Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aktivis Desak Pemprov Sulbar Libatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan SDA

Aktivis Desak Pemprov Sulbar Libatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan SDA

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Aktivis Pemuda dan Mahasiswa di Sulawesi Barat (Sulbar) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Mereka meminta pemerintah memprioritaskan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulbar.

Saat Sulawesi Barat menjadi salah satu wilayah dengan potensi SDA yang melimpah, termasuk pasir, bebatuan, emas, tembaga, batu bara, potensi energi baru terbarukan (EBT), hingga logam tanah jarang. Potensi tersebut membuat provinsi ini menjadi perhatian investor besar, baik nasional maupun internasional.

Namun, sejarah konflik antara masyarakat dengan perusahaan tambang menjadi isu yang kerap mencuat. Beberapa kasus penolakan tambang pasir terjadi di berbagai daerah, baru-baru ini mencuat.

Berdasarkan catatan Fron Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamuju, kasus -kasus konflik antara tambang dan masyarakat terbagi hampir di semua wilayah di Sulbar. Seperti di Kecamatan Kalukku (Desa Beru-Beru dan Kalukku Barat), Kecamatan Sampaga (Desa Sampaga) Mamuju Tengah (Desa Budong-Budong dan Karossa), Pasangkayu (Desa Sarasa), dan Majene (demonstrasi di PTUN Makassar terkait tanah).

Selain konflik yang timbul akibat pengelolaan yang sembrono, risiko lingkungan dan sosial seperti pencemaran air, penggusuran, dan hilangnya ruang hidup menjadi kekhawatiran utama masyarakat.

Olehnya itu, Ketua FPPI Pimkot Mamuju, Muh. Irfan, mengatakan pemerintah harus membuka ruang dialog lebih luas. Mereka menilai masyarakat lokal sering diabaikan dalam proses perizinan.

“Tanpa keterlibatan masyarakat, yang terjadi bukan kesejahteraan tetapi penggusuran dan hilangnya ruang hidup,” ujar Irfan.

FPPI juga mengingatkan pentingnya keadilan prosedural dalam setiap pengambilan keputusan terkait SDA, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Aktivis mendukung konsep pembangunan berkelanjutan, yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan,”

Pemprov Sulbar diimbau tidak mengorbankan kehidupan masyarakat dengan pengelolaan SDA yang ugal-ugalan. FPPI menyebut sangat perlu menjaga kelestarian lingkungan, menjamin keterlibatan masyarakat lokal secara aktif, mengantisipasi dampak jangka panjang dari aktivitas tambang untuk menjaga kehidupan masyarakat yang kontinue.

“Sangat pentingnya saat ini untuk menjaga alam dan tidak mengelola investasi secara ugal-ugalan. Itu agar keberlanjutan generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap SDA yang sehat dan mencukupi,” ujar Irfan.

Irfan menyebut, pihaknya berencana mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sektor pertambangan dan energi. Hal ini dinilai penting untuk memastikan transparansi dan melindungi ruang hidup masyarakat lokal dari dampak buruk investasi tambang.

Hal itu dinilai sangat urgen, sebab saat ini Sulbar telah masuk dalam peta pengelolaan SDA yang jadi perhatian dunia. Dimana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi telah mengusulkan dua prospek tambang logam tanah jarang, yakni Blok Takandeang – seluas 3.740 hektare dan Blok Botteng – seluas 3.715 hektare.

“Ini sangat urgen sebab tambang logam tanah jarang sudah di depan mata, selain itu Sulawesi Barat juga mencatat beberapa lokasi tambang emas seperti di Dusun Batuisi (Karataun), Dusun Sangajo (Karossa), hingga daerah sepanjang Sungai Lariang di Mamuju Utara,” tutur Irfan.

Untuk itu, para Aktivis memberikan peringatan kepada Gubernur Sulbar terpilih yang akan dilantik 6vFebruari mendatang.

Irfan meminta Pemerintah Daerah harus mampu mengambil langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara investasi dan keadilan sosial, mengelola SDA sesuai konsep pembangunan berkelanjutan dan membuka ruang dialog yang inklusif dengan masyarakat dan pemerhati lingkungan.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah, Sulawesi Barat berpeluang besar menjadi daerah yang maju secara ekonomi, asalkan masyarakat lokal dilibatkan dalam setiap tahapan pengelolaannya,” pungkas Irfan.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar murah pemprov Sulbar di Nosu Mamasa

    Sasar Pelosok, Pemprov Sulbar Gelar Pasar Murah di Nosu Mamasa

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar pasar murah di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, pada Kamis, (14/11/2024). Pasar murah Pemprov Sulbar yang menyediakan telur, beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya langsung diserbu warga dari berbagai wilayah di pedalaman Kabupaten Mamasa itu. Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Sulbar, Sofha Marwah, gerakan […]

  • BKK Kades Sulbar

    Gubernur Sulbar : Tambahan Penghasilan Kades Rp1 Juta, Sekdes-Kaur Rp500 Ribu per Bulan Segeera Ditunaikan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memastikan tambahan penghasilan bagi aparatur desa melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) akan dialokasikan penuh pada tahun 2026. Kebijakan tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi para kepala desa dan perangkat desa di tengah keterbatasan fiskal daerah. Suhardi Duka menegaskan, program BKK tersebut merupakan komitmen yang pernah ia […]

  • Warga Kabuloang datangi DPMPTSP Sulbar

    Warga Kabuloang Protes, 79 Hektar Tanah Mereka Dicaplok Masuk WIUP PT. Polemaju Mineral Mandiri

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 188
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sejumlah warga Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, mendatangi Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (20/9/2024). Mereka memprotes klaim kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) oleh PT. Polemaju Mineral Mandiri. Warga menuntut agar tanah seluas 79 hektar yang diklaim perusahaan dikeluarkan dari […]

  • Pansus Perhubungan DPRD Sulbar

    Pansus Penyelenggaraan Perhubungan DPRD Sulbar Finalisasikan Ranperda

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Perhubungan DPRD Sulbar menggelar rapat finaslisasi yang dilaksanakan di Ruang Komisi I, Senin (04/03/2024). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus Penyelenggaraan Perhubungan, Itol Syaiful Tonra, yang dihadiri oleh anggota Pansus lainnya. Dalam Rapat itu, Pansus Penyelenggaraan Perhubungan DPRD Sulbar bersama mitra kerja dari Dinas Perhubungan dan Biro […]

  • Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 228
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat, Provinsi ke-33 ini jadi wilayah dengan indek resiko bencana tertinggi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Sulbar tiga tahun terkahir tinggi dengan nilai 166,49 tahun 2020, 164,85 tahun 2021 dan 165,23 tahun 2022. Kurun 20 tahun terakhir tercatat 145 bencana di Sulbar, didominasi […]

  • Pesawat Mamuju-Makassar.

    Batik Air Resmi Ganti Wings Air Layani Penerbangan Mamuju-Makassar

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 316
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pesawat Air Bus a320-200 milik maskapai Batik Air melakukan pendaratan pertama di Bandara Tampa Padang, Mamuju, Jumat (8/12/2023). Nantinya Batik Air akan menggantikan maskapai Lion Group lainnya Wings Air yang sebelumnya melayani penerbangan rute Mamuju-Makassar. Itu sekaligus membuka era baru penerbangan selama 13 tahun terakhir. Nantinya Batik Air akan melayani penerbangan Mamuju-Makassar […]

expand_less