Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Warga Kabuloang Protes, 79 Hektar Tanah Mereka Dicaplok Masuk WIUP PT. Polemaju Mineral Mandiri

Warga Kabuloang Protes, 79 Hektar Tanah Mereka Dicaplok Masuk WIUP PT. Polemaju Mineral Mandiri

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Sejumlah warga Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, mendatangi Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (20/9/2024).

Mereka memprotes klaim kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) oleh PT. Polemaju Mineral Mandiri. Warga menuntut agar tanah seluas 79 hektar yang diklaim perusahaan dikeluarkan dari WIUP.

Imanuddin, pendamping hukum warga, menjelaskan perusahaan tersebut telah mencantumkan tanah warga tanpa sepengetahuan dan kesepakatan yang jelas.

“Kami meminta perusahaan mengeluarkan tanah kami dari WIUP-nya, sebab sudah empat tahun dicaplok tanpa kejelasan,” ujar Imanuddin.

“Warga ini beberapa kali ingin memanfaatkan lahannya, ingin menyewakan tanahnya tapi tidak bisa karena ternyata masuk dalam WIUP tanpa sepengetahuan warga,” lanjut Imanuddin.

Untuk itu dia mendesak pihak ESDM dan DPMPTSP Sulbar, segera mencabut tanah warga dari WIUP PT. Polemaju Mineral Mandiri.

Dalam pertemuan di DPMPTSP Sulbar, warga mengeluh bahwa mereka tidak bisa memanfaatkan lahan mereka karena masuk dalam peta WIUP perusahaan. Beberapa kali warga mencoba menyewakan tanah mereka, namun terhalang oleh klaim WIUP yang tidak diketahui oleh mereka sebelumnya.

Kepala Desa Kabuloang, Irham, juga meminta perusahaan untuk membuktikan dokumen kepemilikan lahan dan mengungkap siapa yang telah memberikan izin kepada perusahaan.

“Kami meminta perusahaan menunjukkan dokumen tersebut, karena saya sendiri tidak mengetahui adanya penandatanganan dari warga kami,” kata Irham.

Sementara itu, Direktur PT. Polemaju Mineral Mandiri, Abdul Hafid, mengatakan pihaknya siap melepaskan lahan warga yang tidak ingin terlibat.

“Kami siap melepaskan tanah yang tidak ingin ikut dengan kami, ESDM akan mengukur titik koordinat, dan kami mengantongi dokumen sporadik dari total 79 hektar,” kata Hafid.

Perusahaan tersebut baru mengurus peta WIUP pada tahun 2023 dan belum beroperasi karena masih melengkapi izin, termasuk terkait hutan lindung yang dilalui.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Yakub Solon

    Puluhan Warga Mamasa Sampaikan Dukungan Untuk Yakub F Solon ke Sekprov Sulbar

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Puluhan massa yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Mamasa menemui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, di Rumah Jabatannya, di Mamuju, Kamis (14/12/2023). Mereka menemui Sekprov Sulbar, untuk menyampaikan dukungan kepada Penjabat (Pj) Bupati Mamasa saat ini, Yakub F Solon, untuk melanjutkan tugas penuh. Koordinator Aliansi Masyarakat Mamasa Muh. Diki, kepada Muhammadi Idris […]

  • Polresta Mamuju

    12 Personel Polresta Mamuju Terima Penghargaan Usai Bongkar Sindikat Curanmor

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 218
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 12 personel Polresta Mamuju menerima piagam penghargaan dari Kapolda Sulawesi Barat atas keberhasilan mereka mengungkap 15 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang meresahkan masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam upacara di Lapangan Tribrata Polda Sulbar, Jumat (6/3/2026) pagi. Adapun 12 personel yang menerima […]

  • Penetapan Paslon Cagub PIlkada Sulbar

    Paslon Cagub-Cawagub dan Cabup-Cawabup di Sulbar Resmi Tetapkan, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 182
    • 3Komentar

    MAMUJU, Mekora.id  – 4 (empat) Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Cagub-Cawagub Sulbar), resmi ditetapkan sebagai pasangan calon (Paslon) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulbar. Minggu, (22/9/2024). Ketua KPU Provinsi Sulbar, Said Usman Umar, menyampaikan keempat pasangan calon yang mendaftar memenuhi syarat (MS). Untuk itu semua pendaftar sebagai pasangan calon Gubernur […]

  • Pasien Ditandu di Kalumpang

    Awali 2026, Warga Kalumpang Terpaksa Tandu Pasien 30 Kilometer Akibat Jalan Rusak

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 507
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Buruknya infrastruktur jalan di pedalaman Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali berdampak pada keselamatan warga. Seorang warga Desa Lasa bernama Mince (25) terpaksa dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 30 kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat tidak tersedianya akses jalan yang layak. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026), warga sejak siang hingga […]

  • Dermaga Sandeq Cafe Mamuju

    Kapolda Sulbar Bakal Sulap Dermaga Sandeq Jadi Dapur Umum Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 203
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dermaga Sandeq Nusantara Cafe di Jalan Arteri Mamuju yang baru saja di soft launching, direncanakan akan menjadi dapur umum untuk program makan bergizi gratis (MBG). Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Adang Ginanjar, melalui keterangan tertulis, pada Selasa, (18/2/2025) sore. Menurut Adang Ginanjar, dipilihnya Dermaga Sandeq Cafe sebagai […]

  • Stok pangan Mamuju

    Harga Melonjak, Bupati Cek Stok Pangan di Mamuju Cukup 5 Bulan Kedepan

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi memastikan stok pangan di Mamuju mencukupi hingga lima bulan kedepan. Itu berarti stok pangan termasuk beras aman di Bulan Ramadhan. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Mamuju, setelah dia dan Forkopimda Mamuju mengecek stok pangan di Gudang logistik Bulog Mamuju, pada Rabu (28/02/2024). “Bahan pangan seperti beras dan terigu serta […]

expand_less