Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Sekda Sulbar Cek Kesiapan OPD Hasil Restrukturisasi, Bapenda Dinilai Belum Siap

Sekda Sulbar Cek Kesiapan OPD Hasil Restrukturisasi, Bapenda Dinilai Belum Siap

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, turun langsung mengecek kesiapan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil restrukturisasi, Senin (5/1/2026). Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan proses penggabungan OPD dapat berjalan sesuai rencana dan langsung beroperasi pada awal tahun 2026, sebagaimana arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Dalam pengecekan tersebut, Junda Maulana didampingi Asisten I Muh. Jaun dan Asisten III Amujib. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik awal berjalannya organisasi perangkat daerah hasil restrukturisasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

“Tahun 2026 ini juga menjadi awal mula organisasi perangkat daerah hasil restrukturisasi itu bergabung,” ujar Junda Maulana.

Dalam restrukturisasi organisasi tersebut, sejumlah OPD resmi digabung. Di antaranya, Dinas Pemuda dan Olahraga bergabung dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Dinas Kehutanan digabung dengan Dinas Lingkungan Hidup, sementara Dinas Tenaga Kerja menyatu dengan Dinas Transmigrasi.

Penggabungan juga dilakukan pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Selain itu, terdapat dinas gabungan Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta penggabungan Dinas Perhubungan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dari hasil pengecekan lapangan, Junda menyebut sebagian besar OPD sudah dapat beroperasi. Namun demikian, ia menilai masih ada satu OPD yang belum siap, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Kita melihat masih ada satu OPD yang belum siap, yaitu Badan Pendapatan Daerah yang belum siap sama sekali,” ungkap Sekda Sulbar.

Belum siapnya Bapenda, kata Junda, disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan perangkat kerja, penataan ruangan, hingga pengaturan pegawai.

Junda pun meminta OPD tersebut segera melakukan pembenahan dan memastikan akan kembali melakukan pengecekan dalam waktu dekat.

“Kami berharap OPD Bapenda ini segera membenah diri. Paling tidak besok saya kembali dan harus sudah melihat organisasi itu berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, OPD lainnya dinilai telah siap beroperasi, meski masih ditemukan penumpukan pegawai pada tahap awal proses penggabungan.

“Yang lain sudah bisa berjalan, hanya saja masih ada penumpukan pegawai. Tahap awal ini kita pindahkan dulu, selanjutnya akan dilakukan analisis kebutuhan pegawai untuk penataan lebih lanjut,” jelas Junda.

Ia juga mengingatkan seluruh OPD hasil penggabungan agar benar-benar melebur dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Junda menegaskan pentingnya menghilangkan ego sektoral sebagaimana arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

“Bagi organisasi yang sudah satu kantor, seperti Tenaga Kerja dan Transmigrasi, saya harap tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Jangan ada ego sektoral. Semua akan kita atur, baik pejabat teknis maupun PPPK paruh waktu, agar tertata dengan baik,” tutup Junda Maulana.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cagub Sulbar AIM PASS

    Mantan Bupati Polman, AIM Optimis Menang di Pilgub Sulbar

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 97
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Pangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub dan Cawagub) Sulawesi Barat (Sulbar) nomor urut 1, Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM-PASS), melakukan rapat konsolidasi dengan tim pemenangan. Rapat ini dilaksanakan untuk mematang sejumlah persiapan terutama membahas sejumlah strategis untuk menghadapi Pemilihan Gubernur. Rapat ini berlangsung di kediaman AIM, di Polman, pada […]

  • Jembatan Matangga Keppe Ambruk

    Jembatan Matangga–Keppe Ambruk, Tiga Desa di Mamasa Terisolasi Jelang Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Mamasa menyebabkan jembatan utama di Poros Matangga–Keppe, tepatnya di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, ambruk total pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Akibatnya, peristiwa ini mobilitas warga di tiga desa lumpuh total. Masing-masing Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk. Sebelum ambruk, warga menyebut jembatan  Matangga-Keppe itu satu-satunya […]

  • Unjuk Rasa Tolak Tambang Pasir di Sungai Gentungan Kalukku

    Warga Keluhkan Dampak Tambang Pasir di Gentungan, 10 Rumah Hilang dan Sumur-sumur Tercemar

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 171
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aliansi Masyarakat Gentungan dan Kanang-Kanang, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kembali berunjuk rasa menolak aktivitas tambang pasir, di kantor DPRD Sulawesi Barat, pada Rabu, (26/5/2025). Lurah Bebanga, Haswan. M, mengatakan aksi dari masyarakat itu dilakukan karena kecewa setelah  pihak perusahaan kembali melakukan aktivitas tambang pasir di Sungai Gentungan. Padahal sebelumnya, warga, […]

  • Agus Haris Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Mitra Strategis Industri di Bontang

    Agus Haris Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Mitra Strategis Industri di Bontang

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle zul
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, membuka resmi Pelatihan Pengurus dan Pengawas Koperasi Merah Putih Tahun 2025. Acara yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Kamis (24/7/2025) itu menjadi langkah penting penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Bontang berhalangan hadir. Meski begitu, […]

  • GMNI Mamuju Kecam Pembubaran Ibadah di Tangsel

    GMNI Mamuju Kutuk Tindakan Pembubaran Ibadah di Tangsel

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju menyikapi, tindakan kekerasan dan pembubaran kegiatan ibadah terhadap mahasiswa Universitas Pamulang (Umpan) yang beragama katolik di Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa saat lalu. Dalam aksi damai yang dilakukan di tugu Manakarra Tower, Mamuju, pada, Kamis (9/5/2024), GMNI Mamuju mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah […]

  • Ilustrasi Tambang di Samapaga Mamuju

    Warga Sampaga Minta DPRD dan ESDM Sulbar Tinjau Ulang Izin Tambang di Wilayahnya

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 102
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Rencana pertambangan pasir di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi isu krusial yang membutuhkan penanganan bijak dan transparan. Berbagai pihak menyerukan pentingnya dialog konstruktif untuk menghindari konflik dan menjaga stabilitas keamanan. Tokoh masyarakat dan pemerintah setempat telah mengimbau agar DPRD Sulawesi Barat serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meninjau […]

expand_less