Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Polemik Dana Ketahanan Pangan Rp181 Juta Desa Kopeang, PMD Mamuju Panggil Kades

Polemik Dana Ketahanan Pangan Rp181 Juta Desa Kopeang, PMD Mamuju Panggil Kades

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Polemik anggaran ketahanan pangan Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, sebesar Rp181 juta tahun anggaran 2025 memasuki babak baru.

Terbaru, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju memanggil Kepala Desa Kopeang bersama jajaran perangkat desa untuk dimintai klarifikasi, pada Senin (6/4/2026).

Kepala Dinas PMD Mamuju, M. Fauzan Basir, mengatakan pemanggilan dilakukan terhadap Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara, hingga pendamping desa terkait penggunaan anggaran yang disebut menyerap sekitar 20 persen dari alokasi dana desa.

“Iya, tadi kita sudah panggil Kepala Desa, Sekdes, Bendahara, dan Pendamping Desa untuk klarifikasi. Tapi Ketua BUMDes belum hadir,” ujarnya.

Dari hasil klarifikasi awal, Dana Rp181 juta itu digunakan untuk kegiatan ketahanan pangan di sektor perikanan yang menyewa empat kolam ikan.

“Menurut keterangan Kepala Desa, mereka bergerak di bidang perikanan. Katanya anggaran itu digunakan untuk sewa empat kolam,” katanya.

Meski begitu, Fauzan menegaskan pihaknya akan mendalami lebih lanjut penggunaan anggaran tersebut, termasuk rincian biaya dan pelaksanaannya di lapangan.

“Keterangan ini pasti kita dalami. Harus jelas semuanya, berapa biaya yang keluar dan bagaimana pelaksanaannya. Tapi tadi Ketua BUMDes belum hadir, jadi klarifikasi akan dilanjutkan,” jelasnya.

Terkait absennya Ketua BUMDes yang disebut-sebut belum menerima anggaran tersebut, DPMD mengaku belum bisa mengambil kesimpulan.

“Saya belum bisa sejauh itu, karena dalam berita acara klarifikasi Ketua BUMDes Kopeang tidak hadir,” tambahnya.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah disorot sejumlah pemuda yang mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa. Mereka menilai anggaran ketahanan pangan tersebut belum dikelola secara terbuka, bahkan disebut belum diterima oleh pihak BUMDes.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Kopeang, Bahtiar, belum mendapat tanggapan lengkap. Melalui pesan singkat, ia mengaku tengah berada di rumah sakit.

“Sebentar pi pak karena saya masih di rumah sakit,” singkatnya.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor di Kalumpang

    Warga Ambil Alih Pengoperasian Ekskavtor Dari Pemprov Sulbar Untuk Perbaiki Jalan Longsor di Kalumpang

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 170
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengirimkan satu unit alat berat jenis Ekskavator untuk membenahi jalan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di tiga desa di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Namun, warga lokal kini secara sukarela mengambil alih pengoperasian alat berat tersebut setelah dianggap tidak maksimal oleh operator sebelumnya. Pasalnya selama tiga hari […]

  • Ketua AJI Indonesia

    Nany Afrida dan Bayu Wardhana Terpilih Sebagai Ketum dan Sekjen AJI Indonesia 2024-2027

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PALEMBANG, mekora.id – Pasangan jurnalis Nany Afrida dan Bayu Wardhana terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) periode 2024-2027 melalui Pemilu AJI 2024. Proses pemilihan ini merupakan bagian dari Kongres XII AJI di Palembang pada 3-5 Mei 2024. Pasangan nomor urut 1 tersebut mendapatkan raihan elektoral tertinggi sebanyak 90 elektoral, mengungguli […]

  • 30 Anggota DPRD Mamuju ditetapkan

    KPU Resmi Tetapkan 30 Anggota DPRD Mamuju Hasil Pemilu 2024

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – KPU Mamuju resmi menetapkan 30 Anggota DPRD Mamuju hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang dilaksanakan di Hotel Maleo Mamuju, Kamis (02/5/2024) malam. Keputusan KPU Kabupaten Mamuju itu dibacakan Ketua KPU Mamuju, Indo Upe, melalui Surat Nomor 506 Tahun 2024 Tentang Hasil Perolehan Partai Politik dan Nomor 507 Tahun 2024 Tentang Penetapan Calon […]

  • Komunitas Sepeda Pazzolle Kalukku.

    Ancam Pengguna Jalan, Komunitas Sepeda Pazzolle Gotong Royong Tebang Pohon Tua di Kalukku

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Komunitas Sepeda Pazzolle Kalukku melakukan bakti sosial dengan menebang empat pohon tua yang melintang di Jalan Trans Sulawesi di Tasiu, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat. Rabu, (28/09/2023). Menurut anggota Komunitas Sepeda Pazzolle Kalukku, Dedi Bendor, Penebangan pohon-pohon itu merupakan langkah prepentif. Hal itu karena pohon dengan ukuran cukup besar tersebut sewaktu-waktu dapat […]

  • Pria di Onang ditikam

    Breaking News : Pria di Onang Majene Tewas Ditikam Kades

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 153
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang pria di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), dikabarkan tewas bersimbah darah, setelah ditikam oleh Kepala Desa Onang, Minggu, (24/11/2024). Terkait kejadian itu, Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadri, saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan kejadian itu. “Benar pak (telah ada kejadian warga tewas ditikam di Desa Onang, […]

  • Antisipasi Banjir, BPBD Sulbar Dorong Kabupaten Segera Miliki Rencana Kontinjensi

    Antisipasi Banjir, BPBD Sulbar Dorong Kabupaten Segera Miliki Rencana Kontinjensi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAMUJU , Mekora.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya Rencana Kontinjensi (Renkon) Bencana Banjir bagi kabupaten sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi luapan sungai, curah hujan tinggi, dan genangan di sejumlah wilayah rawan. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa dokumen ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi […]

expand_less