tercatat melambat menjadi 3,49 persen pada triwulan I 2026. Sementara kredit perdagangan mengalami kontraksi hingga minus 10,48 persen yang mencerminkan perlambatan aktivitas perdagangan di Sulbar.

Kredit sektor konstruksi juga masih tertekan dengan kontraksi sebesar minus 14,61 persen akibat perlambatan investasi dan penyelesaian proyek. Adapun sektor industri pengolahan mulai menunjukkan pemulihan meski pertumbuhannya melandai menjadi 7,08 persen.

Di sisi UMKM, BI mencatat kredit UMKM di Sulbar pada triwulan I 2026 mencapai Rp7,60 triliun, namun mengalami kontraksi sebesar 4,37 persen (yoy). Kredit tersebut masih didominasi sektor pertanian dengan pangsa hampir 47 persen.

Sementara penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat sebesar Rp3,77 triliun atau turun 1,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah UMKM juga meningkat menjadi 3,91 persen sehingga dinilai perlu menjadi perhatian perbankan dalam menjaga kualitas pembiayaan.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mamuju run

    Diramikan 3.500 Pelari, Mamuju Run 2025 Jadi Event Lari Terbesar di Sulawesi Barat

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 361
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pelaksaan “Mamuju Run 2025” sukses menarik perhatian besar publik, hal itu setelah event lari tersebut diikuti sedikitnya 3.500 pelari dari berbagai daerah yang dipusatkan di Jl. Ahmad Kirang Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu, (9/11/2025). Mamuju Run 2025 sendiri diikuti pelari dari dua kategori masing-masing masing-masing 2.400 pelari kategori 5 kilometer (5K) dan […]

  • Mobil Mantan Bupati Mamasa Kecelakaan

    Rem Blong, Mobil Mantan Bupati Mamasa Ramlan Badawi Kecelakaan di Kalukku

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 249
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Mantan Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Dua Jalan Trans Sulawesi, Lombang-lombang, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu (27/09/2023). Mobil yang dikendarai oleh Mantan Bupati Mamasa tersebut mengalami rem blong, sehingga kehilangan kendali dan menabrak tiang rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya, minibus tersebut terbalik dan keluar dari […]

  • GMNI Polman

    GMNI Polman Ingatkan Bupati dan Wabup Baru, Pekerjaan Rumah Menanti

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 161
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polewali Mandar (Polman), angkat bicara. Mereka mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati baru yang telah pulang retret, ada pekerjaan rumah yang kompleks menanti. Sekretaris Cabang GMNI Polman, Suaib S, mengatakan persoalan lingkungan seperti penanganan sampah, Peraturan Daerah, pembangunan infrastruktur, hingga masalah kesejahteraan sosial masih membelit di Kabupaten […]

  • Tahanan di Polman Meninggal

    7 Anggota Polisi Ditahan Terkait Kasus Kematian Tahanan di Polres Polman

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Buntut kasus tahanan meninggal, setidaknya 7 (tujuh) orang penyidik personil Reskrim Polres Polewali Mandar (Polman) kini menjalani pemeriksaan dan ditahan di tempat khusus (Patsus). Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, mengatakan ketujuh personil itu ditahan setelah sebelumnya diperiksa secara intensif oleh Propam. Tujuh personil tersebut diduga kuat ikut bertanggung jawab […]

  • Koperasi Merah putih Sulbar

    Sulbar Peringkat Pertama Nasional Bentuk Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menempati peringkat pertama nasional dalam pembentukan dan pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham RI, Minggu (1/6/2025) pukul 10.00 WIB. Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar, Sunu Tedi […]

  • Penyerahan berkas penyidikan Dugaan Kasus Karupsi Desa Tanambuah

    Temuan 400 Juta, Dugaan Korupsi Kades Tanambuah Kini ke Meja Penyidik Tipikor

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 303
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Dugaan kasus korupsi Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), kini masuk dalam penyidikan polisi. Hal itu setelah temuan Inspektorat Kabupaten Mamuju, diteruskan ke penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polresta Mamuju beberapa pekan lalu. Kepala Inspektorat Mamuju, Muhammad Yani mengatakan, pelimpahan itu setelah adanya laporan masyarakat atas dugaan […]

expand_less