Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dialog Buntu, Bupati Mamuju Tinggalkan Honorer yang Berunjuk Rasa Lewat Pintu Belakang

Dialog Buntu, Bupati Mamuju Tinggalkan Honorer yang Berunjuk Rasa Lewat Pintu Belakang

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Dialog antara Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dengan ratusan tenaga honorer dari Guru dan Tenaga Kesehatan di Kantor Bupati Mamuju yang sempat berlangsung singkat Selasa, (16/9/2025) berakhir buntu.

Akibatnya, Bupati Mamuju kedapatan meninggalkan kantornya melalui pintu belakang dan meninggalkan ratusan tenaga honorer di Aula Kantor Bupati yang sedang berunjuk rasa.

Dari pantauan mekora.id, Sutinah Suhardi pergi tanpa menggunakan mobil dinasnya yang sering digunakan, ia tampak naik sebuah mobil plat hitam jenis Toyota Rush berwarna silver.

Diketahui, Bupati Sutinah sebelumnya telah menemui massa aksi. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan utama bagi Pemkab dalam mengakomodasi seluruh tenaga honorer.

“Kalau keinginan pribadi, tentu saya tidak mau ada kejadian seperti ini. Tapi sebagai bupati, saya harus jujur, kemampuan APBD kita sangat terbatas,” ujarnya.

Sutinah memaparkan bahwa sejak 2021 hingga 2025, Pemkab Mamuju telah mengalokasikan Rp255 miliar hanya untuk gaji PPPK. Menurutnya, beban anggaran sebesar itu sudah menyerap porsi besar belanja daerah dan berdampak pada terbatasnya ruang fiskal untuk program lain.

Meski demikian, Sutinah mengingatkan bahwa Pemkab Mamuju setiap tahun membuka peluang formasi PPPK. Tahun 2021 dibuka untuk tenaga guru, 2022 untuk guru dan tenaga kesehatan, disusul 2023–2024 dengan formasi bagi guru, nakes, hingga tenaga teknis.

“Kesempatan itu sudah kita berikan setiap tahun. Kita ingin masyarakat yang datang ke puskesmas mendapat layanan maksimal, anak-anak di sekolah juga tidak kekurangan guru. Itu alasan kenapa formasi PPPK terus kita buka sejak 2021,” jelasnya.

Terkait tuntutan agar pemerintah daerah mengeluarkan SK honorer, Sutinah menyatakan bersedia mengakomodasi dengan catatan tidak disertai tuntutan kenaikan gaji di luar kemampuan daerah.

“Kalau penggajian sesuai kemampuan daerah, seperti gaji sekarang, apakah setuju? Karena kalau dipaksakan naik, program lain bisa tidak jalan. Jalanan kita saja masih banyak yang butuh perbaikan,” tegasnya.

Ia juga berjanji akan meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memproses nama-nama tenaga kontrak yang memenuhi syarat untuk kemudian diajukan ke pemerintah pusat.

“Setelah ini saya akan minta BKD mengurus siapa saja yang memenuhi syarat, lalu kita kirim ke pusat. Karena yang memutuskan bukan saya, tapi Menpan-RB atau BKN,” tambahnya.

Tak puas dengan jawaban Bupati Mamuju, massa pengunjuk rasa kemudian memilih bertahan di Aula dan mengancam akan menginap andai tuntutan mereka untuk mengakomodir semua tenaga kontrak yang telah terdata di BKN.

“Jawaban Bupati ini ambigu, karena syarat yang dimaksud itu seperti apa dan bagaimana?. Sehingga kami memutuskan untuk bertahan di Kantor ini sampai tuntutan kami dipenuhi,” ungkap Koordinator Lapangan Aksi, Muh. Ahyar.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sulbar Jawab Soal HGU Pasangkayu

    Puluhan Tahun Berkasus, HGU Tumpang Tindih di Pasangkayu Akhirnya Disikapi Pemprov Sulbar

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Kasus Hak Guna Usaha (HGU) tumpang tindih antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, akhirnya disikapi pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), setelah puluhan tahun. Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, memimpin langsung pertemuan dengan warga pada Selasa sore (13/5/2025) di Dusun Lembah Harapan, Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke […]

  • Telkom Mamuju

    HIMAB Segel Kantor Telkom Mamuju Buntut Insiden Pekerja Wifi di Papalang

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 189
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Himpunan Mahasiswa Botteng (HIMAB) melakukan aksi penyegelan kantor Telkom Mamuju di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Rimuku, Selasa (7/10/2025). Aksi tersebut merupakan buntut dari insiden tiga pekerja wifi yang tersengat listrik di Kecamatan Papalang beberapa waktu lalu, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Ketua HIMAB, Ramli, mengatakan penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes atas […]

  • Ado Damris

    Ado-Damris Komitmen Jadikan Mamuju Pintu Gerbang IKN

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 119
    • 5Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Pasca mendaftar sebagai pasangan calon untuk Pilkada Mamuju 2024, Ado Mas’ud dan Damris menyebut, siap menjadi Mamuju sebagai pintu gerbang untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju itu, menyampaikan bahwa letak Ibu Kota Administrasi Kabupaten Mamuju yang tepat berada di hadapan Ibu Kota Nusantara atau IKN harus mampu […]

  • Pemuda isap lem di Mamuju

    Tertangkap Basah Mengisap Lem, 3 Pemuda di Mamuju Digelandang Polisi

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Tiga (3) orang pemuda di Mamuju, Sulawesi Barat, diamankan polisi setelah tertangkap basah sedang asyik mengisap lem fox di areal Stadion Manakarra, pada, Jumat dini hari, (8/11/2024). Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polresta Mamuju, Iptu Sirajuddin, mengatakan tiga pemuda yang tertangkap sedang mengisap lem itu bermula saat personil patroli motor (Patmor) melintasi lokasi […]

  • JATAM : Polemik Tambang Sulbar Sarat Konflik Kepentingan Klan SDK?

    JATAM : Polemik Tambang Sulbar Sarat Konflik Kepentingan Klan SDK?

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Penulis : Alfarhat Kasman : Juru Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional Ribuan warga yang menolak tambang pasir dari Desa Karossa, Silaja-Dapurang, Kalukku Barat, Budong-budong dan Beru-beru kembali mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Pada Jumat, (9/5/2025). Kedatangan warga kali ini merupakan tindak lanjut dari aksi pada 5 Mei 2025, untuk menagih janji dari Gubernur […]

  • Abdul Halim serahkan bantuan kesenian di Polman

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Serahkan Bantuan Untuk Komunitas Kesenian di Polman

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 165
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, menyerahkan bantuan alat kesenian untuk sejumlah komunitas di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Kamis, (6/2/2025). Penyerahan alat kesenian itu kata Abdul Halim, diharapkan mampu mengembangkan seni budaya di Desa Ugi Baru yang saat ini masih lekat dengan masyarakat. “Bantuan […]

expand_less