Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dramatis, Kisah Kembalinya Bilqis ke Pelukan Keluarga

Dramatis, Kisah Kembalinya Bilqis ke Pelukan Keluarga

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Publik dibuat heboh dengan kabar ditemukannya Bilqis Ramdhani (4), balita asal Makassar yang dilaporkan hilang sejak Minggu (2/11/2025). Setelah enam hari pencarian intensif, Bilqis akhirnya ditemukan selamat di Provinsi Jambi, ribuan kilometer dari rumahnya.

Kabar penemuan Bilqis disampaikan langsung oleh pihak kepolisian pada Minggu (9/11/2025) malam. Balita itu ditemukan dalam keadaan sehat di salah satu permukiman warga di Kabupaten Batanghari, Jambi. Polisi memastikan Bilqis merupakan korban penculikan dan kini sedang dalam proses pemulangan ke Makassar.

“Alhamdulillah, korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib, Minggu malam.

Kronologi Hilangnya Bilqis

Dwinurmas masih ingat jelas bagaimana detik-detik itu terjadi.

“Dia sempat main di area playground. Biasanya selalu menjawab kalau saya panggil,” tuturnya pelan.

Beberapa menit berlalu, ia memanggil lagi, lebih keras. Namun tak ada sahutan. Saat menyadari Bilqis tak terlihat di mana pun, jantungnya serasa berhenti.

Ia berlari ke pos keamanan, memeriksa toilet, memanggil warga yang melintas. Tapi tak ada yang melihat anak kecil berbaju merah muda, dengan rambut dikuncir dua, seperti ciri Bilqis pagi itu.

Malamnya, laporan resmi kehilangan dilayangkan ke Polrestabes Makassar.

Jejak di Rekaman CCTV

Tiga hari kemudian, polisi menemukan titik terang. Dari rekaman CCTV di sekitar taman, terlihat seorang perempuan membawa tiga anak kecil menyeberang jalan. Salah satunya mirip Bilqis.

Perempuan itu kemudian diidentifikasi sebagai Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), warga Kecamatan Rappocini.

Ana ditangkap tak lama kemudian. Di hadapan penyidik, pengakuannya berubah-ubah. Awalnya ia mengatakan ingin “mengasuh” Bilqis karena kasihan.

Namun belakangan, ia mengaku menjual anak itu seharga Rp3 juta kepada seseorang yang dikenalnya lewat media sosial.

“Saya butuh uang. Jadi waktu ada yang mau ambil, saya kasih,” kata Ana kepada polisi, seperti dikutip sumber kepolisian.

Pembayaran dilakukan secara bertahap — Rp500 ribu lewat transfer, sisanya saat penyerahan di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar, sehari setelah Bilqis hilang.

Setelah transaksi itu, jejak Bilqis hilang lagi. Kali ini, benar-benar tanpa arah.

Jejak Mengarah ke Jambi

Dari jejak digital itu, polisi melakukan penelusuran, hingga datang sebuah Informasi baru melalui video dari warga Jambi menyebut ada anak perempuan asing tinggal di pemukiman Suku Anak Dalam di kawasan perkebunan.

Polisi bergerak cepat. Tim gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polda Jambi menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer untuk memverifikasi laporan itu.

Benar. Anak itu adalah Bilqis.

Sabtu malam, 8 November, ia ditemukan dalam keadaan selamat. Tangis dan pelukan menyambutnya. Esoknya, Bilqis diterbangkan kembali ke Makassar lewat jalur Surabaya.

Tangis di Halaman Polrestabes

Minggu sore, halaman Mapolrestabes Makassar berubah jadi tempat air mata bahagia. Bilqis keluar dari mobil dinas polisi dengan baju kuning dan boneka kecil di tangan. Ia tampak sehat, meski masih ketakutan ketika melihat keramaian.

Dwinurmas langsung memeluknya erat.

“Alhamdulillah, anak saya kembali. Terima kasih, Pak Polisi,” ucapnya dengan suara bergetar.

Warga sekitar rumahnya di Jalan Pelita 2 menyambut kepulangan itu dengan doa dan ucapan syukur.

Dugaan Perdagangan Anak

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyebutkan tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada Bilqis. Namun, polisi mendalami kemungkinan perdagangan anak lintas provinsi.

“Kasus ini tidak berhenti pada pelaku yang sudah diamankan. Kami akan lacak alur uang dan komunikasi di media sosial,” tegas Arya.

Penelusuran itu penting, sebab pola serupa pernah muncul di beberapa kasus penculikan anak di wilayah Sulawesi dan Sumatera: korban berpindah tangan antardaerah, dengan transaksi daring dan komunikasi anonim.

Pendampingan Psikologis

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar, memastikan Bilqis mendapat pendampingan psikologis dari Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga).

