Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Berburu Penja di Budong-Budong : Ikan Endemik Jadi Sumber Nafkah yang Terancam Tambang Pasir

Berburu Penja di Budong-Budong : Ikan Endemik Jadi Sumber Nafkah yang Terancam Tambang Pasir

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MATENG, Mekora.id – Musim berburu ikan penja kembali mewarnai kehidupan warga pesisir di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya dan sumber penghidupan masyarakat setempat setiap kali ikan kecil ini muncul di muara sungai.

Ikan penja, atau dikenal juga dengan sebutan duang, adalah ikan mungil berukuran 1–2 sentimeter yang hanya muncul dua kali dalam setahun, yakni sekitar bulan Mei dan Desember. Kemunculannya yang musiman menjadikan ikan ini sebagai buruan utama warga pesisir saat musim tiba.

Sejak turun-temurun, menangkap penja telah menjadi tradisi masyarakat di sepanjang pantai dan muara Sungai Budong-Budong. Warga menggunakan alat tangkap tradisional, seperti bunde dan panambe, untuk menangkap ikan ini secara berkelompok.

“Biasanya ikan penja muncul secara musiman dari Pantai Batu Rede hingga muara Sungai Budong-Budong,” kata Abdurahman, seorang nelayan setempat, Selasa (28/5/2025).

Menurut Abdurrahman, hasil tangkapan ikan penja mampu memberikan nilai ekonomi yang signifikan. Dalam satu musim, pendapatan warga bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta, tergantung hasil tangkapan.

“Harga ikan penja kering bisa mencapai Rp15 ribu per kilogram, sementara ikan segar dijual sekitar Rp300 ribu per termos,” ungkapnya.

Ancaman Tambang Pasir

Kendati menjadi berkah tahunan, masa panen ikan penja kini dihadapkan pada ancaman serius. Rencana penambangan pasir di muara Sungai Budong-Budong kini jadi khawatir warga setempat.

Kekhawatiran itu diungkap salah satu warga, Abdurahman (45), mengatakan, jika perusahaan tambang beroperasi akan berdampak pada habitat ikan penja. Ia menyebut, mereka terancam tidak dapat lagi mengais nafkah setiap musim penja tiba.

Selain itu, lokasi tambang pasir yang berdekatan dengan pemukiman warga menjadi ancaman lain. Sebab kata Abdulrahman, pengerukan pasir akan berdampak abrasi dan mengikis perkampungan mereka. Dengan kondisi itu, warga di Budong-Budong mengaku menolak kehadiran tambang pasir.

“Kami menolak kehadiran tambang karena akan menguasai sepanjang bibir pantai dan muara sungai. Itu bisa menghancurkan habitat penja dan mata pencaharian kami,” tegasnya.

Selain penja, masyarakat juga mencemaskan keberlangsungan spesies penyu yang menjadikan Pantai Batu Rede sebagai tempat bertelur alami. Eksploitasi pasir dinilai berisiko mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan pantai.

Harapan Warga: Lindungi Tradisi dan Alam Untuk Anak Cucu

Warga Budong-Budong berharap pemerintah berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi lokal. Penolakan terhadap tambang bukan semata soal lingkungan, tapi juga menyangkut warisan budaya, ekosistem lokal, dan masa depan anak cucu mereka.

“Kami ingin tradisi ini terus hidup dan anak-anak kami tetap bisa menikmati hasil laut seperti kami hari ini,” pungkas Abdurahman.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa Aliansi Rakyat Sukbar Tolak Tambang Pasir, mendirikan posko dan tenda di Halaman Kantor Gubernur. (Foto : Sugiarto/Mekora.id)

    Tak Ditemui Gubernur Sulbar, Massa Aliansi Tolak Tambang Dirikan Tenda

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 221
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ratusan Massa dari Aliansi Rakyat Sulbar Tolak Tambang, yang menggelar unjuk rasa sejak, memilih bertahan dan membangun tenda di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin, (5/5/2025). Koordinator Aksi, Sulkarnain, mengatakan mereka membangun tenda- tenda dikarenakan Gubernur yang hendak ditemui tidak berada di tempat. Ia menyebut mereka akan bertahan hingga Gubernur Suhardi Duka menemui massa […]

  • Pembangunan Berkeadilan Jadi Harapan Pejuang Pembentukan Sulbar di Usia ke-19 Tahun

    Pembangunan Berkeadilan Jadi Harapan Pejuang Pembentukan Sulbar di Usia ke-19 Tahun

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 141
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat resmi ditetapkan sebagai daerah otonomi baru (DOB) sejak 04 Oktober 2004 yang diperingati setiap 22 September. Dengan momentum ini, sejumlah tokoh pejuang pembentukan Sulawesi Barat, berkumpul di malam hari jadi ke-19 tahun Sulbar. Pertemuan itu berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim, Kamis (21/09/2023). Menurut Basri Hasanuddin, kehadiran […]

  • Kades Sandapang Vonis bebas

    Kades Sandapang Divonis Bebas Atas Dakwaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Yuil, Kepala Desa Sandapang, Kecamatan Kalumpang, yang didakwa melakukan pelecehan seksual di salah satu hotel berbintang di Mamuju divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Mamuju, Kamis (02/5/2024). Pengacara Kades Sandapang, Jack. Z Timbonga, SH.,MH. mengatakan, vonis bebas dari Pengadilan Negeri Mamuju itu telah sesuai dikarenakan jaksa penuntut umum (JPU) tidak mampu menghadirkan bukti-bukti […]

  • Denda Pinjol

    97 Pinjol Disanksi KPPU Terkait Kartel Suku Bunga, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 454
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 97 perusahaan pinjaman online (pinjol) dijatuhi sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setelah terbukti melakukan praktik kartel suku bunga. Putusan itu tertuang dalam perkara nomor 05/KPPU-I/2025, pada Kamis, (26/3/2026). Para Perusahaan Pinjol dinilai melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. […]

  • Toilet bersih Sulbar

    Ini 36 Sekolah yang Punya Toilet Terbersih di Sulbar Januari 2024

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 243
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Program toilet bersih untuk fasilitas umum yang dicanangkan Pemprov Sulbar sejak awal tahun 2024 kini telah memasuki pengumuman pemenang untuk edisi Januari 2024. Program yang diinisiasi Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh itu mengumumkan sejumlah pemenang dari enam kabupaten di Sulawesi Barat tingkat sekolah. Tim Satgas Program Toilet Bersih melakukan penilaian […]

  • Patung Yesus Sulbar

    Patung Yesus Tertinggi di Sulbar, Ada di Mamuju, Karya Daniel Elgibor

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 481
    • 3Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Patung Yesus setinggi 6 meter dan lebar kurang lebih 2 meter, berdiri tegak di Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Salubatu, Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Patung Yesus tertinggi di Sulawesi Barat ini, dibuat oleh pelukis dan perupa lokal asal Salubatu, Daniel Elgibor. Menurut Dani, pengerjaan patung Yesus itu memakan […]

expand_less