Jutaan Udang Naik ke Darat di Mamuju, Benarkah Pertanda Bahaya? Ini Penjelasannya
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 27 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar setumpuk anak udang naik ke daratan dan penuhi pinggir jembatan Tarailu, Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Warga di Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dibuat heboh oleh fenomena tak biasa. Jutaan udang kecil tampak naik ke darat pada Minggu malam (26/10/2025), memenuhi area sekitar jembatan.
Fenomena langka itu pertama kali viral setelah diunggah oleh akun Facebook Akbar Coto Makassar. Dalam video berdurasi sekitar empat menit tersebut, terlihat ribuan udang kecil keluar dari sela-sela pinggir jembatan.
Warga sekitar pun berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung, bahkan ada yang menangkap udang-udang itu dengan ember atau tangan kosong.
“Ini fenomena, guys. Banyak sekali anak udang di jembatan Tarailu,” ujar Akbar dalam video yang direkamnya, Minggu malam.
Kemunculan mendadak jutaan udang itu sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga. Sebagian mengira peristiwa tersebut bisa jadi pertanda alam tertentu.
“Apakah ini tanda akan terjadi sesuatu?” ucap salah seorang warga dalam video tersebut.
Namun, fenomena serupa ternyata pernah terjadi di Gorontalo pada Agustus 2024. Kala itu, para ahli memastikan bahwa peristiwa itu tidak berkaitan dengan bencana alam.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo, Sayid Mahadir, seperti dikutip dari Kompas, menjelaskan bahwa kemunculan udang ke darat bukanlah pertanda buruk.
“Tidak ada kaitannya dengan bencana alam atau peristiwa geologis lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Rury Eprilurahman, menjelaskan bahwa fenomena udang naik ke darat merupakan bagian dari siklus hidup alami udang, khususnya jenis Macrobrachium.
“Udang tersebut kemungkinan sedang bermigrasi dari perairan payau menuju habitat air tawar,” jelas Rury.
Lebih lanjut, beberapa faktor dapat memicu perilaku tersebut:
Migrasi dan siklus hidup: Udang remaja sering berpindah dari air payau ke air tawar untuk mencari habitat baru.
Mencari habitat atau menghindari predator: Migrasi juga bisa dipicu oleh perubahan lingkungan atau kebutuhan mencari sumber makanan baru.
Mekanisme bertahan hidup: Udang mampu bertahan sementara di darat karena bagian kepala mereka menampung air yang menjaga insang tetap lembap dan berfungsi.
Kondisi lingkungan: Suhu yang lebih dingin dan cahaya redup sering kali memicu udang meninggalkan air untuk berpindah lokasi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
