Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Pilkada » Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra menjelaskan, faktor lain yang menjadi penyebab rendahnya partisipasi pemilih adalah kurangnya penanaman nilai-nilai Kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di Masyarakat. Sehingga prinsip berdemokrasi surut dan tidak lagi dianggap sebagai panutan berbangsa.

“Penanaman nilai-nilai Pancasila karena disitulah kita diajarkan pentingnya menyalurkan hak suara untuk pembangunan Bangsa,” ujar Anshar saat dihubungi tim Mekora.id via Whatssap, Kamis (5/12/2024) sore.
Selain itu, Anshar menyebut kecenderungan demokrasi saat ini tidak diikuti dengan pendidikan politik yang memadai. Sehingga terjadi ketimpangan antara peserta dan pemilih.
Hal itu kata Anshar, memicu politik pragmatis dan menjadikan Pemilu hanya sekedar ajang lombah, bukan ajang gagasan untuk membangun peradaban sesuai cita-cita bangsa yakni “Bangun Jiwanya dan Bangun Raganya”.
“Fakta dilapangan adalah masyarakat tidak akan memilih bila tidak ada uang, saya pikir satu-satunya yang menjadi masalah adalah persoalan politik uang yg tidak bisa dibendung,” ujar Anshar.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Leling Raya (IP2MLR), Muh.Dadang, mengambil perspektif lain. Dia menyebut faktor money politik dalam mendorong partisipasi pemilih menjadi bukti kejenuhan rakyat terhadap sistem demokrasi yang tajam kebawa.
Dadang mengungkap, saat ini masyarakat hilang kepercayaan dengan penyelenggaraan pesta demokrasi yang acap kali menguntungkan kelompok atau kalangan tertentu saja.
“Faktor money politik uang sangat menjadi pendorong dalam pemilu kita akhir-akhir ini, saya kira pemangku kebijakan harus merespon hal ini sebagai kejenuhan dan ketidakpercayaan rakyat,” ungkap Dadang.
Kata Aktivis yang lantang dengan isu-isu demokrasi itu, jika kebijakan yang lahir dari sistem politik tidak memihak pada rakyat kecil. Dia khawatir demokrasi akan menjadi semu. Sehingga masyarakat yang merasa haknya dirampas akan berhenti.
“Ini sudah jadi warning, terutama bagaimana kebijakan pro untuk rakyat harus dilahirkan. Kalau tidak demokrasi hanya akan menjadi tabu bagi rakyat karena haknya dirampas,” pungkas Dadang.

Penulis : Yudi Toda

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Tabone Nosu

    Pengerjaan Jalan Tabone-Nosu 5 KM Ditarget Rampung Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 129
    • 0Komentar

    “Kita sudah mengajukan kembali permohonan untuk tambahan 10 km, dan dilanjutkan lagi Nosu Pana . Kita berharap masyarakat akan merasakan pembangunan yang betul nyata,” kata Mantan Dirjen Dukcapil  itu. Kepala Balai Jalan Provinsi Nasional Sulbar Sjova Rosliansjah mengatakan pengerjaan jalan ini dilakukan secara multiyears sehingga dibutuhkan kesabaran masyarakat agar jalan tersebut bisa dimanfaatkan. “Tahun ini […]

  • Plh Kepala Kesbangpol Sulbar

    Pemprov Sulbar Buka Aduan Pemberantasan Ormas Premanisme

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan komitmennya untuk menindak segala bentuk tindakan premanisme dan pelanggaran oleh organisasi kemasyarakatan (Ormas), sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Instruksi tersebut juga telah ditindaklanjuti langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) melalui rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beberapa waktu […]

  • Bupati Mamuju tinggalkan kantor

    Dialog Buntu, Bupati Mamuju Tinggalkan Honorer yang Berunjuk Rasa Lewat Pintu Belakang

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 91
    • 0Komentar

    “Kesempatan itu sudah kita berikan setiap tahun. Kita ingin masyarakat yang datang ke puskesmas mendapat layanan maksimal, anak-anak di sekolah juga tidak kekurangan guru. Itu alasan kenapa formasi PPPK terus kita buka sejak 2021,” jelasnya. Terkait tuntutan agar pemerintah daerah mengeluarkan SK honorer, Sutinah menyatakan bersedia mengakomodasi dengan catatan tidak disertai tuntutan kenaikan gaji di […]

  • Demo Mahasiswa di Mamuju

    Demo di Kantor Gubernur Sulbar, Mahasiswa Tuntut Pemerataan Pendidikan dan Upah Layak

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Ia menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 yang mencatat sekitar 48 ribu anak di Sulbar atau 10,52 persen mengalami putus sekolah. Menurutnya, angka ini mencerminkan darurat pendidikan yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah. Selain persoalan pendidikan, massa aksi juga menyoroti persoalan buruh. Menurut mereka, praktik pengupahan yang tidak sesuai UMP (Upah Minimum […]

  • Ado Damris

    Ado-Damris Komitmen Jadikan Mamuju Pintu Gerbang IKN

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 74
    • 5Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Pasca mendaftar sebagai pasangan calon untuk Pilkada Mamuju 2024, Ado Mas’ud dan Damris menyebut, siap menjadi Mamuju sebagai pintu gerbang untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju itu, menyampaikan bahwa letak Ibu Kota Administrasi Kabupaten Mamuju yang tepat berada di hadapan Ibu Kota Nusantara atau IKN harus mampu […]

  • Rapat DPMPTSP Sulbar

    DPMPTSP Sulbar Siapkan Kinerja Maksimal Dorong Iklim Penanaman Modal

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dalam rangka penguatan target kinerja serta optimalisasi pengembangan iklim penanaman modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat konsolidasi internal, Selasa (3/2/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, serta dihadiri Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, seluruh […]

expand_less