Mengapa Kita Lebih Sering Digigit Nyamuk?, Ternyata Ini 5 Sebabnya
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi : Gigitan Nyamuk. (foto : istock)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pernahkah Anda merasa lebih sering digigit nyamuk di bandingkan orang lain di sekitar anda?. Di saat sedang beristirahat dan di sela-sela melakukan aktivitas, rasa gatal akibat gigitan nyamuk kerap kali membuat kita terganggu. Padahal kita telah membersihkan diri dan memakai pakaian yang bersih?.
Nah ternyata ada loh, hal-hal yang dapat membuat kita lebih sering digigit nyamuk di banding rekan lainnya. Faktor-faktor yang dapat membuat kita lebih sering digigit nyamuk biasanya disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal, golongan darah, warna pakaian hingga faktor kehamilan loh.
Dikutip dari Halodoc, penyebab lebih sering digigit nyamuk yakni :
1. Karbon dioksida
Karbon dioksida di hasilkan saat kita semua bernafas, produksi karbon dioksida akan lebih banyak di hasilkan saat sedang melakukan aktivitas yang aktif. Nyamuk dapat mendeteksi perubahan karbon dioksida di lingkungannya. Peningkatan karbon dioksida dapat memperingatkan nyamuk bahwa inang potensial ada di dekatnya. Nyamuk kemudian akan bergerak menuju area tersebut.
2. Bau badan
Nyamuk tertarik pada senyawa tertentu pada kulit manusia terlebih saat berkeringat. Senyawa ini memberi kita bau tertentu yang dapat menarik perhatian nyamuk. Beberapa senyawa berbeda telah di identifikasi menarik bagi nyamuk termasuk asam laktat dan amonia. Kemudian, kondisi genetik dan bakteri tertentu dapat memicu nyamuk untuk datang dan menggigit orang tertentu.
Bau badan sendiri di tentukan oleh genetika. Jika kamu sering berinteraksi dengan seseorang yang sering digigit nyamuk, bisa jadi kamu juga menjadi lebih rentan untuk digigit. Bakteri kulit juga berperan dalam bau badan. Orang dengan keragaman mikroba yang tinggi di kulitnya kurang menarik bagi nyamuk.
3. Warna pakaian gelap
Nyamuk lebih tertarik pada warna hitam, karena warna-warna gelap lebih cepat menyerap panas. Berbeda dengan warna terang yang memantulkan panas. Selain menyerap panas, warna gelap juga merupakan spektrum warna yang menarik buat nyamuk sehingga nyamuk lebih senang mendekatinya.
4. Sedang hamil
Studi telah menunjukkan bahwa nyamuk tampaknya lebih tertarik pada wanita hamil dari pada wanita yang tidak hamil. Alasannya mungkin karena ibu hamil memiliki suhu tubuh yang tinggi dan mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida.
5. Golongan darah
Nyamuk dewasa jantan bertahan hidup dengan nektar untuk makanan, tetapi nyamuk betina bergantung pada protein dalam darah kita untuk produksi telur. Jadi tidak mengherankan nyamuk lebih tertarik dengan beberapa golongan darah tertentu. Orang dengan golongan darah O ternyata hampir dua kali lebih menarik bagi nyamuk dari pada mereka yang bergolongan darah A; orang tipe B berada di tengah.
Belum ada penelitian lebih jelas kenapa di antara semuanya nyamuk lebih tertarik pada golongan darah O. Hanya saja nyamuk bisa tahu golongan darah kita dari sinyal kimia di kulit, dan di temukan fakta kalau sinyal kimia golongan darah O lebih di senangi oleh nyamuk.
Itulah faktor-faktor yang dapat membuat anda lebih sering digigit nyamuk.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News