Inflasi Sulbar Melonjak Tajam ke 4,34 Persen : Tekan Nelayan, Rumah Tangga, dan UMKM di Awal Tahun
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diagram Inflasi Sulbar 2026 (Sumber : BPS)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain listrik, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam, hingga kelapa turut menyumbang kenaikan harga. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak, sementara pendapatan cenderung stagnan.
Meski beberapa komoditas seperti cabai, tomat, dan bawang putih mengalami penurunan harga, turunnya harga tersebut dinilai belum cukup menahan laju inflasi secara keseluruhan.
UMKM Terhimpit Ongkos dan Daya Beli
Bagi UMKM, terutama usaha kuliner dan makanan, inflasi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mencapai 1,02 persen turut memberi tekanan ganda. Pelaku usaha harus menghadapi kenaikan harga bahan baku sekaligus penurunan daya beli konsumen.
Kondisi ini membuat banyak UMKM berada pada dilema: menaikkan harga berisiko kehilangan pelanggan, sementara menahan harga berarti margin keuntungan semakin menipis.
Awal Tahun Penuh Tekanan
Secara bulanan, inflasi Januari 2026 tercatat 0,71 persen (month to month) dan sekaligus menjadi inflasi year to date. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Januari 2025 yang hanya mencatat inflasi tahunan 0,32 persen.
Lonjakan inflasi di awal tahun menjadi sinyal perlunya perhatian serius terhadap stabilitas harga pangan, perlindungan nelayan kecil, serta penguatan daya tahan UMKM, agar tekanan ekonomi tidak semakin memperlebar kesenjangan sosial di Sulawesi Barat
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
