Polemik Dana Ketahanan Pangan Rp181 Juta Desa Kopeang, PMD Mamuju Panggil Kades
- account_circle mekora.id
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kantor Desa Kopeang. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Polemik anggaran ketahanan pangan Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, sebesar Rp181 juta tahun anggaran 2025 memasuki babak baru.
Terbaru, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju memanggil Kepala Desa Kopeang bersama jajaran perangkat desa untuk dimintai klarifikasi, pada Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas PMD Mamuju, M. Fauzan Basir, mengatakan pemanggilan dilakukan terhadap Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara, hingga pendamping desa terkait penggunaan anggaran yang disebut menyerap sekitar 20 persen dari alokasi dana desa.
“Iya, tadi kita sudah panggil Kepala Desa, Sekdes, Bendahara, dan Pendamping Desa untuk klarifikasi. Tapi Ketua BUMDes belum hadir,” ujarnya.
Dari hasil klarifikasi awal, Dana Rp181 juta itu digunakan untuk kegiatan ketahanan pangan di sektor perikanan yang menyewa empat kolam ikan.
“Menurut keterangan Kepala Desa, mereka bergerak di bidang perikanan. Katanya anggaran itu digunakan untuk sewa empat kolam,” katanya.
Meski begitu, Fauzan menegaskan pihaknya akan mendalami lebih lanjut penggunaan anggaran tersebut, termasuk rincian biaya dan pelaksanaannya di lapangan.
“Keterangan ini pasti kita dalami. Harus jelas semuanya, berapa biaya yang keluar dan bagaimana pelaksanaannya. Tapi tadi Ketua BUMDes belum hadir, jadi klarifikasi akan dilanjutkan,” jelasnya.
Terkait absennya Ketua BUMDes yang disebut-sebut belum menerima anggaran tersebut, DPMD mengaku belum bisa mengambil kesimpulan.
“Saya belum bisa sejauh itu, karena dalam berita acara klarifikasi Ketua BUMDes Kopeang tidak hadir,” tambahnya.
Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah disorot sejumlah pemuda yang mempertanyakan transparansi pengelolaan dana desa. Mereka menilai anggaran ketahanan pangan tersebut belum dikelola secara terbuka, bahkan disebut belum diterima oleh pihak BUMDes.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Kopeang, Bahtiar, belum mendapat tanggapan lengkap. Melalui pesan singkat, ia mengaku tengah berada di rumah sakit.
“Sebentar pi pak karena saya masih di rumah sakit,” singkatnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar