MAMUJU, Mekora.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Buanasakti, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, masih belum padam hingga Minggu (11/10/2026), sejak pertama kali menyala pekan lalu Minggi, 4 Oktober 2026.

Kebakaran yang terjadi di lahan gambut itu telah menghanguskan sekitar 20 hektare kebun sawit warga, sementara puluhan hektare lahan lainnya terancam.

Kepala BPBD Kabupaten Mamuju, Muh. Taslim Sukirno, mengatakan kebakaran mulai terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 10.20 WITA. Api dilaporkan muncul di wilayah Lorong TSM, Dusun Wonosari dan Dusun Rama, sebelum membesar dan menyebar ke sejumlah titik.

“Sumber api hingga kini belum diketahui,” ungkap Taslim.

Menurut Taslim, sekitar 50 hektare kebun sawit dan lima hektare kawasan hutan berpotensi terdampak jika api terus meluas.

Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari sejumlah instansi. Namun, kondisi lahan gambut dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi menjadi kendala bagi petugas.

“Kita sudah all out mengerahkan semua sumber daya dari personel gabungan,” kata Taslim.

Data BPBD Mamuju mencatat, tim gabungan terdiri atas 13 personel Dalkarhut, 11 personel pemadam kebakaran, 10 personel BPBD Kabupaten Mamuju, lima personel BPBD Provinsi Sulawesi Barat, empat personel Balai Cipta Karya, serta 10 warga.

Selain itu, personel Manggala Agni dari Palu, Sulawesi Tengah turut didatangkan membantu pemadaman.

Sejumlah armada dan peralatan juga dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran, kendaraan operasional, truk serbaguna, mobil tangki air, mesin pemadam, drone, tandon air, genset, alat komunikasi, dan menara lampu.

Meski pengerahan personel dan peralatan telah dilakukan, keterbatasan pasokan air masih menjadi tantangan dalam memadamkan api di area tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun fasilitas umum yang dilaporkan terdampak.