Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Warga Siraun Ditandu 18 Kilometer ke Puskesmas, Kades Harap Ambulans Desa

Warga Siraun Ditandu 18 Kilometer ke Puskesmas, Kades Harap Ambulans Desa

  • account_circle Beye
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Seorang warga lanjut usia bernama Matius L (65) asal Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, terpaksa ditandu oleh warga sejauh kurang lebih 18 kilometer menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini kembali menggambarkan sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Kecamatan Kalumpang akibat kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.

Matius dilaporkan mengalami sakit yang membutuhkan penanganan medis segera. Namun, keterbatasan akses transportasi membuat keluarga dan warga sekitar harus mengambil langkah darurat dengan membawa Matius menggunakan tandu secara manual menuju fasilitas kesehatan.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah warga. Mereka berjalan kaki melewati jalan setapak, perbukitan, serta medan yang cukup terjal karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau wilayah tersebut.

Perjalanan menuju puskesmas pun memakan waktu berjam-jam. Warga harus bergantian memikul tandu yang dibuat dari bahan sederhana agar Matius tetap bisa dibawa menuju tempat pelayanan kesehatan.

“Perjalanan sangat berat karena jaraknya jauh dan jalannya juga cukup sulit dilalui. Warga harus bergantian menandu agar bisa sampai ke puskesmas,” ujar Hasan, Kepala Desa Siraun saat diwawancarai Mekora.id, Jumat (6/3/2026).

Hasan mengungkapkan bahwa dalam kondisi darurat seperti ini, warga Desa Siraun selama ini hanya mengandalkan tenaga manusia untuk membawa pasien keluar dari desa menuju fasilitas kesehatan.

Menurutnya, peristiwa warga sakit yang harus ditandu sejauh puluhan kilometer bukan kali pertama terjadi di wilayah pedalaman Kecamatan Kalumpang. Kondisi jalan yang rusak dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat menjadi kendala utama masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.

Kades Minta Program Satu Desa Satu Ambulans Segera Disalurkan

Atas kejadian tersebut, Hasan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat di desanya. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Hasan secara khusus memohon kepada Bupati Mamuju agar program pemerintah daerah “Satu Desa Satu Ambulans” dapat segera direalisasikan di Desa Siraun.

“Kami sangat berharap kepada Ibu Bupati Mamuju agar dapat segera menyalurkan 1 unit ambulans desa. Kendaraan ini sangat dibutuhkan warga, terutama ketika ada masyarakat yang sakit atau membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan sarana transportasi selama ini membuat masyarakat kesulitan membawa pasien menuju fasilitas kesehatan yang jaraknya cukup jauh dari desa.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan ambulans akan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi jarak tempuh ketika membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.

“Jika ada ambulans, minimal jarak menandu ketika ada warga yang sakit menuju puskesmas bisa berkurang. Dari sekitar 18 kilometer bisa menjadi sekitar 8 kilometer, sehingga tentu akan sangat membantu keselamatan warga,” jelas Hasan.

Warga Juga Harapkan Perbaikan Akses Jalan

Selain kebutuhan ambulans, masyarakat Desa Siraun juga berharap adanya perbaikan dan pembangunan akses jalan menuju wilayah mereka. Menurut Hasan, kondisi jalan yang sulit tidak hanya menghambat pelayanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi desa-desa terpencil di Kecamatan Kalumpang agar akses transportasi, layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dapat lebih merata,” tutup Hasan.

  • Penulis: Beye

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olah TKP Dugaan Perzinahan ASN dan Honorer Disdikbud Sulbar

    Kasus Dugaan Perzinahan Kepala Seksi Disdikbud Sulbar Masuk Olah TKP, Ini Temuan Polisi

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang melibatkan terlapor Oknum Kepala Seksi dan Honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kini memasuki tahap olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir mengatakan, olah TKP tersebut dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Mamuju di Rumah BTN tempat […]

  • Travel Haji Al Hijra Barru

    Seorang Jemaah Haji Asal Mamuju Mengaku Ditipu Travel Haji Al Hijra, Diberi Visa Ziarah Bukan Haji Plus

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Mamuju, bernama Hani Umar, melaporkan jasa travel haji Travel Haji Al Hijra, yang berkantor di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, atas dugaan penipuan. Laporan itu ia telah layangkan ke Polres Barru dengan nomor laporan LP/B/72/VI/2024/SPKT/POLRES BARRU/POLDA SULAWESI SELATAN, pada, 26 Juni 2024. Kepada wartawan, Hani yang juga istri Anggota […]

  • Imunisasi polio di Sulbar

    Dukung Imunisasi Pulio, Ketua DPRD Sulbar : Kami Harap Semua Anak-anak Sulbar Dapat Perlindungan Maksimal

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Suraidah Suhardi, turut hadir dan memberikan dukungan pada acara Gerakan Pekan Imunisasi Nasional Polio Tahun 2024 Dosis Kedua yang dilaksanakan di atrium Mall Matos, Mamuju, pada Senin, (21/8/2024). Dalam acara yang dihadiri oleh para Forkompinda dan berbagai elemen masyarakat ini, Ketua DPRD menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat […]

  • Rumah dibakar di Kalukku

    Pria di Kalukku Mamuju Bakar Rumah Orang Tuanya Karena Kesal dengan Ibunya

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Aksi seorang pria bernama Irfandi (30) di Lombang-lombang Utara, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang tega membakar rumah ibunya sendiri lantaran kesal. Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur, kepada laman ini mengatakan, pelaku awalnya cekcok dengan Ibunya yang bernama Rahmatia (53). Pelaku lalu merasa kesal dan marah kepada ibunya dikarenakan membangun […]

  • Casis gantung diri di Mamuju

    Diduga Depresi Diputusin Pacar, Seorang Casis di Mamuju Akhiri Hidup di Kamar Kosnya

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Note : Kami tidak menganjurkan siapapun untuk meniru tindakan serupa, berita yang kami sajikan hanya informasi. Tidak dimaksudkan untuk memotivasi dan mendorong siapapun melakukan hal yang sama. Jika anda atau orang yang anda kenal mengalami depresi atau membutuhkan bantuan konseling, segera lakukan tindakan atau hubungi tenaga profesional.   MAMUJU, Mekora.id – Seorang Calon Siswa (Casis) yang […]

  • Rektor Unika :Pancasila Harus Jadi Patron Kehidupan Bangsa Indonesia

    Rektor Unika :Pancasila Harus Jadi Patron Kehidupan Bangsa Indonesia

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Rektor Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju, Sahril, menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menjadikan Pancasila sebagai patron dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan itu disampaikan saat ditemui di ruangan rektor Universitas Tomakaka Mamuju (26/10/2025). Menurutnya, setiap warga negara memiliki kewajiban moral untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap manusia yang ada […]

expand_less