PKS Sebut Pembangunan IKN Dengan APBN Picu Ketimpangan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
- comment 1 komentar
- print Cetak

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, memberikan keterangan pers usai membukan pelatihan CAD di Mamuju, Sulawesi Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu, mengkritik pemerintah yang menggunakan APBD dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ahmad Syaikhu menyebut, dengan biaya pemindahan Ibu Kota yang besar akan memicu konsentrasi anggaran pada satu titik di IKN.
Dengan begitu, penyerapan APBN yang besar dapat mengganggu kestabilan pembangunan di wilayah lain.
“Ini kan biayanya sangat besar, dengan APBN kita seharusnya melakukan pembangunan secara merata. Tetapi setelah tidak adanya investor ini memicu konsentrasi anggaran di satu titik saja,” kata Ahmad Syaikhu usai membuka pembekalan CAD di Mamuju, Sabtu (2/12/2023).
Menurut orang nomor satu PKS itu, estimasi pemindahan ibu kota yang awalnya sebesar Rp 466 triliun dapat membengkak jadi Rp 800 triliun.
“Pasti seiring berjalannya akan membengkak jadi 800 triliun, nah ini yang mestinya dipikirkan karena sangat membebani APBN,”
Sehingga menurut Ahmad Syaikhu, pembangunan IKN tanpa investor tersebut harus dikaji agar tidak menjadi beban.
“Awalnya jika ada investor yang dapat mendanai pembangunan IKN ini sangat diharapkan, tetapi realitanya sampai hari ini belum ada. Ini menyebabkan membebani APBN yang terlalu berat.” ujarnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
