Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pilu! Pasien di Kopeang Mamuju Ditandu 8 Jam, Warga Hadapi Jalan Rusak dan Sungai Deras

Pilu! Pasien di Kopeang Mamuju Ditandu 8 Jam, Warga Hadapi Jalan Rusak dan Sungai Deras

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Nasib pilu kembali dialami warga di Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang warga bernama Naharuddin (50) terpaksa ditandu sejauh 21 kilometer menuju puskesmas terdekat akibat akses jalan rusak parah dan terisolasi.

Menurut keterangan warga setempat, Rifaldi, peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari (31/10/2025). Naharuddin mengalami pendarahan hebat pada bekas luka operasi dan harus segera mendapat pertolongan medis. Namun, kondisi jalan di desa mereka tidak memungkinkan kendaraan, termasuk ambulans, untuk melintas.

“Awalnya dia sakit sekitar jam dua malam. Karena jalan rusak dan berlumpur, kami tidak bisa pakai mobil. Terpaksa ditandu melewati jalan licin dan sungai yang arusnya deras,” ujar Rifaldi.

Perjalanan menuju puskesmas ditempuh dengan berjalan kaki selama delapan jam. Sejak pukul 07.00 WITA, warga bergantian menandu korban melewati jalan terjal, berlumpur, dan beberapa kali harus menyeberangi sungai dengan arus kuat. Mereka baru tiba di puskesmas sekitar pukul 15.00 WITA.

“Kejadian seperti ini sudah sering. Kalau ada warga yang sakit dan harus dirujuk, ya satu-satunya cara ditandu,” tambah Rifaldi.

Kondisi Desa Kopeang yang masih terisolasi membuat akses layanan kesehatan menjadi tantangan besar bagi warga. Setiap musim hujan, jalur menuju permukiman mereka nyaris tak bisa dilewati kendaraan karena rusak berat dan sering terputus oleh aliran sungai.

Warga pun berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah mereka.

“Kami cuma ingin ada perhatian dari pemerintah. Minimal jalannya bisa dilalui kendaraan supaya kalau ada yang sakit bisa cepat tertangani,” harap Rifaldi.

Selain jalan rusak, warga juga mengaku kerap menghadapi bahaya saat menyeberangi sungai berarus deras untuk keluar dari desa.

“Kalau tidak hati-hati bisa hanyut, karena arusnya kuat dan cukup dalam,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menjadi potret nyata keterisolasian desa-desa di pedalaman Mamuju yang hingga kini masih berjuang mendapatkan akses dasar, terutama layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • DLHK Sulbar RTRW Mamasa

    DLHK Sulbar Evaluasi RTRW Kabupaten Mamasa 2025–2045

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Evaluasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mamasa Tahun 2025–2045, Senin (2/2/2026), di Ruang Rapat DLHK Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kabupaten Mamasa terkait penjadwalan evaluasi laporan KLHS RTRW Kabupaten […]

  • Sidang Ijazah Palsu Haris Mateng

    Jelang Tuntutan, JPU Hadirkan 14 Saksi di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Cabup Mateng

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 172
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sidang perkara dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Calon Bupati Mamuju Tengah (Mateng) di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, kini memasuki hari ketiga. Rencananya, hari ketiga sidang dugaan ijazah palsu Cabup Mateng itu memasuki agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Haris Halim Sinreng. “Iya sore ini, kami sudah siap mau ke […]

  • Desa Tanambuah

    Inspektorat Mamuju Umumkan Hasil Audit Dugaan Korupsi Kades Tanambuah, Total 600 Juta

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 201
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemeriksaan dugaan kasus korupsi yang menjerat Kepala Desa (Kades) Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terus berlanjut. Terbaru, Inspektorat Kabupaten Mamuju menyebut hasil pemeriksaan tim audit menemukan Kades Tanambuah sebesar Rp 600 juta pada tahun anggaran 2022 dan 2023. “Dari hasil pemeriksaan Inspektorat kurang lebih ada Rp 600 juta pokok-pokok […]

  • LKPG DPRD Sulbar di Polman

    DPRD Sulbar ke Polman Untuk Evaluasi LKPJ Gubernur Tentang Stunting dan IPM

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 129
    • 1Komentar

    POLMAN, mekora.id – DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar kegiatan Panitia Kerja untuk mengevaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulbar tahun 2023 terkait dengan Penanganan Stunting dalam Mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat di Dinas Kesehatan Kab. Polman. Selasa, (2/4/2024). Kegiatan ini pimpinan oleh Andi Muslim Fattah, turut hadir Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman […]

  • Ricky Valentino Nasdem Mamuju

    Kader Nasdem Ricky Valentino Nyatakan Siap Maju Pilkada Mamuju

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah dinyatakan akan didorong dalam Pilkada Mamuju 2024, kader partai Nasdem Ricky Valentino menyatakan diri siap maju di kontestasi lima tahunan itu. Atas dorongan itu, Ricky Valentino menyebut, telah bertemu dengan pengurus partai Nasdem Mamuju dan Ketua DPW Nasdem Sulbar dalam menghadapi Pilkada Mamuju. “Saya menyatakan sangat siap untuk ikut berkontestasi di […]

  • Gubernur Sulawesi Barat Usul Jadi Kepulauan

    Gubernur Suhardi Duka Usul Sulawesi Barat Jadi Daerah Kepulauan ke Kemendagri

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, secara resmi mengusulkan status daerah kepulauan bagi provinsi yang dipimpinnya dalam sebuah pertemuan strategis dengan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin, 4 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di kantor Ditjen Bina Adwil di Jakarta tersebut dihadiri langsung oleh […]

expand_less