Pembangunan Koperasi Merah Putih di Bohenau Tuai Kritik, Disebut Tak Transparan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Supratman Pemuda Bonehau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih yang merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan publik di Bohenau. Proyek tersebut dinilai janggal karena diduga tidak dijalankan secara transparan.
Sorotan itu disampaikan Supratman, pemuda asal Salutiwo, yang menilai pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut tidak disertai papan informasi proyek sebagaimana mestinya. Padahal, papan informasi merupakan unsur dasar keterbukaan dalam setiap proyek yang menggunakan dana negara.
“Ketiadaan papan informasi bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi bentuk pengingkaran terang-terangan terhadap prinsip transparansi dan hak publik untuk mengetahui asal anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan pembangunan,” ujar Supratman kepada Mekora.id, Rabu, (4/2/2026).
Menurutnya, proyek yang mengatasnamakan kepentingan rakyat namun dikerjakan tanpa keterbukaan justru mencerminkan pengelolaan pembangunan yang arogan. Ia menegaskan, pembangunan yang bersih dan jujur seharusnya tidak alergi terhadap pengawasan publik.
“Pembangunan yang benar tidak pernah takut diawasi. Justru proyek yang menutup informasi patut dicurigai menyimpan persoalan serius di baliknya,” tegasnya.
Supratman juga menekankan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih menggunakan dana publik yang bersumber dari APBN, sehingga sudah seharusnya dibuka secara terang kepada masyarakat.
“Ini uang negara, uang rakyat. Transparansi itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” katanya.
Lebih jauh, ia menilai absennya papan informasi proyek tersebut telah mencederai semangat demokrasi ekonomi dan gotong royong yang selama ini menjadi narasi utama koperasi. Menurut Supratman, koperasi seharusnya menjadi simbol kejujuran dan keberpihakan pada rakyat.
“Jangan sampai koperasi yang mestinya menjadi wajah ekonomi kerakyatan justru menjadi contoh buruk praktik pembangunan yang gelap, tertutup, dan jauh dari nilai-nilai kerakyatan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan, jika sejak awal proyek Koperasi Merah Putih telah mengabaikan aturan paling mendasar, maka wajar jika masyarakat meragukan integritas, komitmen moral, dan tujuan sebenarnya dari pembangunan tersebut.
“Kesejahteraan rakyat tidak akan pernah lahir dari proses pembangunan yang tidak jujur dan anti-transparansi,” pungkas Supratman.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
