Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Internasional » KBRI Pastikan Lakukan Pendampingan Hukum Dua Mahasiswa yang Ditahan di Polisi Kairo

KBRI Pastikan Lakukan Pendampingan Hukum Dua Mahasiswa yang Ditahan di Polisi Kairo

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua mahasiswa itu sebelumnya membuka jasa penitipan barang antara Indonesia-Mesir. Pada 11 Maret 2025 lalu, saat keduanya hendak kembali ke Mesir, lalu mereka menerima pesanan penitipan barang dari seseorang yang bernama Dandi Putra Wijaya yang telah dibungkus rapi.

“Tanggal 11 Maret 2025, Alwi menerima pesan WhatsApp dari DPW untuk menitipkan barang, namun karena bagasinya penuh ia pun menitipkan ke Arjung yang berangkat besoknya 12 Maret,” kata Fadli, via telepon, Minggu (13/4/2025).

Rabu, 12 Maret 2025 pukul 12.58 waktu Kairo, Arjung berada tepat di pemeriksaan Bea Cukai Bandara Kairo, Mesir. Semua barangnya diperiksa petugas imigrasi termasuk bungkusan yang dititipkan Alwi Dahlan sebelumnya.

Setelah ditanyai petugas isi bungkusan tersebut, Arjun kemudian menghubungi Alwi Dahlan yang telah sampai di Mesir sehari sebelumnya dan menanyakan isi bungkusan itu.

Setelah dibongkar petugas Imigrasi dan Bea Cukai Bandara Kairo, Mesir, isi bungkusan tersebut ternyata tiga buah stempel. Salah satunya stempel keimigrasian Mesir. Dimana stempel itu diduga di pesan DPW dan dititipkan melalui jasa pengiriman yang kemudian dibawa Arjung.

“Sempat ada pesan suara (dalam bahasa arab) dari DPW beralasan kalau stempel itu milik organisasi pelajar Indonesia di Mesir,” kata Fadli.

Fadli mengungkapkan jika menduplikat stempel resmi dan pemerintahan di Mesir dilarang tanpa surat resmi. Ia menduga stempel-stempel itu akan digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga dipesan di Indonesia.

“Kalau di Mesir stempel pemerintahan dilarang di duplikat, sehingga kemungkinan inisiatifnya membuat di Indonesia kemudian digunakan di Mesir,” jelas Fadli.

Fadli mengaku, menerima informasi keduanya ditahan setelah ada laporan dari istri Arjung. Dimana ia sempat hilang kontak selama tujuh jam saat diperiksa petugas Imigrasi dan Bea Cukai.

Fadli mengungkapkan saat ini Arjung dan Alwi Dahlan kini ditahan di Kepolisian Sektor Nozha, yang letaknya tidak jauh dari Bandara.

“Setelah kami cari tau dimana penahanan dilakukan, kami langsung mendatangi yang bersangkutan. Dia mengaku sempat menderita kekerasan dari petugas,” tutupnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejurnas Catus 50 Mamuju

    Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju Resmi Dibuka

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 resmi dibuka di Mall Matos Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (7/11/2025) malam. Ajang bergengsi ini diikuti sekitar 600 pecatur dari 30 provinsi di seluruh Indonesia dan akan berlangsung hingga 13 November 2025. Ketua Pengprov Percasi Sulawesi Barat, Muhammad Jayadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang hadir. Ia menyebut […]

  • Hamka Baharuddin

    Pilkada Sulbar Hendaklah Adu Gagasan, Bukan Cacian

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Penulis : Hamka Baharuddin (Pemuda Pemerhati Demokrasi) Semarak kontestasi Pilkada serentak, khususnya di Pilkada Sulawesi Barat, mulai berkumandang. Berbagai media massa telah menuliskan profil pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada 2024. Ini menjadi pertanda bahwa proses pencarian sosok pemimpin di Sulawesi Barat dan seluruh kabupaten lainnya akan segera digerakkan oleh masing-masing tim sukses. Tidak […]

  • Unjuk Rasa Indonesia Disorot PBB

    PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Berlebihan dalam Aksi Protes di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Indonesia melakukan investigasi independen atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan dalam demonstrasi yang menewaskan sedikitnya enam orang di berbagai daerah. Aksi protes tersebut dipicu oleh kemarahan publik terkait kebijakan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta isu penghematan anggaran negara. “Kami […]

  • Demo Pati

    Lebih Dari 100 Ribu Warga Diperkirakan Ikut Demo Pati

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Latar Belakang Aksi Demo besar-besaran ini dipicu kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Kebijakan tersebut memicu kemarahan publik dan protes di berbagai titik. Selain itu, kemarahan warga diperparah oleh insiden pengangkutan paksa barang donasi oleh Satpol PP dari kelompok Masyarakat Pati Bersatu. Sudewo telah meminta maaf dan berjanji […]

  • Tambang tanah jarang di Mamuju

    JATAM Sebut Pengusulan WIUP Tambang Tanah Jarang di Mamuju Ancam Ruang Hidup Warga Lokal

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Untuk itu JATAM mengingatkan, jika kerusakan pada proses pertambangan tersebut akan sangat berdampak pada rusaknya ekosistem, tercemarnya tanah dan air, serta paling rentan terhadap warga lokal. “Luar biasa tingginya konsumsi air untuk operasi industri ekstraktif tambang akan menyebabkan pemenuhan air warga setempat terhalangi bahkan sering terjadi perampasan sumber air. Warga seringkali harus menyingkir untuk mencari […]

  • DKP Sulbar

    Pemprov Sulbar Siapkan Program Revitalisasi Tambak Setelah Dapat Sokongan Dana Rp200 Miliar Dari KKP

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil mengamankan anggaran sebesar Rp200 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Anggaran ini rencananya akan digunakan untuk program revitalisasi tambak yang akan dilaksanakan mulai tahun anggaran 2026. Dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung agenda nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terutama pada sektor ketahanan pangan berbasis maritim. […]

expand_less