Pemprov Sulbar Jajaki Kerja Sama Agribisnis dengan Charoen Pokphand, Fokus Jagung dan Peternakan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

DTPHP Sulbar ke Feedmill Makassar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mulai memperkuat sinergi dengan sektor swasta untuk mendorong pengembangan agribisnis. Salah satunya melalui pertemuan resmi dengan PT Charoen Pokphand Indonesia di fasilitas Feedmill Makassar, Sulawesi Selatan.
Pertemuan yang digelar Jumat (3/4/2026) itu dipimpin Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Sulbar, Hamdani Hamdi, bersama jajaran teknis dari bidang peternakan dan tanaman pangan, serta unit pelaksana teknis terkait. Hadir pula tenaga ahli gubernur dan perwakilan Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulbar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yang menekankan penguatan ekonomi masyarakat melalui konsep Pancadaya, termasuk pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan komoditas jagung dan sektor peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pihak perusahaan memaparkan sejumlah skema kemitraan, mulai dari pola direct farm hingga jaringan agen atau poultry shop, yang terbuka bagi pelaku usaha, koperasi, hingga BUMDes.
Selain itu, perusahaan juga menilai kualitas jagung produksi petani Sulawesi Barat secara umum telah memenuhi standar industri. Kebutuhan jagung perusahaan sendiri disebut mencapai sekitar 600 ton per hari.
Hamdani menegaskan, Pemprov Sulbar siap mendukung penuh penguatan sektor ini melalui berbagai kebijakan dan program.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan agribisnis jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir, baik melalui APBD maupun APBN. Kami ingin peluang ini benar-benar dimanfaatkan oleh petani dan peternak,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Peternakan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, menyebut kolaborasi dengan industri menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan peternak.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap ada peningkatan akses pasar, pendampingan teknis, serta jaminan keberlanjutan usaha, khususnya di sektor perunggasan yang punya potensi besar di Sulbar,” katanya.
Pemprov Sulbar berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem agribisnis di daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan peternakan.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar