Tokoh Adat Dukung Penuh Renacana Pemekaran Kabupaten Balanipa
- account_circle mekora.id
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tokoh Adat Balanipa hadiri kongres rakyat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Dukungan terhadap pembentukan Kabupaten Balanipa kembali ditegaskan oleh tokoh adat dan masyarakat dalam momentum Kongres Rakyat Balanipa Mandar yang digelar pada 2–4 April 2026 di Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Arayang Balanipa Mandar, H. Bau Arifin Malik, menyebut perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa bukan sekadar pemekaran wilayah, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah adat, memperkuat jati diri Mandar, serta menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ini adalah perjalanan panjang yang sarat sejarah, pengorbanan, dan tekad kolektif untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima mekora.id, Minggu, (5/4/2026).
Ia menegaskan, kehadirannya bersama jajaran adat, termasuk struktur “Appe’ Banua Kaiyyang dan Sappulo Sokko’”, bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap cita-cita pembentukan daerah otonomi baru tersebut.
Kongres ini sendiri diselenggarakan oleh Komite Aksi Pembentukan (KAP) Balanipa yang diketuai Mujirin M Yamin, sebagai bagian dari rangkaian panjang perjuangan yang terus digaungkan lintas generasi.
Senada, Pa’bicara Kenje sekaligus Sekretaris Umum Harian LKMAB-BM, Adnas Jalil, menyatakan seluruh pemangku adat mendukung penuh upaya tersebut.
Menurutnya, perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa telah berakar sejak lama dan menjadi bagian dari amanah para pendahulu. Ia mengutip pesan Mara’dia Arajang Balanipa ke-54, H. Abdul Malik Pattana Endeng, yang menekankan pentingnya peran lembaga adat dalam mendukung pembentukan daerah.
“Perjuangan ini harus menjadi perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat, baik di dalam maupun di luar Balanipa,” kata Adnas.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya serupa pernah hampir terwujud pada 2013, namun belum berhasil, sehingga diperlukan kesabaran dan keteguhan dalam melanjutkan perjuangan.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina/Pengawas LKMAB, Syamsuddin Ahmad, menyampaikan pesan adat sebagai penguat semangat perjuangan.
“Muaq purai dipobamba, pemali dipippondo’i. Muaq purai dipalandang, pemali dili’ai. Takkalai disombalang dotai lele, ruppu dadzi lele tuali,” ucapnya.
Atau dalam bahasa Indonesia berarti “Jika telah diucapkan, pantang dibelakangi /pantang untuk ditarik kembali. Jika telah dibentangkan, pantang untuk dilangkahi. Terlanjur telah dilayarkan, lebih baik hancur daripada berbalik arah,”
Melalui kongres tersebut, seluruh elemen masyarakat berharap perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Balanipa dapat segera terwujud.
Dengan doa bersama yang dipanjatkan, harapan besar disematkan agar cita-cita itu mendapat ridha dan segera terealisasi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar