Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, Sulbar Surplus Beras 69.780 Ton
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Suhardi Duka umumkan Sulbar surplus beras tahun 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Produksi beras Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025 dan menempatkan daerah ini dalam kondisi surplus 69.780 ton atau hampir 70 ribu ton. Capaian tersebut menegaskan posisi Sulbar sebagai daerah swasembada beras sekaligus penyangga kebutuhan pangan bagi wilayah lain.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), saat mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring, Rabu (7/1/2026). Kegiatan diikuti dari Kompleks Perkantoran UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulbar di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Panen raya nasional yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, tersebut diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia melalui sambungan virtual. Presiden Prabowo dalam kesempatan itu mengumumkan capaian swasembada pangan nasional sebagai bagian dari agenda strategis ketahanan pangan Indonesia.
SDK menyebut kemampuan suatu daerah maupun negara memenuhi kebutuhan pangannya sendiri merupakan indikator penting kekuatan dan kemandirian.
“Ini menjadi kebanggaan bagi negara yang mampu berswasembada pangan. Artinya, negara tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar,” ujar SDK.
Ia menegaskan, Sulawesi Barat sejatinya telah lama mencapai swasembada beras. Bahkan, produksi beras daerah ini masih mencatat surplus dan mampu menyuplai kebutuhan ke daerah lain.
“Saat ini Sulawesi Barat masih surplus hampir 70 ribu ton. Beras kita bisa disuplai ke Kalimantan, Palu, dan wilayah lainnya. Jadi kondisi pangan Sulbar aman,” jelasnya.
SDK juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pangan dan energi sebagai prioritas nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut mulai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kebijakan yang fokus pada pangan dan energi sangat membantu masyarakat, termasuk melalui program makan bergizi bagi anak sekolah yang mampu mengurangi beban pengeluaran keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, memaparkan data produksi pertanian Sulawesi Barat. Ia menyebutkan luas lahan sawah Sulbar mencapai sekitar 42.900 hektare, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Polewali Mandar.
“Dari total luas sawah tersebut, baru sekitar 46 persen yang terlayani jaringan irigasi. Sisanya masih non-irigasi dan ini menjadi perhatian ke depan,” kata Hamdani.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi ditopang oleh kenaikan luas panen. Pada 2024, luas panen tercatat 63.181 hektare, sementara pada 2025 meningkat menjadi 74.131 hektare atau naik sekitar 10.950 hektare.
Dari sisi produksi, beras Sulawesi Barat pada 2025 mencapai 219.100 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 149.323 ton per tahun.
Ia menambahkan, angka surplus tersebut belum termasuk tambahan produksi dari program percetakan sawah baru di Kabupaten Mamasa seluas sekitar 300 hektare yang saat ini sedang berjalan dan diproyeksikan semakin memperkuat ketahanan pangan Sulawesi Barat.
“Dengan demikian, Sulawesi Barat mengalami surplus beras sebesar 69.780 ton,” ungkap Hamdani.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar