Penolakan Perpanjangan Masa Jabatan Zudan Dinilai Politis
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 15 Apr 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Duta Pemuda Indonesia Sulawesi Barat, Haeril Putra Ghalib.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Penolakan perpanjangan masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai cenderung politis. Hal tersebut dikemukakan oleh Duta Pemuda Indonesia Sulawesi Barat, Haeril Ghalib.
Menurutnya, prestasi Zudan Arif Fakrulloh selama 11 bulan menjabat Pj Gubernur Sulbar termasuk sukses. Itu terlihat dengan banyaknya prestasi yang ditorehkan Zudan, melalui 24 penghargaan yang diperoleh.
“Penolakan DPRD Sulbar terkait perpanjangan masa jabatan Prof. Zudan terkesan politis, dengan alasan Pj Gubernur telah membuat kegaduhan di internal DPRD,” ungkapnya, Senin (15/04/2024).
Menurut aktivis HMI itu, Zudan telah menorehkan sejumlah prestasi yang sulit untuk di elakan. Olehnya itu dia turut mendukung masa kerja Zudan selama menjabat Pj Gubernur Sulbar.
“Rakyat Sulbar telah banyak menikmati karya Prof Zudan tentunya peningkatan ekonomi, rakyat sulbar tahun terakhir ini kita tidak dapat membohongi diri sendiri bahwa hal tersebut telah terjadi.” kata Haeril.
Selain di bidang ekonomi, Prof Zudan juga dinilai sukses di bidang lain seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM dan penurunan kemiskinan ekstrim dan angka stunting di Sulbar.
“Sektor infrastruktur dan suprastruktur dalam hal ini perkembangan sumber daya manusia di Sulbar sangat jelas peningkatannya masa pemerintahan pak Zudan, meskipun memang tak dapat dipungkiri bahwa pemerintahan yang hanya satu tahun pasti masih sangat terbatas namun dalam satu tahun tersebut Prof Zudan mampu memaksimalkan waktu yang sangat sempit tersebut,” ungkapnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
