Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Mamuju » Aksi Bisu : GMNI Mamuju Peragakan Bupati dan Wakil Bupati Tutup Mulut

Aksi Bisu : GMNI Mamuju Peragakan Bupati dan Wakil Bupati Tutup Mulut

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju melakukan unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Mamuju, Kamis (12/10/2023).

Aksi tersebut diawali dengan teatrikal yang memperagakan Bupati, Wakil Bupati, dan Anggota DPRD Mamuju. Sejumlah lakon dari pelbagai latar belakang seperti buruh, nelayan, masyarakat adat, hingga pelajar turut jadi pelengkap.

Sambil menutup mulut dengan lakban hitam, mahasiswa melakonkan para pejabat utama Kabupaten Mamuju sembari melantunkan orasi.

Dalam orasinya, mereka menyebut aksi tutup mulut itu mencitrakan pemerintah kabupaten Mamuju yang bungkam terhadap masalah sosial di Mamuju. Mereka mengkritik kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.

“Aksi teatrikal itu merupakan bentuk kekecewaan kita pada para pejabat di Kabupaten Mamuju yang tidak memperdulikan masalah sosial, serta bungkam terhadap kesejahteraan masyarakat.” kata Yudi Toda.

Menurutnya, catatan buruk bagi Pemkab Mamuju yakni tidak tersedianya tanah hak ulayat serta ruang hidup di Mamuju yang tidak tersedia.

“Pemerintah kabupaten Mamuju saat ini tidak mementingkan hak kehidupan sosial, sehingga membuat masyarakat berkonflik dengan budaya asing yang mengancam budaya lokal di Mamuju,” lanjut Yudi.

Selain itu, mereka juga menuntut Pemkab Mamuju segera memperjelas alokasi kartu Mamuju keren yang dianggap belum jelas. Menurut Aji, saat ini manfaat Kartu Mamuju keren tidak dapat dinikmati oleh rakyat.

“Kartu Mamuju Keren merupakan produk gagal yang sampai hari ini ada kejelasan fungsinya, kamu menganggap Pemkab Mamuju gagal,” ujar Retno Aji dalam orasinya.

Tata wilayah kota juga jadi bagian kritik yang dilontarkan oleh mahasiswa, mereka menyebut hingga saat ini Mamuju sebagai ibu kota Provinsi tak ubahnya sebagai wilayah yang tidak layak huni.

Hal tersebut kata Hasdi Wijaya, dikarenakan penataan kota dan banyaknya jalan utama yang berlubang. Untuk dia mempertanyakan Mamuju sebagai ibu kota.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Polman.

    Ini Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Untuk Polman dan Sekitarnya 1445 H/2024 M

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 174
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Imsakiyah atau yang sering disingkat imsak menjadi hal wajib bagi umat muslim di setiap bulan puasa, tak terkecuali jadwal buka puasa adalah hal yang sangat penting. Untuk itu kami memberikan informasi terkait jadwal Imsakiyah dan buka puasa 1445 H/2024 M untuk wilayah kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan sekitarnya. Berikut Jadwal Imsakiyah dan […]

  • Bapperida Sulbar

    Capaian Kinerja 98,3 Persen, Bapperida Sulbar Mulai Susun RKPD 2027

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai menyiapkan langkah awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sulbar Tahun 2027 serta Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) 2027, yang akan menjadi dasar penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Persiapan ini ditandai dengan pelaksanaan rapat orientasi penyusunan dokumen perencanaan pembangunan […]

  • Petinju Bonehau, Yoel Tamassi

    Putra Asal Bonehau, Yoel Tamassi Raih Runner-Up di Kejurprov Tinju Amatir Sulsel

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Yoel Tamassi, petinju muda kelahiran Bonehau, Kabupaten Mamuju, raih prestasi mentereng dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir bertajuk South Sulawesi Boxing Championship yang digelar di Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Bertanding di kelas Elite 80 Kg, Yoel mewakili Kabupaten Toraja Utara dan berhadapan dengan lawan tangguh, Semi Itlay – seorang tentara aktif dari satuan […]

  • Atlet O2SN Sulbar

    Gegara Anggaran Minim, Kontingen Sulbar Tampil di Pemukaan O2SN 2024 Tanpa Seragam

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebanyak 25 atlet dan Official Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) asal Sulawesi Barat (Sulbar), tampil tanpa seragam dalam acara pembukaan O2SN 2024 di Jakarta, Senin, (12/8/2024). Menurut Marlin salah satu orang tua atlet, keberangkatan anaknya bersama sejumlah atlet lain tidak di bekali dengan seragam. Para atlet hanya mengenakan pakaian bebas saat berangkat […]

  • Kadis Pora Mamuju Murniani

    Pendataan Anak Tidak Sekolah di Mamuju Mulai Dilakukan Disdikpora

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Mamuju mulai dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Mereka mengatakan telah memprogramkan untuk  melakukan pendataan anak tidak sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju, Murniani mengatakan telah menerima data anak putus sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi barat […]

  • Mangrove di Muara Kalukku

    Jaga Muara Kalukku Dari Abrasi dan Tambang Pasir, Warga Tanam 1.500 Pohon Mongrove

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kelompok masyarakat Beru-Beru bersama pencinta lingkungan menggelar aksi tanam pohon mangrove secara swadaya di Muara Sungai Kalukku, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (15/6/2025). Sebanyak 1.500 pohon mangrove ditanam di sepanjang bibir muara sebagai upaya menjaga ekosistem dan menolak rencana penambangan pasir yang dinilai mengancam kehidupan mereka. Juru bicara warga, Sulkarnaim, menyampaikan […]

expand_less