Harga Bawang Merah di Mamuju Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram, Tomat Anjlok ke Rp 13 Ribu
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktivitas jual beli di Pasar Baru Mamuju yang menunjukan harga bawang merah melonjak. (Foto : Sugiarto/Mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-80, masyarakat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dihadapkan pada lonjakan harga bawang merah yang cukup tajam. Di Pasar Sentral Mamuju, Senin (18/8/2025), harga bawang merah menembus Rp 70 ribu per kilogram, atau hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan ini cukup mengejutkan para pedagang maupun pembeli. Pasalnya, pada pekan lalu bawang merah masih dijual di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang di Pasar Mamuju, Mama Iwal, mengatakan harga bawang merah mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir.
“Awalnya Rp 40 ribu, lalu naik jadi Rp 50 ribu. Beberapa hari kemudian naik lagi ke Rp 60 ribu, dan sekarang sudah Rp 70 ribu per kilogram. Jadi hampir setiap dua hari ada perubahan harga,” ungkap Mama Iwal kepada Mekora.id.
Harga Komoditas Lain Justru Turun
Berbanding terbalik dengan bawang merah, sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga. Tomat, misalnya, anjlok drastis dari Rp 40 ribu menjadi hanya Rp 13 ribu per kilogram.
Harga beras yang sempat berada di angka Rp 18 ribu per kilogram juga turun tipis menjadi Rp 17 ribu. Sementara itu, gula pasir turun dari Rp 20 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilogram.
“Kalau tomat sekarang murah sekali, jadi banyak ibu-ibu yang langsung borong. Beras dan gula juga agak turun, jadi lumayan membantu meskipun bawang merah mahal,” kata Mama Iwal.
Komoditas Stabil
Di sisi lain, beberapa bahan pokok masih bertahan dengan harga stabil. Bawang putih tetap di angka Rp 35 ribu per kilogram, telur ayam Rp 53 ribu per rak, gula merah Rp 24 ribu per kilogram, cabai Rp 35 ribu per kilogram, serta minyak goreng merek Minyakita Rp 17 ribu per liter.
Selain itu, harga sayuran segar seperti kentang, wortel, dan sawi juga dilaporkan tidak mengalami perubahan. Kondisi ini membuat konsumen masih memiliki pilihan bahan masakan dengan harga terjangkau, meski harus mengeluarkan biaya lebih untuk bawang merah.
Dampak bagi Pedagang dan Konsumen
Kenaikan harga bawang merah diperkirakan akan memengaruhi daya beli masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas ini untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit pedagang mengaku khawatir jika kenaikan ini berlangsung lama, karena bisa menurunkan jumlah pembeli.
“Harga naik, pembeli jadi berkurang. Mereka biasanya beli setengah kilo atau seperempat dulu untuk menghemat,” ujar Mama Iwal.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab kenaikan harga bawang merah di Mamuju. Namun, sejumlah pedagang menduga hal ini dipicu oleh pasokan yang berkurang dari daerah penghasil.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
