Terungkap Motif Polisi di Mamuju Akhiri Hidupnya di Kebun, Cinta Beda Agama Tak Dapat Restu
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi : Polisi di Sulbar akhiri hidupnya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peringatan : Berita dibawa ini mengandung informasi sensitif, tidak ditujukan untuk melakukan tindakan serupa kepada siapa pun. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa krisis, merasa tidak ada harapan, atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, mohon segera cari bantuan atau hubungi profesional.
MAMUJU, Mekora.id – Misteri kematian seorang anggota polisi yang bertugas di Polda Sulawesi Barat (Sulbar) yang ditemukan tak bernyawa di rumah kebun Desa Pokkang, Mamuju, terungkap. Hasil penyelidikan polisi memastikan peristiwa itu murni dilakukan sendiri oleh korban yang dipicu persoalan asmara.
Hal itu disampaikan Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan mendalam oleh penyidik tidak ditemukan unsur pidana.
“Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Ciri-ciri saat korban ditemukan juga identik dengan orang yang mengakhiri hidupnya sendiri,” ujar Herman, Rabu, (4/2/2026).
Herman menjelaskan, kepastian tersebut diperoleh setelah polisi memeriksa sedikitnya enam orang saksi, termasuk dua rekan korban yang menemani pada malam sebelum kejadian serta kekasih korban.
Dari keterangan para saksi, terungkap bahwa korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmaranya yang tidak mendapat restu dari kedua orang tua masing-masing pihak karena perbedaan agama.
Peristiwa bermula saat korban bersama dua rekannya pergi menginap di rumah kebun milik orang tua korban. Malam itu, korban disebut sedang mengalami beban pikiran akibat persoalan pribadi yang dihadapinya.
Sekitar pukul 23.00 WITA, korban berpamitan kepada kedua rekannya yang masih berada di teras rumah kebun untuk masuk ke kamar beristirahat. Tak lama setelah itu, rekan-rekannya sempat mendengar korban melakukan percakapan telepon dengan kekasihnya.
“Kami telah meminta keterangan dari dua rekan korban yang bersama korban pada malam sebelum meninggal dunia. Keterangan tersebut saling bersesuaian,” kata Herman.
Penyelidikan polisi semakin diperkuat setelah penyidik memeriksa kekasih korban dan menemukan bukti berupa pesan suara (voice note) yang dikirim korban sesaat sebelum mengakhiri hidupnya.
“Penyidik juga memperoleh voice note yang jadi bukti kuat latar belakang korban mengakhiri hidupnya,” ujar Herman Basir.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh kedua rekannya sekitar pukul 06.00 WITA, dalam keadaan tergantung di tiang pintu masuk kamar rumah kebun tersebut.
Polisi memastikan kasus kematian polisi anggota Polda Sulbar berpangkat Briptu ini telah ditangani sesuai prosedur dan mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental orang-orang di sekitarnya, khususnya mereka yang tengah mengalami tekanan psikologis.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
