Pilu, Jalan Tak Tembus Mobil Warga Kalumpang Terpaksa Tandu Jenazah di Gelap Malam
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Desa Makkaliki, Kalumpang tandu Jenazah lewat jalan setapak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Makkaliki, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Di tengah kehilangan, mereka masih harus menghadapi sulitnya akses jalan saat mengantar jenazah keluarga.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam. Warga terpaksa menandu jenazah sejauh lebih dari 4 kilometer karena ambulans tidak bisa menjangkau desa akibat kondisi jalan yang rusak dan belum terbuka.
Isak tangis mengiringi perjalanan di tengah gelap malam. Jalan setapak yang terjal memaksa warga berjalan bergantian sambil memikul jenazah.
Seorang warga, Abdel, mengatakan ambulans hanya bisa sampai di jalan utama kecamatan.
“Setelah itu harus ditandu. Walaupun malam hari, kami tidak punya pilihan lain,” ungkap Abdel, Senin, (23/3/2026).
Ia menjelaskan, jenazah sebelumnya dirawat di Kota Mamuju sebelum akhirnya meninggal dunia dan dibawa pulang ke kampung halaman pada hari yang sama.
“Siangnya meninggal di Mamuju, malamnya tiba di kampung,” katanya.
Kondisi medan yang berat membuat proses pengantaran jenazah berlangsung sulit. Warga harus bergotong royong melewati jalur yang licin dan menanjak.
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya infrastruktur di wilayah pedalaman Kalumpang. Warga menyebut akses jalan yang tidak layak tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menyulitkan dalam situasi darurat.
Masyarakat pun menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agar segera memperbaiki akses jalan menuju desa mereka.
“Perbaiki jalan kami. Ini kebutuhan dasar, bukan sekadar janji,” ungkap warga dengan nada emosional.
Bagi warga, jalan yang layak bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menyangkut keselamatan dan martabat di saat-saat paling sulit.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar