Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 21 Orang Penolak Tambang Pasir Dipanggil Polisi, Warga Karossa Tuntut Keadilan di Polda Sulbar

21 Orang Penolak Tambang Pasir Dipanggil Polisi, Warga Karossa Tuntut Keadilan di Polda Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Ratusan warga dari Kecamatan Karossa dan Kabupaten Mamuju Tengah dan Sarasa, Kabupaten Pasangkayu, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Sulawesi Barat (Sulbar), Jl. Aiptu Nurman, Kalubibing, Mamuju, pada Selasa, (18/3/2025) siang.

Aksi ini dipicu oleh pemanggilan 21 warga yang menolak aktivitas tambang pasir. Mereka dilaporkan dan dituduh melakukan pengrusakan serta pengancaman terhadap alat berat serta kapal milik perusahaan saat aksi menolak tambang berlangsung.

Warga Karossa, Aco Mulyadi, mengecam langkah PT ASR yang melaporkan 17 warga Karossa ke pihak berwajib. Ia menilai bahwa sejak awal, perusahaan justru telah menciptakan keresahan di masyarakat.

“Perusahaan telah menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Kami rela meninggalkan pekerjaan, keluarga, dan waktu berharga demi mempertahankan ruang hidup kami,” ungkap Aco.

Ia juga berharap agar kepolisian tidak melanjutkan kasus ini ke ranah pidana dan tetap berpegang pada kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

“Di bulan suci Ramadan ini, seharusnya kami bisa beribadah dengan tenang, tetapi laporan dari pihak perusahaan telah mengganggu ketenangan kami,” pungkasnya.

Salah satu ibu rumah tangga dari Karossa menuturkan, Indah, mengatakan keberadaan tambang pasir di Daerah Aliran Sungai (DAS) telah mengancam mata pencaharian mereka. Ia menyebut penolakan tambang pasir dilakukan sebab ia khawatir mereka tergerus oleh tambang pasir.

“Tambang ini sudah mengancam mata pencaharian kami, kalau terus beroperasi dan mata pencaharian kami hilang anak-anak kami mau makan apa?,” kata Indah dalam orasinya.

Ia meminta aparat penegak hukum, utamanya Polda Sulawesi Barat agar berpihak pada masyarakat kecil seperti mereka. Sebab kata dia, jika tidak dilindungi dan diskriminasi ketika menolak tambang masuk wilayahnya, mereka akan mengadu pada siapa.

“Kami ini masyarakat kecil, tempat kami mengadu itu ke Bapak-Bapak Polisi. Jadi kami meminta Polda Sulbar membuka hati nurani melihat kejadian ini,” ujarnya.

Sementara perwakilan mahasiswa, Yudi Toda, dalam orasinya menyatakan pemerintah Sulawesi Barat harus lebih berhati-hati dalam memberikan izin konsesi tambang. Menurutnya, kebijakan yang terlalu longgar justru merugikan masyarakat setempat.

“Seluruh pemangku kebijakan di Sulbar harus lebih selektif dalam memberikan izin tambang agar tidak merugikan warga,” ujar Yudi.

Ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum (APH) harus bersikap objektif dalam menangani kasus yang melibatkan masyarakat lokal. Khususnya bagi yang telah dilaporkan pihak perusahaan.

“Jika APH tidak netral, maka kami menduga ada permainan antara pihak kepolisian dan perusahaan tambang,” tegasnya.

Sebelumnya 21 orang penolak tambang pasir  masing-masing, 17 warga Karossa, Mamuju Tengah, 3 orang warga Kalukku, dan 1 orang warga Sarasa, Kabupaten Pasangkayu, di panggil ke Polda Sulbar atas tuduhan pengrusakan dan pengancaman setelah menolak tambang.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal di Mamuju Hilang

    Kapal Motor Tujuan Mamuju-Bala Balakang Dikabarkan Hilang, Muat 6 Penumpang

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 198
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebuah kapal motor dengan nama Cahaya Rizki, yang berlayar dari Pelabuhan TPI Mamuju tujuan Pulau Salissingan di Kepulauan Bala Balakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dikabarkan hilang di perairan Mamuju. Humas Basarnas Mamuju, Devis, melalui sambungan telepon mengatakan pihaknya baru menerima informasi awal. Dia mengaku belum memiliki data lengkap terkait kapal Cahaya […]

  • HUT ke-17 BOC, Pemkot Bontang Tekankan Sinergi Budaya dan Lingkungan

    HUT ke-17 BOC, Pemkot Bontang Tekankan Sinergi Budaya dan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Mekora.id – Ratusan pecinta sepeda onthel dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memadati Kota Bontang dalam acara bertajuk “Ngontel Bareng Se-Kalimantan Timur, 17 Th Sweet Seventeen BOC Menggenggam Merah Putih”, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dari halaman UMKM Center, Jalan Parikesit, Bontang Baru. Acara diawali dengan […]

  • BPSDMD Sulbar

    BPSDMD Sulbar Laksanakan Rapat Evaluasi Kegiatan 2024 dan Perencanaan 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan konsolidasi internal dengan melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan tahun 2024 dan 2025. Kamis, (2/1/2025). Rapat tersebut dipimpin Kepala BPSDMD Sulbar Farid Wajdi dan dihadiri Sekretaris, Sugeng Irianto dan para kepala bidang. Kegiatan ini bertema Refleksi 2024, Outlook 2025 : […]

  • Ruslan Daftar di PDIP Mamasa

    Siap Bertarung di Pilkada, Ruslan Ambil Formulir Calon Bupati di PDIP Mamasa

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id – Kader PDI Perjuangan yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Ruslan, melakukan pendaftaran bakal calon kepala daerah yang dibuka DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamasa, Kamis (02/5/2024). Pengambilan formulir bakal calon kepala daerah itu diwakili oleh Bongga Barana yang diterima langsung oleh Sekretaris DPC PDIP Mamasa, Linus. Menurut Ruslan, pengambilan formulir dari partainya […]

  • APBN 2026

    Pemerintah Tetapkan Rancangan APBN 2026 Sebesar Rp 3.786,5 triliun

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 195
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Pemerintah menyusun arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk mendukung agenda pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Pengantar RAPBN 2026 dan Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna DPR, Jumat (15/8/2025). Presiden menyebut, Belanja Negara dialokasikan Rp3.786,5 triliun, sementara Pendapatan Negara ditargetkan Rp3.147,7 […]

  • Pemuda tersengat listrik di Luyo Polman

    Pemuda di Luyo Polman Tewas Tersengat Listrik saat Perbaiki Lampu

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 184
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Seorang pemuda di Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), tewas tersengat listrik, di rumahnya, pada Sabtu, (7/12/2024) sore. Kapolsek Luyo, IPDA Nasruddin, menuturkan peristiwa naas itu dialami oleh korban bernama Rahmat (23), warga di Dusun Baru, Desa Baru. Awalnya korban bersama kakaknya Kadri, memperbaiki Bohlam di kolong rumahnya sekitar pukul […]

expand_less