Marak Kekerasan Libatkan Oknum Polisi, GMNI Mamuju Sebut Sistem Pendidikan Kepolisian Gagal
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua GMNI Mamuju, Adam Jauri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Untuk itu kata Adam, perlu adanya evaluasi menyeluruh dari sistem pendidikan kepolisian di Indonesia. Adam menyebut, sebaiknya pendidikan moral juga harus dikuatkan, sejalan dengan penguatan fisik.
“Seluruh SPN yang ada di Indonesia perlu di evaluasi kinerjanya, karena SPN sudah banyak melahirkan polisi-polisi brutal dan bar-bar. Praktik yang terjadi di lapangan sungguh kontras dengan harapan masyarakat dan negara untuk menciptakan pelayan-pelayan negara yang betul-betul baik dan benar,” sambungnya.
Adam juga mendesak seluruh pelaku yang terlibat dalam kerusuhan dan aksi pengeroyokan pada 1 Januari 2025 itu dicopot dari Anggota Polri sebagai efek jera atas tindakan yang merugikan masyarakat.
“Kami minta semua pelaku yang terlibat dalam dugaan kasus penganiayaan 1 Januari di Mamuju harus di copot dari institusi Kepolisian dan harus menjalani sanksi Pidana sesuai dengan apa yang telah diatur di dalam KUHP,” tutupnya.
Dalam kasus ini setidaknya 7 orang anggota polisi telah ditempatkan di tahanan khusus. Mereka disebut bertanggung jawab atas peristiwa itu.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
