Pilu, Jalan Rusak Parah Ibu di Pedalaman Mamuju Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ibu melahirkan di pinggirkan jalan usai mobil hard top tak tembus karena jalan rusak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Kisah pilu kembali datang dari pedalaman Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang ibu terpaksa melahirkan di pinggir jalan setelah kendaraan yang membawanya tak mampu melewati medan ekstrem menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa itu dialami Ratna Najib, warga Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, pada Selasa (24/3/2026).
Saat itu, Ratna mengalami kontraksi hebat. Keluarga berusaha membawanya ke Puskesmas Tapalang yang berjarak sekitar 21 kilometer dari desanya, menggunakan mobil hard top.
Namun perjalanan yang seharusnya menjadi penyelamat berubah menjadi perjuangan. Jalan rusak, berlubang, dan dipenuhi tanjakan terjal membuat kendaraan tak mampu melaju.
Di tengah kondisi itu, Ratna harus menahan nyeri persalinan di dalam kendaraan yang terus berguncang.
“Hati saya teriris melihat kondisi itu. Orang hamil yang kontraksi hebat tidak bisa duduk tenang, apalagi berbaring karena guncangan jalan,” kata Wasti, Rabu (25/3/2026).
Perjalanan akhirnya terhenti. Rasa sakit yang semakin kuat memaksa Ratna melahirkan di pinggir jalan, di atas tanah berbatu, dengan peralatan seadanya.
Proses persalinan berlangsung di ruang terbuka, hanya berbekal bantuan warga dan kerabat. Mereka menggunakan payung dan sarung sebagai penutup darurat.
Tanpa fasilitas medis yang memadai, momen kelahiran itu berlangsung penuh risiko. Meski demikian, Ratna dan bayinya dilaporkan selamat.
Kisah ini memantik keprihatinan warga setempat. Wasti menyebut kondisi infrastruktur di wilayah mereka sudah lama menjadi persoalan, dan kerap menyulitkan warga dalam situasi darurat.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses jalan menuju Desa Kopeang.
Bagi mereka, jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi menyangkut keselamatan dan hak dasar untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Mau sampai kapan kami bertahan dengan kondisi jalan seperti ini? Setiap orang sakit harus menderita berkali-kali lipat hanya karena akses yang buruk,” pungkasnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar