Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Pilkada » Ado : Mamuju Baru Tak Lagi Pakai Kartu, Cukup KTP atau KK

Ado : Mamuju Baru Tak Lagi Pakai Kartu, Cukup KTP atau KK

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Berkunjung ke Kecamatan Tapalang Barat, Bakal Calon Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, melakukan dialog dengan sejumlah warga di Desa Labuan Rano, Jumat (20/9/2024) malam.

Dalam dialog itu, Ado Mas’ud, menjelaskan rangkaian lahirnya gagasan “Mamuju Baru” yang menjadi tagline bersama H. Damris dalam Pilkada Mamuju 2024.

Menurut eks Aktivis itu, konsep “Mamuju Baru” akan fokus pada kerja-kerja kerakyatan, dengan Bupati dan Wakil Bupati lebih sering turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan mereka. Program ini akan mengedepankan kolaborasi, peningkatan lapangan kerja melalui pelatihan, dan kerjasama antar daerah.

Salah satu prioritas utamanya adalah pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung pemerataan pembangunan antara kota dan desa, sehingga potensi alam daerah dapat dimaksimalkan guna meningkatkan perekonomian.

“Hal utama yang jadi prioritas adalah infrastruktur jalan, sebab dengan ini berbagai potensi alam kita tentu bisa menjadi bermanfaat,” jelas Ado Mas’ud.

Ado menegaskan, dalam program Mamuju Baru, mereka tidak lagi akan mengeluarkan program berbasis kartu tambahan. Pelayanan kepada masyarakat akan cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), untuk mempermudah proses administrasi.

“Kali ini saya maju bersama dengan pak H. Damris tidak lagi pakai kartu – kartu yang tidak dijalankan,” ujar Ado Mas’ud.

Dengan menggunakan sistem yang lebih sederhana dan terfokus pada pelayanan berbasis KTP dan KK, diharapkan dapat memperbaiki sistem pelayanan di Mamuju secara lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat.

Hal itu berangkat dari pengalaman sebelumnya, ketika Ado Mas’ud menjadi Wakil Bupati. Program kartu “Mamuju Keren” yang dulu di usulnya bersama Sutinah Suhardi disebut tidak berjalan efektif dan hanya membingungkan masyarakat.

“Kedepan kita hanya akan menggunakan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga dalam memudahkan pelayanan,” ungkap Ado.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abdul Halim Wakil Ketua DPRD Sulbar

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Prof Zudan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 121
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, mengapresiasi keberhasilan Penjabat (Pj) Gubernur, Zudan Arif Fakrulloh, selama 11 bulan menjabat. Program 4+1, pelayanan digitalisasi, hingga menjaga inflasi stabil dinilai Halim sebagai gebrakan Prof. Zudan yang berhasil memecah sejumlah permasalahan pokok Sulbar. Bahkan saat ini, Sulawesi Barat tercatat sebagai peringkat ketiga Provinsi dengan […]

  • Pemkot Bontang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

    Pemkot Bontang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (24/9/2025). Acara berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat dan doa bersama, dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, perwakilan Forkopimda, unsur OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, […]

  • Sekwan DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih

    Ada Isu Penolakan, Begini Kata Hamzih Setelah Jabat Sekwan DPRD Sulbar

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih yang baru saja dilantik mengatakan, siap meminta dukungan dan bimbingan dari seluruh dewan setelah dilantik. “Tugas (saya) setelah dilantik adalah memohon dukungan, bimbingan, arahan, nasehat para pimpinan dan seluruh anggota DPRD dalam menjalankan tugas. Dan saya juga berharap kepada adinda Wahab, untuk senantiasa mendampingi dan […]

  • APBD Sulbar 2024

    Tok, APBD Sulbar 2024 Disahkan 1,89 T, Ada Pembayaran Untuk Lahan Bandara dan Arteri

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 260
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD dan Pemprov Sulawesi Barat menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 sebesar Rp Rp 1.894.560.281.682. Kesepakatan itu dituangkan dalam rapat Paripurna pengesahan APBD Sulbar tahun 2024, di Gedung DPRD Sulbar, Kamis (30/11/2023) malam. Dalam kesepakatan itu, postur APBD Sulbar tahun 2024 dibagi atas pendapatan Rp 1.894.560.281.682 dan belanja Rp1.837.741.899.734, […]

  • Nelayan hilang di Hutan Bakau Salule, Bambalumoto, Pasangkayu

    Seorang Nelayan di Pasangkayu Hilang di Hutan Bakau Usai Pamit BAB

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 253
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang nelawan bernama Aswin (Laki-laki, 38) dikabarkan hilang di pesisir hutan bakau Salule, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pada Senin (01/01/2024). Berdasarkan keterangan Basarnas Mamuju, nelayan tersebut pamit pada Senin sore sekira pukul 17.00 WITA, untuk buang air besar (BAB) dan masuk kedalam hutan bakau Salule. Namun setelah beberapa […]

  • Demo di Kantor DPRD Mamuju

    Pelantikan DPRD Mamuju Disambut Demo, Mahasiswa Sebut Gedung Dewan Bak Rumah Hantu

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 194
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Pelantikan 30 Anggota DPRD Mamuju disambut aksi unjuk rasa puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju. Mereka melakukan orasi dan membakar ban bekas di Depan Kantor DPRD Mamuju di Jl. Ahmad Yani, Senin, (2/9/2024). Sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “GMNI Menggugat”, massa menganalogikan Gedung DPRD Mamuju bagaikan Rumah Hantu. […]

expand_less