Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Sulbar Ternyata Belum Kantongi Izin

Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Sulbar Ternyata Belum Kantongi Izin

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Setelah menuai sorotan publik, pembangunan bunker Radioterapi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di JL. RE Martadinata, Mamuju, di lahan parkir itu. Ternyata belum kantongi izin dari Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten).

Sekretaris RSUD Sulbar yang juga jadi pejabat penata keuangan (PPK), Musdalifah mengatakan, pihaknya baru akan mengurus perizinan ke Bapeten setelah persiapan penggunaan bunker Radioterapi itu akan di gunakan. Hal itu ia ungkapkan, saat di jumpai di kantornya, di Jl. RE. Martadinata, Mamuju, pada, Selasa, (8/7/2024).

“Memang izin dari Bapeten baru akan kita urus, ini kan bikin dulu bangunannya,” ungkap Musdalifah.

Padahal jika merujuk pada pasal 17 ayat 1  Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997, Peraturan Pemerintah (PP) PP Nomor 29 Tahun 2008, dan Perka BAPETEN Nomor 3 Tahun 2013. Perizinan pembangunan Radioterapi memerlukan izin multi tahap. Izin ini meliputi, Izin Konstruksi dan Izin Operasional.

Berikut penjelasan pedoman perizinan pembangunan Radioterapi dari Bapeten :

Izin Konstruksi :

  • Izin konstruksi adalah izin yang di keluarkan untuk membangun bunker.
  • Setelah mendapat izin konstruksi, pemohon izin dapat memulai pembangunan bunker radioterapi.
  • Setelah selesai pembangunan bunker, pemohon izin dapat langsung mengajukan permohonan izin operasi.

Izin Operasi :

  • Izin operasi hanya dapat di proses jika mempunyai izin konstruksi.
  • Jika persyaratan izin hampir semua di penuhi, BAPETEN akan melakukan verifikasi ke lapangan untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan perizinan telah di penuhi.
  • Verifikasi lapangan hanya di lakukan untuk permohonan izin baru.

Meski belum memiliki izin dari Bapeten, namun Sekretaris RSUD Sulbar, Musdalifah mengklaim telah memenuhi standar. Padahal standar kelayakan bangunan radioterapi merupakan wewenang dari pihak Bapeten.

“Ini sudah sesuai, karena kita mengikuti standar,” ungkapnya.
Radioterapi RSUD Sulbar ini, nantinya akan menjadi tempat untuk melakukan pengobatan penyakit Kanker, dengan menggunakan radiasi sinar yang dipancarkan dari sejumlah alat. Radioterapi bisa di berikan melalui pemaparan sinar-X, penanaman implan di dalam tubuh, serta melalui obat minum dan suntik.
Dikutip dari Alodokter, pengobatan radioterapi ini dapat menimbulkan efek samping, yakni :
  • Kulit gatal, kering dan kemerahan yang umumnya muncul 1–2 minggu setelah terapi.
  • Rambut rontok di bagian tubuh yang diterapi, umumnya 2–3 minggu setelah terapi.
  • Diare, yang biasanya muncul beberapa hari setelah radioterapi dilakukan.
  • Limfedema, yang bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan di tungkai.
  • Mudah lelah, yang bisa berlangsung sampai berbulan-bulan setelah terapi.
  • Kaku, nyeri, serta pembengkakan pada otot dan sendi di area yang di terapi.
  • Hilang nafsu makan sehingga menyebabkan berat badan menurun.
  • Gangguan psikologis, seperti cemas, stres, frustasi, atau depresi.
  • Luka di mulut atau sariawan, yang dapat di sertai mulut kering, bau mulut, dan rasa tidak nyaman di mulut saat makan, minum atau berbicara.
  • Gangguan seksual dan kesuburan, antara lain penurunan gairah seks, disfungsi ereksi pada pria, dan vagina kering pada wanita.
  • Serta, Daya tahan tubuh lemah karena berkurangnya jumlah sel darah putih sehingga mudah terserang infeksi
  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor di Mamasa

    Longsor di Mamasa Rusak 5 Rumah Warga, Akses 3 Desa Tertutup

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 226
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id  – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Mamasa, kejadian itu terjadi di Desa Saluassing, Kecamatan Bambang, pada Selasa 21 Mei 2024 malam. Menurut keterangan staf Desa Saluassing, Andarias, kejadian itu terjadi sekira pada pukul 21.30 WITA. Ia menyebut setidaknya ada tiga titik longsor menghantam wilayah itu. Akibatnya, lima rumah warga dilaporkan tertimbun […]

  • Futsal PDIP Sulbar

    Soekarno Cup PDIP Sulbar Masuk 16 Besar : Satu Tim SMP Lolos di Tengah Dominasi SMA

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Turnamen futsal pelajar se-Sulawesi Barat bertajuk “Soekarno Cup” yang digagas PDI Perjuangan resmi memasuki babak 16 besar, Jumat (27/6/2025). Menariknya, dari seluruh tim yang lolos, hanya satu tim dari tingkat SMP berhasil menembus fase ini, yakni SMPN 2 Mamuju, di tengah dominasi tim-tim dari tingkat SMA/SMK. Turnamen ini merupakan kali pertama digelar […]

  • Dorong Ketahanan Pangan, Sulbar Andalkan Integrasi Data dan Sinergi Program

    Dorong Ketahanan Pangan, Sulbar Andalkan Integrasi Data dan Sinergi Program

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Laporan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) per minggu ketiga Agustus 2025 menunjukkan Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat penurunan paling tajam di kawasan Sulawesi, yakni –1,23 persen. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti secara virtual oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulbar dari Ruang RKPD Kantor […]

  • Niat Mencari Pakan Ternak, Seorang Pria di Mamuju Tengah Tewas Diterkam Buaya

    Niat Mencari Pakan Ternak, Seorang Pria di Mamuju Tengah Tewas Diterkam Buaya

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang Pria berinisial IWS (45) warga Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Ditemukan tewas diterkam buaya, Sabtu (23/09/2023). Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pada Sabtu sore sekitar pukul 14.00 WITA korban berangkat hendak mencari kangkung untuk pakan ternaknya di perkebunan sawit yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari rumahnya. Baru […]

  • Pupuk bersubsidi Sulbar

    Polisi Buru Jaringan Dugaan Penyelundup Pupuk Bersubsidi di Sulbar, 6 Saksi Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi kembali mencuat di Sulawesi Barat (Sulbar). Sebuah truk Hino enam roda bernomor polisi DC 8477 XV diamankan aparat Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulbar saat mengangkut 200 karung pupuk jenis Urea dan Phonska tanpa dokumen resmi, Minggu malam (3/8/2025), sekitar pukul 23.30 WITA. Penangkapan terjadi di […]

  • Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

    Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), di Auditorium Gedung E UMKT Samarinda, Rabu (20/8/2025). Seminar yang mengusung tema “Strategi Promotif & Preventif dalam Penurunan Stunting, Pendekatan Berbasis […]

expand_less