Sekda Sulbar Buka TOT GERAI Jelang Ramadan, Tekankan Langkah Antisipasi Inflasi
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Sulbar Junda Maulana buka TOT GERAI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI) menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Hotel Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Junda Maulana menyampaikan apresiasi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, atas terselenggaranya kegiatan yang digagas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) serta melibatkan MUI, TP PKK, dan organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Menurutnya, GERAI merupakan bentuk sinergi kolaboratif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mengendalikan inflasi, khususnya pada komponen pangan yang cenderung bergejolak menjelang hari besar keagamaan.
“Gerakan bersama jaga inflasi ini menjadi wujud kolaborasi untuk menekan lonjakan harga, terutama bahan pangan yang sangat sensitif terhadap momen Ramadan dan Idulfitri,” ujar Junda.
Ia menjelaskan, inflasi umumnya terjadi ketika daya beli masyarakat meningkat signifikan, namun tidak diimbangi ketersediaan barang dan jasa yang memadai. Ketimpangan antara permintaan dan pasokan inilah yang memicu kenaikan harga.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mengambil langkah antisipatif secara proaktif. Penguatan peran TPID, pemantauan harga secara intensif, pelaksanaan operasi pasar, kelancaran distribusi pangan, hingga dukungan subsidi pada sektor transportasi menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan produksi, menjaga stabilitas serta keterjangkauan harga. Itu kunci agar inflasi di Sulawesi Barat tetap terkendali,” tegasnya.
Junda juga mengingatkan bahwa faktor eksternal di luar kewenangan pemerintah daerah turut mempengaruhi inflasi, seperti perubahan kebijakan subsidi dan fluktuasi harga komoditas global.
“Contohnya terkait subsidi listrik yang tahun lalu ada, sekarang tidak lagi. Kemudian harga emas tahun ini meningkat cukup signifikan. Faktor-faktor seperti ini turut berdampak pada inflasi Sulbar,” jelasnya.
Melalui TOT GERAI, pemerintah berharap lahir para pelatih sekaligus penggerak (agent of change) yang memahami strategi pengendalian inflasi. Mereka diharapkan mampu memetakan potensi tekanan harga serta merumuskan kebijakan yang inovatif dan adaptif di tingkat daerah.
Program ini juga ditujukan untuk memfasilitasi aksi konkret di lapangan, seperti Gerakan Pasar Murah (GPM), operasi pasar, serta inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun distributor secara terstruktur dan serentak.
Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan stabilitas ekonomi Sulawesi Barat tetap aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