“Kondisinya baik, tapi trauma tetap ada. Pendampingan psikiater akan dilakukan sampai ia merasa aman,” ujar Ita.

Ia menegaskan kasus Bilqis menjadi peringatan serius bagi orang tua agar tidak lengah, bahkan di ruang publik yang dianggap aman.

Lebih dari Sekadar Kasus Hilang Anak

Kisah Bilqis bukan hanya tentang penculikan yang berakhir bahagia. Ia menyingkap sisi gelap lain: kemiskinan, keputusasaan, dan kemudahan transaksi manusia di dunia digital.

Dari taman kecil di Makassar hingga pelosok Jambi, ada rantai panjang orang-orang yang menutup mata terhadap nasib seorang anak kecil.

Kini, Bilqis sudah kembali ke rumah, tidur di kamar mungilnya yang penuh boneka. Tapi bagi ayahnya, Dwinurmas, bayangan enam hari tanpa kabar itu akan terus membekas.

“Saya tak ingin anak lain mengalami hal yang sama,” katanya lirih.

Kisah yang Mengingatkan Kita

Kasus Bilqis menjadi cermin bahwa di balik layar media sosial yang ramai, ada ruang gelap yang memperjualbelikan kepolosan. Dan di tengah semua itu, doa seorang ayah terbukti masih lebih kuat dari algoritma mana pun — membawa pulang anaknya dari ribuan kilometer jauhnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat di Topore Mamuju

    Terkuak, Pelajar di Topore Mamuju Dibunuh Teman, Dendam Sering Diejek

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penemuan mayat seorang pelajar FH (18) di pinggir jalan di Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, pada Kamis kemarin, membuat warga sekitar geger. Kejadian itu awalnya dikira korban kecelakaan. namun banyaknya darah di tubuh korban membuat warga curiga. Benar saja, setelah diperiksa di Puskesmas kondisi korban penuh dengan luka tusukan. Sebanyak 28 […]

  • RDP IPMA Pasangkayu

    Komisi II DPRD Sulbar dan IPMA Pasangkayu RDP, Bahas Dugaan Penyerobotan Hutan Lindung Astra Grup

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Pasangkayu terkait dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung dan pelanggaran batas Hak Guna Usaha (HGU) oleh PT. Pasangkayu, anak perusahaan dari PT. Astra Agro Lestari Tbk. RDP yang berlangsung di ruang rapat Komisi II DPRD Sulbar […]

  • Cuaca buruk di Sulbar

    Masyarakat Sulbar Diimbau Waspada Cuaca Buruk

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Menghadapi cuaca buruk yang belakangan terjadi, masyarakat khususnya di Sulawesi Barat (Sulbar) diminta waspada dan menjalankan mitigasi bencana. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemprov Sulbar, Mustari Mula, pada Minggu (10/03/2024). “Hujan lebat disertai angin kencang masih sering terjadi akhir-akhir ini,  diharapkan masyarakat tetap waspada dan menjalankan mitigasi mengantisipasi bencana seperti banjir dan […]

  • Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar

    DPRD Terpilih Maju Pilkada Wajib Mundur?, Ini Kata Ketua KPU Sulbar

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mulai berjalan, sejumlah mekanisme masih menjadi pertanyaan publik. Salah satunya yakni, polemik terkait mundur tidaknya Anggota DPRD terpilih pada Pemilu 2024 saat mengajukan diri sebagai bakal kepala daerah dalam Pilkada 2024. Namun begitu, Ketua KPU Sulawesi Barat, Said Usman Umar menerangkan, Anggota DPRD yang […]

  • Banjir di Jl. Cut Nyak Dien Mamuju

    Bertahun-tahun Jadi Langganan Banjir, Warga di Jalan Cat Nyak Dien Mamuju Ngaku Tiap Hujan Was-was

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Hujan lebat yang mengguyur kota Mamuju sejak Pukul 14.30 hingga pukul 17.50 WITA, pada Selasa, (13/8/2024), mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir. Salah satu yang terdampak, di wilayah Jl. Cut Nyak Dien, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Warga melaporkan ketinggian air akibat hujan lebat itu mencapai 50 cm. […]

  • Pencuri coklat kakao di Sampaga

    4 Pemuda di Sampaga Nekat Curi 4 Karung Kakao, Hendak Dijual Namun Tertangkap

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Empat orang pemuda di Sampaga, kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa diamankan pihak kepolisian akibat ketahuan mencuri empat karung kakao kering, Pada Jumat, (14/6/2024). Menurut keterangan Kapolsek Sampaga, Iptu Alamsyah, kejadian itu bermula saat para personil polisi melakukan patroli pada malam hari. Tak sengaja, para petugas mendapati empat pemuda tersebut masing-masing membonceng […]

expand_less