MAMUJU, Mekora.id – Sejumlah nelayan di Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi. Kondisi ini membuat sebagian nelayan mengaku tidak dapat melaut selama beberapa hari terakhir. Keluhan itu disampaikan nelayan di Jalan Andi Dai (Jalan Tuna), Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Rabu (9/9/2026).

Salah seorang nelayan, Ismail Anwar, mengatakan dirinya bersama sejumlah nelayan lainnya mengalami kesulitan memperoleh solar subsidi sejak sekitar satu pekan terakhir.

Menurut Ismail, surat rekomendasi nelayan untuk pembelian BBM subsidi yang di milikinya untuk mengisi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Mamuju tidak lagi dilayani dalam beberapa hari terakhir.

“Tidak dilayani (surat rekomendasi nelayan). Sudah ada satu minggu,” kata Ismail.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan. Sejumlah nelayan memilih tidak melaut karena tidak memiliki cukup solar untuk kebutuhan operasional kapal.

“Nelayan banyak (tidak keluar melaut) karena tidak ada solar,” ungkapnya sembari menunjuk puluhan kapal nelayan yang bersandar di Sungai Kali Mamuju.

Ismail juga menilai ketersediaan solar subsidi di SPBU Nelayan di Mamuju belum mampu memenuhi kebutuhan para nelayan.

Menurutnya, nelayan membutuhkan kepastian pasokan BBM agar aktivitas melaut dapat kembali berjalan normal.

Para nelayan berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi sehingga mereka tetap dapat memperoleh solar subsidi melalui mekanisme resmi untuk memenuhi kebutuhan melaut.

Mereka juga meminta agar distribusi BBM subsidi bagi nelayan tidak menghambat aktivitas mencari nafkah yang menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kami cuma bisa berharap orang kecil seperti kami bisa dipermudah akses BBM agar bisa menghidupi keluarga,” ujarnya.