Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » DPRD Sulbar Bahas NPHD Persiapan Pilkada, Berikut Poinnya

DPRD Sulbar Bahas NPHD Persiapan Pilkada, Berikut Poinnya

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Rapat Koordinasi DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) terkait persiapan dan konsolidasi pelaksanaan Pilkada serentak 2024, digelar di ruang paripurna, yang dipimpin oleh Wakil Ketua III, Abdul Rahim, Selasam (11/6/2024).

Menurut Abdul Rahim, rapat itu akan membahas poin utama yakni NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) kepada penyelenggara Pilkada. Hal itu dikarenakan tahapan Pilkada saat ini telah berjalan.

“Bawaslu dan Kpu diharapkan bisa menjalankan perannya dengan baik agar perhelatan kontestasi pemilu tahun ini juga betul-betul melahirkan pemimpin yang berkualitas,” kata Rahim.

Sementara, Sekretaris DPRD Sulbar, Muhammad Hamzih, juga menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan bentuk penguatan dalam mempersiapkan perhelatan Pilkada serentak.

“Rapat hari ini adalah rapat konsolidasi yang membahas terkait persiapan Pilkada ke depan, termasuk dana hibah atau NPHD, Tahapan Pilkada yang sedang berlangsung”

Adapun kesimpulan pada rapat konsolidasi hari ini diantaranya;

1. Seluruh kepala daerah lingkup Sulbar segera patuh dan taat pada NPHD yg sudah ditandatangani agar nantinya PILKADA serentak bisa berjalan dengan lancar. Adapun kabupaten yang progresnya rendah, nantinya akan di tindak lanjuti, untuk memastikan agar berjalan dengan lancar.
2. Kendala surat kesehatan sebagai syarat pendaftaran pantarlih akan di gratiskan melalui kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Pj. Gubernur agar dalam proses pemeriksaan kesehatan tidak dipungut biaya
3. Mempercepat proses perekaman ktp agar pemilih pemula juga dapat berpartisipasi dan meramaikan kontestasi PIlkada 2024..
4. Meminta kpu terus melakukan sosialisasi, edukasi pemilih agar mengantisipasi adanya kotak kosong.
5. Diharapkan aparat TNI/POLRI serta Kesbangpol untuk mendeteksi betul adanya ancaman atau potensi-potensi terjadinya kerawanan dalam Pilkada.
6. Dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk, seperti adanya bencana alam, maka disarankan untuk membentuk Satgas bencana yang melibatkan BPBD dan Tagana Dinas Sosial.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mangrove di Muara Kalukku

    Jaga Muara Kalukku Dari Abrasi dan Tambang Pasir, Warga Tanam 1.500 Pohon Mongrove

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kelompok masyarakat Beru-Beru bersama pencinta lingkungan menggelar aksi tanam pohon mangrove secara swadaya di Muara Sungai Kalukku, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (15/6/2025). Sebanyak 1.500 pohon mangrove ditanam di sepanjang bibir muara sebagai upaya menjaga ekosistem dan menolak rencana penambangan pasir yang dinilai mengancam kehidupan mereka. Juru bicara warga, Sulkarnaim, menyampaikan […]

  • KPPS Pulang tidur di Mamuju

    Petugas KPPS Pulang Tidur, Kotak Suara di Mamuju Dititip di Rumah Warga

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Petugas KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) di Mamuju diduga kelelahan lalu pulang tidur di rumah masing-masing dan tinggal kotak suara di rumah warga. Kejadian tersebut terjadi di TPS 13 Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), di sela perhitungan surat suara anggota legislatif yang masih berlangsung, pada Kamis (15/02/2023) kemarin. […]

  • Blok migas Sulbar

    Hatta Kainang Singgung Pemprov Sulbar Tidak Serius Tangani SDA

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Anggota DPRD Sulawesi Barat yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Hatta Kainang, meminta Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, agar serius untuk menyiapkan regulasi terkait pengelolaan migas, mineral dan batubara. Hal itu dimaksudkan Hatta Kainang agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulawesi Barat dapat berjalan baik. “Terkait fenomena investasi dan usaha migas, […]

  • PHS dan Lukman Said

    Menanti Duet PHS dan Lukman Said, Paslon Ketiga di Pilkada Sulbar 2024?

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 117
    • 1Komentar

    JAKARTA, mekora.id – Figur bakal calon gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Prof Husain Syam (PHS), intens membangun komunikasi politik dengan tokoh PDI Perjuangan. Hal itu setelah eks Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) itu bertemu dengan figur politik PDIP Sulbar, Lukman Said, di Jakarta, pada, Selasa, 13 Agustus 2024 malam. Menurut Lukman Said, pertemuan itu banyak membahas […]

  • Akativis KPI UIN Makassar

    Aktivis KPI UIN Makassar Soroti Kinerja KPID Sulbar, iNews TV Mamuju Jadi Cerminan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kritik terhadap kinerja Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar) mencuat dari kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Alauddin Makassar. Mereka menyoroti sejumlah persoalan dalam dunia penyiaran lokal, termasuk vakumnya iNews TV Mamuju, yang dianggap sebagai cerminan lemahnya perhatian KPID Sulbar terhadap keberlangsungan media lokal. Aktivis mahasiswa KPI, Zunkarnaim, […]

  • Diskusi Kekerasan seksual di Gereja

    Gelar Webinar, KPKS Gandeng Berbagai Pakar Diskusikan Kekerasan Seksual di Gereja

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Maraknya kekerasan seksual belakangan ini menimbulkan berbagai kekhawatiran dari berbagai pihak. Hal itu menjadi perhatian khusus dari Komunitas Pemerhati Kekerasan Seksual (KPKS) yang merespon dengan mengagendakan diskusi via luring, pada Jumat, 7 Februari 2025 mendatang. Pengurus KPKS,  Lusia Palulungan, mengatakan kekerasan seksual dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, termasuk di lingkungan Gereja. Untuk […]

expand_less