Akhir Fragmentasi, GMNI Sulbar Sepakat Bersatu dan Siap Konferda Bersama
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

GMNI Sulbar sepakati bersatu dan akhirnya konflik internal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MATENG, Mekora.id – Gaung persatuan nasional di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang dideklarasikan di Bali berdampak hingga ke daerah. Di Sulawesi Barat (Sulbar), dua kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI akhirnya sepakat mengakhiri konflik internal dan menyatakan bersatu.
Kesepakatan persatuan tersebut mengemuka dalam Rapat Konsolidasi Pra Konferda Persatuan
GMNI Sulawesi Barat yang digelar di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Jumat (23/1/2026). Forum ini menjadi titik balik konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan.
Dengan mengusung tema “Vis Unita Fortior, GMNI Sulbar Adaptif, Berkarakter, dan Menangkap Zaman”, konsolidasi dihadiri jajaran pengurus DPD serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI se-Sulawesi Barat, meliputi GMNI Mamuju, Majene, dan Mamuju Tengah.
Ketua DPC GMNI Mamuju Tengah sekaligus tuan rumah kegiatan, Gibran Adhi Putra, menegaskan bahwa Mamuju Tengah siap menjadi ruang pemersatu bagi seluruh kader GMNI Sulbar pasca dinamika panjang konflik internal.
“Atas nama keluarga besar GMNI Mamuju Tengah, kami mengucapkan selamat datang di Bumi Lallatassisara, tanah persatuan, tanah perjuangan, dan tanah harapan. Kehadiran seluruh kader GMNI Sulbar di Mamuju Tengah menjadi energi untuk kembali merawat persatuan dan marhaenisme,” ujar Gibran.
Menurutnya, Pra Konferda harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi ideologis, bukan ajang me
mpertajam perbedaan.
“Pra Konferda ini harus menjadi ruang pemersatu, bukan pemisah. GMNI Sulbar harus adaptif terhadap zaman tanpa kehilangan jati diri ideologisnya,” tegasnya.
- Konsolidasi Pra Konferda Persatuan GMNI Sulbar di Topoyo, Mamuju Tengah.
Sementara itu, Ketua DPD GMNI Sulawesi Barat Nur Alamsyah menilai konsolidasi ini sebagai fondasi penting agar Konferda Persatuan berjalan dalam suasana dewasa dan bermartabat.
“Konsolidasi ini adalah langkah awal memastikan Konferda Persatuan GMNI Sulbar berjalan dalam semangat kebersamaan dan kedewasaan berorganisasi. GMNI harus tetap kokoh sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh DPC agar mengedepankan dialog serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun personal.
Senada, Sugiarto Alberth, Ketua DPD GMNI Sulawesi Barat, menekankan bahwa persatuan merupakan syarat utama agar GMNI tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial di Sulawesi Barat.
“Vis Unita Fortior bukan sekadar slogan. Persatuan adalah kekuatan utama GMNI. Kita ingin GMNI Sulbar berkarakter, progresif, dan tetap berpihak pada realitas sosial rakyat Sulawesi Barat,” ungkap Sugiarto.
Ia berharap konsolidasi ini melahirkan kesepahaman bersama demi terselenggaranya Konferda Persatuan yang demokratis, bermartabat, dan setia pada nilai-nilai marhaenisme.
Rapat Konsolidasi Pra Konferda Persatuan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga persatuan organisasi, memperkuat konsolidasi ideologis, dan memastikan GMNI Sulbar tetap berada di jalur perjuangan rakyat.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar