Krisis Air Bersih di Pulau Karampuang, Warga Terpaksa Antri di Pipa Pembuangan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Pulau Karampuang Atri Air Bersih. Senin (3/3/2025) malam, (Foto : kiriman warga)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Di tengah ibadah bulan suci Ramadan, masyarakat di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menghadapi krisis air bersih. Selama dua pekan terakhir, suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir, memaksa warga untuk mencari alternatif sumber air.
Puluhan kepala keluarga di Dusun Karaeang terpaksa mengantri di pipa pembuangan PDAM demi mendapatkan air bersih.
“Malam hari masyarakat berbondong-bondong datang ke tempat pembuangan air PDAM untuk mengambil air. Sudah lebih dari dua minggu air PDAM belum mengalir di Dusun Karaeang, sehingga warga mengalami kekeringan,” ujar salah satu warga, Fajrin, Selasa (4/3/2025).
Menurut Fajrin, kondisi ini hampir dialami oleh seluruh warga dari 11 dusun di Desa Pulau Karampuang. Kelangkaan air bersih menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak dan mandi.
“Air PDAM hanya mengalir 15 hari sekali ke dua dusun. Sementara Pulau Karampuang memiliki 11 dusun, sehingga banyak warga mengalami kekeringan dalam waktu cukup lama,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah dan PDAM Mamuju segera memberikan solusi agar krisis air bersih di Pulau Karampuang dapat diatasi, terlebih di saat menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Kami berharap PDAM Tirta Manakarra segera mencari solusi agar masyarakat Pulau Karampuang tidak terus mengalami kesulitan air bersih,” harap Fajrin.
Kerusakan Jaringan PDAM Akbiat Bencana Alam
Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Manakarra, Arman, mengakui bahwa gangguan suplai air bersih ke Pulau Karampuang dan beberapa wilayah di Kota Mamuju disebabkan oleh kerusakan jaringan pipa akibat longsor dan banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Benar, sudah dua minggu terjadi gangguan pelayanan air karena pipa jaringan kami rusak akibat longsor dan banjir. Saat ini kami terpaksa menggunakan pompa untuk mendistribusikan air secara bergantian,” jelas Arman.
- Perbaikan Pipa PDAM Mamuju.
Ia menambahkan perbaikan pipa terus dilakukan, namun kondisi medan yang sulit serta cuaca yang sering diguyur hujan menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan.
“Kami terus berupaya memperbaiki jaringan yang rusak. Pipa-pipa yang putus dilas dan disambungkan kembali. Kami juga membuka jalur pipa menggunakan alat berat karena medan sangat sulit dilalui,” tambahnya.
PDAM Tirta Manakarra berjanji akan berusaha maksimal agar air kembali mengalir dengan normal. Arman pun meminta masyarakat bersabar dan memberikan dukungan agar perbaikan dapat segera diselesaikan.
“Mohon doa dan dukungan agar perbaikan ini cepat selesai. Jika air kembali normal, masyarakat akan nyaman, dan kami juga merasa senang,” pungkasnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
