Lebih Dari 100 Ribu Warga Diperkirakan Ikut Demo Pati
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga padati lokasi unjuk rasa di Pati. (Foto : Instagram/akmalmthr)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PATI, Mekora.id – Gelombang massa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati memadati Alun-Alun sejak subuh, Rabu (13/8/2025). Aksi ini diperkirakan diikuti lebih dari 100 ribu orang, dua kali lipat dari tantangan 50 ribu massa yang pernah diucapkan Bupati Pati, Sudewo.
Massa membawa keranda bertuliskan “Keranda Penipu”, truk orasi, dan berbagai atribut demonstrasi. Aksi dipimpin Ahmad Husein, yang tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB.
“Melebihi tantangan, kami diperkirakan 100 ribu lebih,” kata Husein.
Peserta aksi datang dari Batangan, Puncakwangi, Kayen, hingga seluruh wilayah Pati. Hingga pukul 09.00 WIB, aliran massa terus berdatangan. Tuntutan mereka jelas: Bupati Sudewo harus mundur dari jabatannya.
Desakan Mundur dan Ancaman Aksi Lanjutan
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, menyebut pihaknya telah menyarankan Sudewo mundur sebelum tanggal 13 Agustus demi menjaga kondusivitas dan martabatnya.
“Kalau dilengserkan, martabatnya jatuh. Tapi kalau tetap menolak mundur, aksi akan berlanjut setiap hari,” tegas Teguh.
Ia juga menilai Sudewo masih minim pengalaman dan memiliki rekam jejak yang perlu diperbaiki, termasuk pernah terseret dugaan kasus suap di DJKA.
Latar Belakang Aksi
Demo besar-besaran ini dipicu kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan tersebut memicu kemarahan publik dan protes di berbagai titik.
Selain itu, kemarahan warga diperparah oleh insiden pengangkutan paksa barang donasi oleh Satpol PP dari kelompok Masyarakat Pati Bersatu.
Sudewo telah meminta maaf dan berjanji meninjau ulang kebijakan PBB-P2. Ia juga mengakui adanya kesalahan komunikasi terkait insiden donasi.
“Kami tidak bermaksud merampas, hanya memindahkan supaya tidak mengganggu acara pemerintah,” ujarnya.
Terkait video yang dinilai menantang warga, Sudewo membantah telah menantang rakyatnya.
“Masak rakyatku kutantang? Saya hanya ingin demo murni aspirasi, bukan ditunggangi pihak tertentu,” jelasnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
